Rumah Tangga Yang Bahagia

rumahtanggabahagia

Rumah Tangga yang Bahagia, ternyata enggak membuat saya bahagia.
Selama lamanya.
Hahah!
Tapi enggak bikin jadi sedih juga. Sesuatu yang tidak membahagiakan memang belum tentu bakal jadi menyedihkan. Meski ada juga yang sebaliknya. Buku yang menceritakan tentang kehidupan pernikahan gadis belia bernama Marya Alexandrovna dengan bujang lapuk, Sergei Mikhailich ini hanya setebal kurang lebih 137 halaman, tapi bukan hal yang mudah untuk menyelesaikannya. Bukan buku yang bisa dibaca sekali jalan. Harus nyicil beberapa kali. Ini baca buku apa beli panci? (Beli panci aja nyicil)
Sebab utamanya ialah karena penggunaan kalimatnya yang terlalu sastra, bukan yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari hari. Sedangkan ceritanya memang tentang kehidupan biasa seorang pasangan yang baru berumah tangga. Rasanya jadi aneh. Contohnya seperti ini ya;

Dan semua ini tak lagi aneh bagiku, pula tak lagi kusukai, selain atas kenangan kenangan yang dibangkitkannya, yakni sesuatu yang dimataku agung lagi suci serta mengandung makna yang dalam sekali.

Atau;

“Jadi anda akan berlelah lelah datang sendiri kemari?” tanyanya, tapi aku tidak tahu bagaimana harus menjawabnya agar tindak tandukku terpelihara dari dosa dan keangkuhan.

Tapi kalau kamu memang menggemari kalimat kalimat yang seperti itu, ya monggo saja, mungkin buku ini bakal cocok buatmu. Seandainya saja buku ini ditulis dalam bahasa yang lebih familiar, mungkin jatuhnya akan lebih menarik, meski tanpa konflik yang mengharu biru di dalamnya. Saya tidak tahu apa terjemahannya memang dibikin seperti itu. Mungkin agak dilematis ya, karena jika buku ini ditulis menggunakan kalimat kalimat yang lazim digunakan, maka boleh jadi tidak ada bedanya dengan buku buku keluaran jaman sekarang. Bobotnya jadi menurun. Tidak seperti ditulis oleh penulis sastra dunia yang tersohor.

Yang unik di buku ini ialah nama nama yang ditulis lengkap hanya yang punya hubungan keluarga dengan si pasutri, sementara tokoh figuran hanya dipanggil dengan inisial saja. Misalnya pangeran K atau bangsawan D. Ada juga nyonya S, dan lainnya. Malah jadi aneh ya? Unik, tapi enggak membuat buku ini jadi menarik. Sesuatu yang unik memang belum tentu bakal memberikan keuntungan.

Buku ini lebih banyak menceritakan kegelisahan hidup Marya Alexandrovna, yang biasa dipanggil Marsha (enggak pake The Bear ya), dari pertama kali jatuh cinta dengan calon suaminya, sampai saat mereka sudah menikah. Ditulis dengan sudut pandang orang pertama, yaitu Marsha membuat buku ini jadi semacam catatan hati seorang istri saja. Apalagi beberapa kali ia bicara di dalam hati atau kepalanya. Seperti di sinetron, hanya tanpa zoom in zoom out saja. Akhirnya, hanya orang orang tertentu saja yang mungkin bisa terbahagiakan oleh buku ini. Tapi bukan saya. Mungkin kamu?

Judul: Rumah Tangga Yang Bahagia
Penulis: Leo Tolstoi
Jumlah Halaman:137
Penerbit: KPG
Rate: 2,5

The LEGO Batman Movie (2017)

batmanlego
Sudah terlalu lama sendiri membuat Batman tidak lagi kepengen punya partner untuk memberantas penjahat di Gotham. Tapi kalau partner buat ena ena sih kayaknya masih tetep pengen ya. Ia prefer kerja sendirian. Even waktu lagi ngaso di Batcave pun sendirian. Makan sendirian. (Kasian) Nonton film  sendirian. (Kasian) Even mungkin buang air juga sendirian. (Ini ga kasian) Cuma ditemani komputernya yang dipanggil komputer juga. Semacam kurang ide buat ngasih nama.  Tapi, biar pun semua dilakukan sendirian, Batman terlihat bahagia. Karena kebahagian bukan berasal dari luar, tapi dari dalam diri masing masing. Akan tetapi, meski terlihat bahagia, ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya.

Kekurangan ini dilihat oleh Alfred, pengasuhnya dari kecil. Alfred sudah member saran agar hidup Batman jadi lebih lengkap, tapi tidak dituruti. Hingga kemudian sebuah kejadian membuatnya mengadopsi seorang anak kecil. Sementara itu Joker bersama para penjahat berusaha untuk menghancurkan Gotham. Apakah Batman bisa mengalahkan Joker dan menyelamatkan Gotham sekaligus mendapatkan kepingan yang hilang dalam dirinya? (ciye)

Animasi lego tentu beda dengan animasi lainnya. Terlalu kotak.  Tapi ini juga bisa menjadi kelebihannya, karena unik. Saya juga bukan penggemar lego. Nonton ini karena faktor Batman. Dan ternyata cukup menghibur, terutama waktu berantemnya. Karena filmnya basicly ialah dunia lego, maka semua yang ada disini berbentuk lego. Tokohnya, bangunannya, kendaraannya, alat alatnya, dan juga efek ledakannya. Jadi unik aja lihat sinar laser jadi bentuk padat gitu. Apa lagi suara tembakannya; pakai mulut doang. Pew. Pew. Pew.

Sayangnya untuk film animasi, mungkin ini kurang lucu buat anak anak. Joke jokenya kebanyakan verbal, dan cuma bikin nyengir saja. Yang lucu sih pas awal awal di Phantom Zone ada penjahat yang teriak (kalau engga salah); wingardium leviosa. Lol. Dan ada lagi yang paling lucu di penghujung acara, sampai seluruh studio tertawa dengan gumuruh. Di film ini banyak bermunculan  villain villain dari film lain seperti yang mantranya sudah saya tulis sebelumnya, tahu khan ya siapa. Ada juga king kong, gremlins, raptor dan yang lainnya. Oh, Saruman juga. Kebayang khan gimana serunya mereka berantem melawan Batman dan kawan kawannya.

Dan pada akhirnya, Lego Batman akan memuaskan mereka yang mencintai Batman sekecil apa pun perasaan itu, atau malah jadi ilfill karena Batmannya benar benar beda dengan yang selama ini dikenal orang. Batman jadi lebih ramai, narsis bin cerewet. Lebih mirip Iron Man. Batman rasa Iron Man. Agak ironis mengingat Batman disini tidak menyukai Iron Man (buktinya lihat sendiri di film, jadi bukan hoax), tapi malah bertingkah laku seperti dia. Bukan cuma Batman yang beda, Jokernya pun jadi lebih baperan. Dan saya merekomendasikan untuk melihatnya dalam 3D, biar lebih asik dilihatnya. Karena dilihat dari jumlah penjahat dan heroinnya, mungkin ini yang paling fantastis sepanjang perfilmannya Warner Bros. Hue hue hue. Dan yang terakhir, Lego Batman seolah menunjukkan bahwa Batman saja tidak boleh terlalu lama sendirian, lha terus awakmu mo sampai kapan mblo?

batmanlego2-copy

Arrival (2016)

arrivalposter

Apa jadinya kalau tiba tiba ada pesawat alien berbentuk cobek raksasa yang parkir tak jauh dari tempat tinggalmu? Mungkin kamu akan segera memberitahu bapakmu, ibumu, kakakmu, adikmu bahkan kucingmu, berbarengan dengan postinganmu di media social setelah terlebih dahulu mengambil gambar pesawat itu. Kemudian jadi rame. Semua orang tahu. Dan kemudian semuanya pun kompak bertanya; mau apa itu pesawat alien kemarih?

Pertanyaan itu hanya bisa dijawab dengan tepat oleh alien yang bersangkutan. Sementara manusia dan hewan hewan hanya bisa menduga duga sahaja. Untuk bisa mengetahui jawaban tersebut, tentu harus bertanya langsung dengan aliennya. Inilah yang terjadi di film Arrival, dan yang mewakili pemerintah Amerika untuk ‘bicara’ dengan tamu tak diundang itu ialah seorang pakar bahasa bernama Louise Banks (Amy Adams) dan Ian Donelly (Jeremy Reiner), seorang ilmuwan. Mereka berdua, berserta beberapa orang dari pemerintah mendatangi cobek raksasa tersebut. Pesawat itu memang mirip cobek. Meski dengan bentuk lebih lonjong memanjang, dan warnanya sama hitam. Buat yang tidak tahu apa itu cobek, cobek ialah untuk alat membuat sambal bersama dengan pasangannya, ulekan. Ketika membuat sambail, cabai yang akan ditumbuk ditempatkan di sebuah wadah terbuat dari batu berwarna hitam. Itulah cobek. Jangan ketukar sama cebok lho ya. Kalau cebok, itu waktu kamu kebanyakan makan sambal setan terus mules mules di kamar mandi, udahannya harus cebok. Ceboknya pakai apa, enggak usah dibahas kali ya. Ceboknya sama siapa, ini juga enggak usah dibahass.

Jadi, dua orang ahli itu kemudian berhasil bertemu dengan alien tersebut setelah masuk ke dalam pesawat yan ternyata membuka secara otomatis setiap 18 jam. Alien tersebut bentuknya seperti cumi cumi raksasa, dimana tentakelnya bisa mengeluarkan semacam ‘tinta’ yang akan membentuk sebuah gambar berbentuk lingkaran yang diyakini sebagai bahasa alien. Louise dan Ian kemudian membawa huruf huruf tersebut untuk cari tahu artinya, dan bagaimana cara bekerjanya. Sementara itu tekanan datang dari pemerintah, yang ingin segera mengetahui apa maksud alien tersebut datang karena negara negara lain yang juga kedatangan pesawat serupa sedang berusaha menyerang pesawat alien tersebut.

Arrival berbeda dengan film film alien seperti Independece Day, Aliens, Prometheus yang lebih ke ranah action. Arrival cenderung ke drama. Mengenai bagaimana caranya menerjemahkan huruf huruf alien agar bisa berkomunikasi dengan benar. Dan juga bagaimana proses penerjemahan itu yang berpengaruh besar terhadap kehidupan Louise. Kehidupan Louise inilah yang sebenarnya menjadi inti dari film ini. Potongan potongan kenangan yang terus menghantui pikirannya, pelan pelan akan terkuak pada akhir film menyisakan sebuah gambaran yang sama sekali berbeda dengan apa yang telah saya pikirkan. Twist yang  tidak hanya mengejutkan, tapi sekaligus membuat film ini menjadi sebuah sajian sci-fi yang tidak hanya menegangkan, tapi juga mengharukan.

Ketegangan yang dimaksud lebih ke atmosfernya yang haunting. Maksudnya seperti lagi jalan di sebuah gang sepi waktu malam malam sendirian, lalu ada suara burung hantu. Rasa menakutkan yang tidak membuatmu terlonjak, melainkan memakunya di kursi, dengan bulu kuduk meremang sedikit. Sedikit saja. Ketegangan ini dihasilkan dari iringan scoring yang efektif sekali menciptakan suasana menghantui, ditambah dengan design pesawat yang memang sangat unik. Ya, ketegangan ini memang salah satunya terjadi manakala sedang memasuki badan pesawat alien tersebut.

Sementara rasa haru baru bisa dirasakan setelah film ini habis. Setelah semua kepingan kepingan tersusun sempurna. Karena memang Arrival bukan film yang disajikan seutuhnya sekaligus, harus disusun perlahan lahan sehingga harus menunggu sampai film benar benar berakhir untuk bisa tahu apa yang sebenarnya ingin disampaikan.

Arrival merupakan persembahan pertama Dennis Villeneuve di tahun ini, sebelum Blade Runner 2049 tayang. Dan, seperti sebelumnya, Arrival pun lebih dari cukup untuk memuaskan saya. Memang tidak semindfuck Enemy, tapi Arrival punya cerita yang lebih kompleks dan debatable ketimbang filmnya yang lain. Intinya, bagi kamu kamu yang mencari film action, atau film dengan jalan cerita yang lurus lurus saja, lebih baik tidak menonton film ini. Arrival dianjurkan untuk mereka yang menggemari drama, dan tentunya fans dari Dennis Villeneuve  yang sudah menunggu nunggu filmnya.

Akhirnya, Arrival memang berbeda dengan film film alien yang lainnya. Mulai dari design aliennya yang merupakan gabungan antara hewan cumi cumi, laba laba, gajah dan ikan paus. Silahkan bayangkan sendiri, atau berdua juga boleh. Bentuk kapalnya yang terlihat kuno, dan sederhana, nyaris tanpa interior selayaknya kapal ruang angkasa. Cara manusia memasuki kapal itu juga belum pernah saya lihat di film alien sebelumnya. So, angkat topi buat pak sutradara yang berhasil mengadaptasi cerita pendek karangan Ted Chiang yang berjudul The Story Of Your Life dengan baik sekali.

Rate 4.5

Cindaku

cindaku

Covernya sederhana, seorang anak laki laki berdiri sambil menutupi mukanya dengan meninggalkan celah untuk kedua matanya memandang. Pose yang boleh jadi akan dilakukan oleh dedek dedek gemes manakala sedang ketakutan, atau ketika merasa malu tapi mau yang ditandai dengan dua bola mata mengintip dari sela jemarinya. Dari punggung tangan sebelah tepi anak laki laki itu, terlukis wajah harimau lengkap dengan tiga kumis tegak melintang di kedua sisinya. Sehingga apabila dilihat secara menyeluruh, maka akan terlihat seorang anak laki laki dengan wajah harimau. Hal ini sesuai dengan judul buku ini, Cindaku.

Kalau begitu berarti cindaku itu..?
Iya, tebakanmu benar anak muda, tapi kurang tepat.
Kurang tepat bagaimana, kisanak?
Begini, anak muda. Kamu pasti menebak kalau Cindaku itu adalah manusia yang berubah menjadi harimau, betul?
Iya betul. Apa itu tebakan saya itu adalah sebuah kesalahan?
Tidak. Hanya kurang tepat. Sekarang saya tanya, bagaimana manusia itu berubah jadi harimau?
Saya akan berusaha menjawab pertanyaan tersebut menurut pemahaman saya. Menurut saya, manusia itu berubah menjadi harimau dengan merapal mantera yang telah dikuasainya terlebih dahulu, pilihan kedua ialah dengan menggunakan gerakan gerakan tertentu seperti yang dilakukan oleh Kotaro Minami manakala hendak berubah menjadi Ksatria Baja Hitam, dan pilihan ketiga ialah kombinasi keduanya, mantra dan gerakan. Bagaimanakah jawaban saya menurut kisanak, apakah betul atau salah. Mohon kisanak jawab dengan segera, sehingga saya tidak perlu menunggu terlalu lama karena setiap orang butuh kepastian, bukankah Cici Paramida telah dengan gamblang menjelaskan akibat dari menunggu terlalu lama melalui lagunya yang berjudul Jangan Tunggu Lama Lama. Saya akan menyanyikan buat kisanak, jangan tunggu lama lama, nanti lama lama, dia diambil orang…

Sudah hentikan anak muda. Telinga saya belum siap mendengarkannya. Tapi saya akan memberikan jawabannya sekarang. Jawabanmu salah. Cindaku tidak berubah dengan jalan seperti itu. Bahkan cindaku pun tidak melulu menjadi seekor harimau. Ada beberapa yang menjadi tikus, atau babi. Cindaku ialah sebutan buat orang orang sakti yang meninggal tapi tidak diterima oleh langit dan bumi, kemudian rohnya menjelma menjadi hewan hewan. Jenis hewannya tergantung dari tingkatan kesaktian. Paling rendah menjadi tikus, dan paling tinggi menjadi harimau.

Buku ini tidak selamanya membahas cindaku, meski kata itu telah disepakati menjadi judul. Cindaku nyatanya berupa kisah kehidupan anak manusia bernama Salim, yang hidup bersama ibunya. Ayahnya telah meninggal dibunuh orang orang karena memelihara ilmu hitam, dan kemudian dirumorkan bahwa ayahnya telah menjadi cindaku. Kesehariannya diisi dengan membantu ibunya, berlatih silat dan malamnya tidur di surau. Suatu hari, seperti halnya laki laki Minang pada umumnya, Salim pergi merantau. Ia ingin memperbaiki nasibnya. Sekaligus membuktikan kepada orang orang bahwa ia bisa menjadi orang sukses. Kepergian Salim tidak hanya membuat sedih sang ibu, tapi juga gadis tetangga bernama Laila, yang telah jatuh hati padanya. Di perantauan, nasib Salim benar benar diuji. Prahara menimpanya bertubi tubi. Apakah Salim berhasil mencapai tujuannya? Bagaimana nasib cintanya dengan Laila?

Azwar Sutan Malaka menulis Cindaku dengan mengambil budaya Minang. Mengingatkan saya dengan Ahmad Tohari dengan kesederhanaan Jawanya. Buku ini memang banyak melukiskan suasana kampung beserta interaksi masyarakatnya. Diselipi dengan cerita masa lalu bagaimana ayah Salim memperoleh kesaktiannya. Cerita bagaimana ayah Salim dibunuh menjadi bagian yang cukup menarik. Seru, dan ada lucunya. Komedi hitam yang pas. Cindaku memang Salimsentris. Dan, kisahnya dibuku ini menurut saya terlalu sinetron. Tokoh Salim digambarkan sering teraniaya, khususnya di perantauan, tapi ada orang orang yang kemudian berbaik hati menolongnya, baik tanpa pamrih maupun ada maunya. Kisah hidup Salim yang naik turun itu memberikan cerita yang naik turun dan tidak mudah ditebak, meski terlihat cheese dibeberapa bagian. Tapi ada juga twist yang lumayan mencengangkan. Terutama menjelang ending. Sayangnya, ending buku ini terkesan terburu buru, padahal tensi sedang seru serunya. Keadaan seperti ini tidak baik bagi penjual tahu gejrot. Lho bagaimana bisa orang yang lagi baca buku yang tiba tiba ending itu, merugikan penjual tahu gejrot? Bisa dong, karena biasanya orangnya akan berkata: lagi seru serunya, eh tahu tahu sudah habis. Gimana ini!

Begitulah, kalau tahu tahu sudah habis, kan enggak bisa bikin tahu gejrot. Kembali ke laptop, ending yang buru buru, ending yang dipilih oleh Azwar Sutan Malaka ini kalau dipikirkan masak masak, ternyata punya potensi untuk dibikin sequel, sehingga dahaga pembaca akan nasib Salim (dan yang lainnya) bisa terpuaskan.

Pada akhirnya, Cindaku ini segmented. Cindaku merupakan kumpulan kisah mistis, tragedi kehidupan, romance yang silih beganti mengisi 236 lembar buku ini. Bagi kamu yang menyukai buku Ahmad Tohari atau Abdullah Harahap (minus erotisme dan gore) mungkin akan menyukai buku ini. Saya termasuk salah satunya. Memang bukan buku yang warbiyasak, tapi paling tidak, saya cukup enjoy membacanya. Dan yang terakhir, bagi yang menjumpai buku ini di toko buku, saya menghimbau agar sinopsis di bagian belakang buku tidak dibaca semuanya. Cukup dibaca setengah paragraph satu saja. Akhir paragraph satu itu sudah masuk spoiler. Paragraph dua apalagi. Spoiler banget. Memang masih banyak yang dikisahkan dalam buku ini, tapi tetap saja akan mengurangi efek kejut di dalamnya.

Judul: Cindaku
Penulis: Azwar Sutan Malaka
Jumlah Halaman: 236
Penerbit: Kakilangit Kencana
Rate: 3,75

Magi Perempuan dan Malam Kunang Kunang

magiperempuan_malamkunang

Tentang pagar ini bisa bergerak dan memanjangkan sulur sulurnya, sudah pula kami dengar. Banyak kawan sepengajian mengurai cerita yang sama. Liman, misalnya, dia pernah bercerita saat berjalan sepulang dari masjid, tiba tiba ada sesuatu yang melilit kakinya. Liman tersentak, jatuh tengkurap mencium tanah. – Peri Kunang Kunang.

Magi Perempuan dan Malam Kunang Kunang dibuka oleh sebuah cerita berlandaskan rasa penasaran. Rasa penasaran yang menuntun empat orang anak muda ke dalam sebuah malam yang mencekam, dimana mereka ingin membuktikan dengan kepala sendiri cerita mengenai adanya peri kunang kunang, kekasih bujang lapuk yang tinggal di rumah terpencil yang menakutkan. cerita pertama ini berjudul Peri Kunang Kunang. Sedikit mengingatkan saya dengan penyihir di dongeng Hansel & Gretel, tapi kemudian kemiripan itu luntur sesampainya di akhir cerita.

 

Sejak gadis gadis memiliki cermin dalam bilik, mereka selalu mengajukan pertanyaan yang sama: “Cermin ajaib, siapa gadis tercantik di dunia?” Dan jawaban yang mereka terima pun sama: “Ratu Revenna-lah yang tercantik.” – Gadis Buruk Rupa dalam Cermin.

Kecantikan ada dua. Kecantikan dari dalam, dan dari luar. Tapi kebanyakan orang lebih mementingkan kecantikan dari luar. Kecantikan wajah. Bukan kecantikan hati. Ini tentu bertentangan dengan lagunya Cherybelle; kamu cantik cantik dari hatimuuu…”

Tapi tentu kita tidak menyalahkan mereka yang ingin wajahnya cantik. Karena memang sudah sewajarnya wanita berusaha agar wajahnya cantik. Karena kebanyakan orang melihat dengan mata kepala, bukan dengan mata hati.

Wajah yang cantik itu juga menjadi impian Revenna, jauh sebelum ia menjadi Ratu. Mulanya ia punya wajah yang buruk rupa menyerupai nenek sihir meski ia baru berusia 17 tahun. Tak ada yang menyukainya. Bahkan orang tuanya sendiri akhirnya memutuskan untuk membuang Revenna di hutan agar ia mati dimangsa hewan buas atau menjadi budak setan penunggu hutan. Tapi nasib berkata lain. Revenna tidak mati. Ia malah mendapatkan apa yang selama ini ia inginkan; kecantikan. Tidak hanya kecantikan, ia juga diberikan kekuasaan. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Cerita Gadis Buruk Rupa dalam Cermin menjadi semacam kisah alternative dari dongeng terkenal Putri Salju, lengkap dengan pertanyaan legendarisnya; “Cermin ajaib, siapa gadis tercantik di dunia?” yang oleh Guntur Alam dipelintir sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah kisah yang kelam dan jahat. Sangat kontras dengan cerita origin Putri Salju.

 

Almah, gadis bisu berusia delapan belas tahun itu melahirkan seorang anak laki laki. Ya Salam! Tentu saja ini menggemparkan, pasalnya dia tidak kelihatan bunting dan tidak pula bersuami. Nah, nah siapa pula yang sudah menghujamkan alu di lesung keramat gadis itu? – Almah Melahirkan Nabi.

Almah Melahirkan Nabi menjadi cerita yang paling ringan. Sepanjang cerita, kita diajak untuk menebak, mencari tahu siapa sebenarnya yang telah membuat hamil Almah melalui cerita enam orang yang ditengarai tahu siapa ayah jabang bayi, bahkan diduga salah satu enam orang tersebutlah yang menjadi biang keladinya. Cerita enam orang itu dibagi menjadi bab tersendiri; Kesaksian Amsal, Cerita Laki Laki yang ditinggal Istri ke Arab, Pengakuan Laki Laki Pendiam, Cerita versi Behula, Kisah Cinta Bujang Lapuk, dan Nubuat Emak Yesaya. Lalu siapakah yang menghamili Almah? Apakah ia benar benar telah melahirkan Nabi? Membaca judulnya, saya pikir ini akan menjadi cerita yang religious, tapi ternyata tidak seperti itu. Ini adalah keruwetan yang ditimbulkan karena kelahiran mendadak si anak gadis, dengan ending yang menyebalkan.

Magi Perempuan dan Malam Kunang Kunang berisi dua puluh dua cerita pendek, yang kebanyakan bukan sebuah cerita yang menyenangkan. Dongeng dongeng yang kembali diceritakan dengan lebih mengerikan, urban legend yang mencekam, cinta yang terlarang dan menyakitkan serta dendam yang membara. Buku ini ditulis dengan nyastra, tapi masih bisa dibaca dengan nyaman. Cerita di buku ini mengingatkan saya dengan Kumpulan Budak Setan (Ada salah satu cerita yang didedikasikan untuk Intan Paramaditha), serta bukunya Poppy D Chusfani; Orang Orang Tanah. Buat yang menyukai kedua buku tersebut, barangkali perlu mencoba buku ini.

Overall, Magi Perempuan dan Malam Kunang Kunang ialah sebuah tempat singgah bagi siapa pun yang menyukai cerita gothic, dark fantasi, urban legend, dan semacamnya. Ditulis dengan bahasa yang memikat, seperti halnya membaca tulisan Eka Kurniawan atau pun A.S Laksana, tapi dengan kadar humor yang nyaris tak ada.

 

Judul: Magi Perempuan dan Malam Kunang Kunang
Penulis: Guntur Alam
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 176
Rate: 4/5

Rahasia Lantai Keempat

Jpeg

Bagi gedung yang berlantai tiga, keberadaan lantai keempat tentu akan mengundang pertanyaan, meski tidak sedang hajatan. Padahal kalau pun lagi hajatan, pertanyaan juga belum tentu bakal diundang juga, karena diutamakan mengundang handai taulan dan teman teman, dan juga mantan dong. Pertanyaan yang datang itu bisa berupa;

  1. Lantai empat dari mana, lha wong cuma lantai tiga gitu? Sampeyan ngelindur? Nyari nyari perhatian!
  2. Yang mana sih, ga ada gitu lho. Kamu jangan bohong dong. Nonton aja yuk?
  3. Hmm, jadi di gedung ini ada lantai empat? Lantai lima ada juga ga? Kalau ada, saya mau tuh pesen. Buat cucu di rumah.
  4. Dan pertanyaan yang lainnya. Sila isi sendiri.

Begitulah, lantai empat mustahil ada di sebuah gedung yang sejatinya hanya punya tiga lantai. Tapi, kita juga harus ingat, tidak selamanya yang tidak bisa dilihat oleh mata itu memang benar benar tidak ada. Siapa tahu memang ada, hanya saja kita tidak bisa lihat saja. Atau barang kali karena tidak tahu caranya. Apalagi kalau cerita lantai keempat itu dibumbui dengan cerita fantastis; bahwa di lantai empat itu ada sesosok penunggu yang bisa mengabulkan permintaan apa pun. Lebih simple, ketimbang harus mengumpulkan bola bola naga.

Meski demikian, ada saja orang orang yang percaya bahwa lantai keempat itu ada. Atau setidaknya penasaran, ingin membuktikan keberadaan mitos tersebut. Adalah Fara, yang tak sengaja menemukan sebuah catatan tentang bagaimana caranya pergi ke lantai empat, ketika sedang berada di perpustakaan sekolah bersama temannya, Nikki. Nikki yang kebetulan sedang mencari ide untuk artikel buat mading sekolah mengusulkan untuk pergi ke lantai empat. Ia akan menulis mengenai urban legend di sekolahnya tersebut, siapa tahu bisa sekaligus mengusut cerita mengenai hantu Maria, hantu penunggu sekolah yang ceritanya meninggal bunuh diri.

Setelah mengajak dua temannya, Randy dan Neil, mereka berempat memutuskan untuk pergi ke lantai empat menggunakan panduan dari catatan yang baru saja mereka temukan. Dan, ketika mereka akhirnya benar benar sampai di lantai keempat, mereka pun menemui kenyataan yang mengerikan, yang mengancam nyawa mereka.

Rahasia Lantai Keempat tidak perlu lama lama untuk memulai konfliknya, yang tambah lama tambah seru. Bagaimana keempat orang itu berusaha untuk keluar dari lantai empat, dan harus berhadapan dengan makhluk makhluk penghuninya. Ditambah dengan ilustrasi yang didominasi warna hitam, yang cukup berhasil menggambarkan suasana di sana. Dan, drama yang terjadi di antara mereka juga pas, tidak merusak tone yang ada. Tokoh tokohnya juga tergambar dengan baik. Masing masing mampu memberikan warnanya tersendiri. Begitu pula dengan tokoh hantu hantunya, yang cukup berkarakter. Bahkan tokoh yang paling memorable di buku ini bukan keempat tokoh utama, melainkan sosok hantu yang memburu mereka, dengan bunyi krincing krincing nya.

Krincing… krincing…

Bunyi gemerincing itu menggantikan suara tawanya. Meski terdengar jauh, bunyi itu jelas. Sosok itu melirik ke atas dengan bola mata yang nyaris keluar dari rongganya, lalu menyeringai lebar hingga mulutnya hampir membelah wajah itu menjadi dua.

“Kalian sudah membangunkan dia.”

Overall, Rettania sudah berhasil membuat sebuah cerita horror yang tak juga menarik, tapi berkesan. Rahasia Lantai Keempat mampu memberikan ketegangan secara konsisten, tanpa detail detail yang tak perlu. Dan ditutup dengan ending yang mirip mirip ending film film masa kini. Ngomongin film, buku ini juga saya rasa cukup cinematic untuk dituangkan dalam layar lebar. Saya membayangkan hantu krincing krincing itu mirip dormentor dengan tubuh yang lebih gendut, tapi lebih menyeramkan.

Judul: Rahasia Lantai Keempat
Penulis: Rettania
Penerbit: Bukune
Jumlah halaman: 153
Rate: 4/5

Just So Stories

Jpeg

Apa kamu tahu mengapa gajah hidungnya panjang? Ceritanya begini. Pada suatu waktu, hiduplah seorang laki laki yang miskin. Ayah ibunya miskin. Istri pertamanya miskin. Istri keduanya ikut ikutan miskin. Anak laki laki itu punya asisten pribadi yang juga miskin. Ia juga punya tukang kebun, yang juga ikut ikutan miskin. Pokoknya semuanya miskin. Suatu hari, laki laki itu pergi ke gunung mencari batu akik. Di tengah perjalanan, kebetulan ia bertemu dengan seekor gajah. Lalu laki laki itu bertanya kepada gajah mengapa hidungnya begitu panjang. Si gajah pun menjawab sambil tersenyum; sudah dari sananya, Dik. Sejak saat itu, laki laki itu pun tahu alasannya mengapa si gajah hidungnya panjang.

Begitulah ceritanya, mengapa gajah hidungnya panjang. Ternyata sudah dari sananya. Heuheuheu. Tapi kalau kamu tidak puas dengan cerita ini, kamu bisa menemukan cerita yang lainnya. Carilah cerpen dengan judul Kisah Si Anak Gajah.

Sudah pernah lihat unta? Apa kamu ingin tahu dari mana unta mendapatkan punuknya? Jaman dulu kala, punggung unta masih mulus dan rata. Suatu hari seekor unta sedang berjalan di pasang pasir. Tiba tiba ia menemukan botol kecap. Si unta yang suka main bola kemudian menendang botol kecap itu hingga pecah. Lalu dari botol kecap itu keluarlah putri yang cantik. “Oh kuda yang baik, terima kasih sudah menolong aku”, kata si putri. “Saya bukan kuda, tapi unta,” jawab si unta meralat.

Tapi putri itu keukeuh bilang bahwa itu kuda. Mungkin kelamaan di dalam botol kecap membuat otaknya sedikit kongslet. “Kamu itu kuda, bukan unta!”

“Saya unta keles.” Unta juga ikut ngotot.

“Kamu tuh kuda, kamu tuh enggak ada bedanya sama kuda, tahu!”

Demi menuntaskan perdebatan, si unta kemudia berusaha agar ia beda dengan kuda. Si unta mengepalkan dua kaki depannya, merapal ilmu kanuragan yang baru saja ia pelajari. Dan, pluk! Dari punggungnya muncullah tonjolan dua biji. Dengan peluh membasahi dahi, unta berkata kepada putri; “lihat, aku sudah beda kan dengan kuda?”

Si putri mengangguk, kemudian pamit pulang. Si unta kemudian ingin mengembalikan punggungnya seperti semula. Tapi tidak bisa. Karena tekniknya ternyata berbeda. Sejak itulah unta punya punuk di punggungnya. Begitulah ceritanya, darimana unta mendapatkan punuknya. Tapi kalau kamu masih menginginkan kisah yang lain, kamu bisa membacanya di cerpen Bagaimana Unta Mendapatkan Punuknya.

Apa kamu juga ingin tahu kenapa ikan paus tidak memakan manusia? Kisahnya bergulir sewaktu ikan paus masih hidup di darat. Suatu hari, seekor ikan paus melihat ada pesawat jatuh di hutan. Semua orang tewas, kecuali bayi perempuan. Merasa iba, si ikan paus lalu merawat bayi itu. Bayi itu diberi nama Tarsanda. Bertahun tahun kemudian, ikan paus memutuskan hidup di laut. Perpisahan pun terjadi. “Selamat tinggal, paus. Paus teman Tarsanda.”,kata Tarsanda. Itulah sebabnya mengapa paus kemudian tidak memakan manusia. Karena manusia mengingatkannya kepada si Tarsanda. “Tarsanda teman paus. Paus teman Tarsanda.”

Begitulah ceritanya. Paus tidak memakan manusia karena mereka berteman. Teman seharusnya tidak makan teman. Betul tidak? Tapi, kalau kamu ingin versi yang lain dari cerita paus, kamu bisa membaca cerpen Kenapa Paus Tidak Bisa Memakan Manusia. Ada di urutan pertama buku kumpulan cerpen Just So Stories karangan Rudyard Kipling.

Just So Stories, atau Sekadar Cerita memang kumpulan dongeng yang berusia sangat tua, ditulis oleh penulis yang juga menulis The Jungle Book. Kisah kisah di buku ini mengambil tema tema yang barangkali tidak terpikirkan oleh kita. Misalnya saja mengapa gajah hidungnya panjang, mengapa ikan paus tidak makan manusia, awal mula unta mendapatkan punuknya, bahkan ada sejarah lahirnya huruf huruf alphabet. Total ada dua belas cerpen. Sebagian besar tema ceritanya memang berkisar mengenai awal mula, kejadian kejadian yang menimpa hewan hewan sehingga mereka berperilaku atau berpenampilan seperti sekarang.

Buku ini mengingatkan saya pada dongeng dongeng lokal, semacam Kancil Nyolong Timun, Bawang Merah Bawang Putih. Oleh karena ini Just So Stories cocok sebagai bacaan untuk adik atau pun keponakan. Ditambah dengan adanya ilustrasi ilistrasi yang menarik di setiap cerita. Salah satu kelebihan buku ini adalah karena ilustrasinya yang sangat nyeni, tidak seperti ilustrasi buat anak anak, tapi tetap seperti ilustrasi anak anak. *hammer*

Jpeg

Kenapa Paus Tidak Bisa Memakan Manusia

Overall, karena ini dongeng, maka banyak hal hal yang tak masuk akal yang terjadi, seolah olah hanya untuk mencocok cocokan supaya hasil akhirnya sesuai dengan cerita. Meski demikian, ada juga cerita yang rasanya dipikirkan dengan masak masak, yaitu cerpen tentang bagaimana huruf alphabet itu di buat. Mengapa huruf A bentuknya seperti itu, huruf B, dan seterusnya. Just So Stories, ialah buku yang harus kamu ambil, seandainya kamu ingin membacakan dongeng untuk adik kecilmu dan kamu sudah tak tahu lagi harus mendongengkan apa. Masa kamu tega mendongengkan kisah cintamu yang menyedihkan itu sama adikmu itu sih?
Judul: Just So Stories
Penulis: Rudyard Kipling
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 158
Rate:3,5