Review The Hobbit

The Hobbit
Penulis: J.R.R Tolkien

review The Hobbit, dalam sebuah ilustrasi:

Hari ini Bapak akan meriview buku berjudul The Hobbit yang ditulis oleh J.R.R Tolkien. Ada yang sudah baca? Yak, jangan dijawab, karena pokok pembahasan kali ini adalah tentang review buku itu, bukan tentang apakah sudah kalian baca atau belum. Mengerti!
Ngerti Paaakkk!!!
Bagooossss!! Markitmul!
Markitmul apaan Pak?
Mari kita mulai, muridku.
*tepokjidat*
Jadi, The Hobbit itu menceritakan tentang petualangan seorang hobbit, bernama Bilbo Baggins, yang diajak oleh Gandalf, penyihir baik hati, dan tiga belas kurcaci, untuk merebut kembali harta nenek moyang mereka yang dikuasai oleh naga jahat bernama Smaug. Tapi, sebelum mereka sampai di tempat dimana naga itu tinggal, mereka harus mengadakan perjalanan panjang yang tidak hanya melelahkan, tapi juga menakutkan, yang hampir saja merenggut nyawa mereka. Sebab mereka harus melalui tempat tempat yang dihuni oleh makhluk makhluk berbahaya.

Terus, nasib mereka gimana Pak? Apa mereka berhasil dapetin tuh harta, terus gimana caranya mereka menghadapi naga?
Nah, jawaban dari pada pertanyaan itu bisa ditemui di dalam buku ini.
Jadi, bukunya bagus gitu Pak?
Yah, bagus sih, meski tidak bagus banget. Penulis berhasil membawa saya untuk dapat ikut serta menikmati berbagai kisah di dalamnya. Yang diceritakan dengan tepat, tanpa basa basi, tidak ada detail detail yang mengganggu. Semua ditulis dengan ringkas, dan…eh, kamu Saprudin, ngapain kakimu ditaro di atas meja begitu.
Gerah Pak!
Kamu itu aneh. Kalau gerah, ya jendelanya dibuka, bukannya naruh kaki begitu!!
Siap, Pak!!

*Saprudin berdiri hendak membuka jendela, ketika tiba tiba seorang murid yang lain berteriak melarangnya*; ‘Jangan dibukaa!!!
Kenapa? *tanya Pak Guru*
Nanti airnya masuk!!
Oalaha, bocah gemblung. Ngelindur mesti ini. Woi, bangun! Cuci muka sono di kamar mandi. Dasar edun, di kelas bukannya belajar malah tidur, emangnya ini hostes!
Salah Paaak, yang benar hotel!
Jangan dibenerin. Saya lagi emisi!
Emosiiiii Paaakkkk!!!
#@$$&##**??!

*Setelah Pak Guru tenang, kemudian ia melanjutkan*: Nah, sampai dimana tadi. Ah, sudahlah..intinya The Hobbit ini buku yang bagus. Lagipula kalian juga pasti sudah pada tahu khan, kalau buku ini merupakan prekuel dari buku trilogi The Lord Of The Ring. Kalau kalian sudah tahu, pasti penasaran khan gimana sih kisahnya sampai Bilbo Baggins bisa mendapatkan cincin ajaib itu.
Iya Pak. Ntar bulan desember juga keluar filmnya, Pak!!
Oh iya, betul sekali. Nah, berhubung waktu sudah mulai habis. Kalian ada pertanyaan..yak kamu Sumarjo, mau nanya apa?
Bolehkah saya bertanya, Pak?
Oh, tentu saja boleh. Mau nanya apa?
Lha, itu tadi sudah dijawab..saya kan cuma mau nanya; Bolehkan saya bertanya, Pak?
Oalaaah..!!  Murid muridku, kalian sabar yah, punya teman kaya Sumarjo tadi.
Ada juga Bapak kali yang sabarrr..
Bapak mah, sudah sabar dari dulu..Hehehe..Ya sudah, pelajaran kali ini cukup sampai di sini. Sampai jumpa di lain kesempitan.
Kesempatan, Paaaakkkkk!!!!!!!!!

Advertisements

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s