Review Where The Mountain Meets The Moon

Where the Mountain Meets the Moon
Penulis : Grace Lin

Hampir mirip dengan Pak Rebo, tokoh fiktif ciptaan Mas Didi Kempot, yang justru lahir di hari Kamis, Kakek Rembulan ternyata tidak bermukim di bulan, melainkan di puncak Gunung Tak Berujung. Hal tidak nyambung itu nyatanya harus dipahami sebagai sebuah kabar baik, sebab akan lebih mudah untuk tetap menjadikan siapa penghuni bulan sebagai sebuah misteri yang kerap mengilhami para pemuda untuk merayu pujaan hati, dari pada mengetahui ternyata dihuni oleh kakek kakek.

Meski sudah diketahui tempat tinggalnya, namun Minli sama sekali buta dimana Gunung Tak Berujung itu berada. Ya, Minli hendak mencari Kakek Rembulan untuk bertanya bagaimana caranya menghadirkan peruntungan atau nasib baik, sebab ia tak tahan melihat Ma dan Ba ,sebutan untuk ibu dan ayahnya, berkerja terlalu keras. Keinginan Minli mendapati titik terang, ketika suatu hari ia membeli seekor ikan emas, dan membawanya ke rumah. Namun, karena terlalu miskin, Minli akhirnya melepaskan ikan emas itu ke sungai.
Dan, ternyata ikan emas itu bisa ngomong. Lalu berkatalah sang ikan kepada Minli, bahwa ia mengetahui dimana Gunung Tak Berujung itu berada. Berbekal alamat dan sedikit tips dan trik dari si ikan, maka berangkatlah Minli untuk memenuhi hasratnya bertemu Kakek Rembulan, dan bertanya bagaimana caranya menghadirkan peruntungan. Lalu, dimulailah petualangan penuh keajaiban Minli, yang merupakan sajian utama dari pada buku ini.

Buku ini menggunakan kalimat pembuka khas dongeng dongeng jadul, ‘Pada jaman dahulu kala, di suatu tempat bernama anu, hiduplah si anu bersama anu. Karena anu, kemudian si anu jadi anu, maka jadilah ia beranu. Karena si anu jadi anu dan beranu, maka anunya jadi banyak ‘. Namun, perihal ‘anu’ yang banyak itu ternyata masih aman untuk konsumsi anak anak. Tidak ada adegan adegan sadis semacam pemenggalan kepala, atau bacok perut orang sampai ususnya keluar kemudian dibikin ayunan. Tidak ada.

Buku ini sangat aman untuk dibaca bersama putra dan putri anda, apalagi dengan adanya ilustrasi ilustrasi berwarna yang menggambarkan adegan adegan dalam buku itu, tentu semakin membuat putra dan putri anda semakin tertarik. Atau bagi anda yang belum punya buntut, jangan khawatir, buku ini juga cocok untuk dibaca berdua dengan kekasih anda, teman karib anda, atau binatang peliharaan anda.

Anda: pus, aku mau bacain buku cerita nih ke kamu. Coba tebak judulnya apa, dimulai dengan huruf W?

Kucing : meongg, Whiskas bukan?

Tapi, jika anda kebetulan sedang dalam kondisi galau akut, jangan khawatir buku ini pun bisa mengobati kegalauan anda. Anda galau, berarti anda tidak bahagia. Dan, di buku ini ada resep jitu supaya anda jadi bahagia, selama lamanya hahahaha.
Sebuah resep kebahagiaan milik sebuah keluarga yang selalu bahagia. Dan, ternyata resep kebahagiaan itu sangatlah sederhana, yang barangkali sering anda dengar di acara tausiah keagamaan. Jadi, maukah duhai anda yang sedang galau, yang sedang mencari kebahagiaan, saya beritahu apa sebenarnya resep kebahagiaan itu?

Resepnya ialah…

Mau tauuuuuu ajahhhh :D/

Ah, maafkan saya jika ternyata jawabannya membuat anda terkejut, shock, dan ingin melempar laptop anda. Bukan maksud hati untuk menutupi, tapi tentunya akan lebih baik jika anda membacanya sendiri bukan? Lebih afdol, begitu kata orang orang.
Selain dari pada itu, hal menarik lainnya daripada buku ini ialah kemasannya yang sedikit lain dari pada yang lain. Dengan design cover yang unyu sekaligus misterius di saat yang bersamaan. Sebuah lukisan anak kecil yang sedang memeluk naga, dengan background langit berwarna biru, tanpa tulisan apa pun, kecuali judul dan nama pengarang, bahkan untuk sekedar sinopsis sekalipun. Misterius.

Pada akhirnya buku ini barangkali tidak menyajikan kisah kisah dramatis yang mendebarkan hati, buku ini hanyalah sebuah kisah ‘sederhana’ seorang anak manusia dalam rangka mewujudkan cita citanya. Sebuah bacaan ringan pengisi waktu luang.

 

Advertisements

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s