Kumpulan Budak Setan

kumpulanbudaksetan

 

Kumpulan Budak Setan merupakan kumpulan cerpen dari tiga penulis; Eka Kurniawan, Intan Paramadhita, dan Ugoran Prasad sebagai sebuah tribute kepada penulis horor Abdullah Harahap. Sebagai sebah tribute maka cerpen di dalamnya pun punya bernuansa horor. Covernya pun dibikin mirip dengan buku buku Abdullah Harahap. Di sana ada gambar wanita berambut panjang.
Lipstik merah menyala. Mengenakan baju model V Neck yang oversize. Tangan kanannya memegang erat buah apel yang berlumuran darah. Kalau diperhatikan dengan seksama, lebih mirip versi cantiknya Wiro Sableng ketimbang setan. Barangkali ini akibat dari background color yang kelewat ceria, atau pikiran saya saja yang sedang kemana mana. Maklumin aja.

Empat buah cerpen milik Eka Kurniawan menjadi pembuka, dan tiga buah cerpen ternyata sudah pernah saya baca sebelumnya. Saya penggemar tulisan tulisan Eka Kurniawan. Hal inilah menjadi salah satu alasan mengapa saya membeli buku ini, di samping alasan lain; saya sedang pelan pelan menyukai karya Abdullah Harahap.
Cerpen pertama berjudul Penjaga Malam. Berkisah mengenai kegelisahan seorang penjaga malam yang sedang berjaga di pos ronda ketika teman temannya satu persatu kemudian menghilang. Penjaga malam itu menyangka mereka diculik bajang, sejenis setan. Yang saya suka dari cerpen ini adalah atmosfirnya yang creepy. Hujan, mati lampu, dan setan. Formula yang pas!

Hujan badai berhenti menjelang tengah malam. Kami melihat dua ekor ajak tersesat, mendatangi cahaya lentera di tepi gardu, namun segera bergegas menerobos gerumbul ilalang begitu mereka melihat kami. Binatang binatang liar turun gunung, pikirku, demikian pula hantu hantu. – Penjaga Malam.

Ada sebuah tempat dimana jika kamu pergi kesana berdua dengan kekasihmu, maka hubunganmu akan berakhir. Contohnya mitos jembatan merah di Bogor. Tapi buat Ajo Kawir, ia lebih memilih pergi membawa istrinya, Mia Mia ke taman Inokashira di negeri matahari terbit. Di taman itu berlaku mitos serupa; bisa bikin orang jadi mendadak jomblo. Ajo Kawir ingin berpisah
dengan Mia Mia bukan karena ia tak cinta. Karena alasan lain.
Cerpen kedua ini merupakan ditulis dengan kandungan horor yang minim. Tanpa ada penampakan. Justru judulnya yang cukup horor; Taman Patah Hati. Siapa sih yang mau patah hati?

Riwayat Kesendirian, cerpen selanjutnya dari Eka Kurniawan berkisah tentang rindu jahanam. Ini cerpen favorit saya. Lucu dan getir secara bersamaan.

“Aku minta maaf soal mantan pacarku. Aku mencarimu ke mana mana.”
“Tidak masalah, Pak. Aku memang suka meminum susu. Perempuan membutuhkan banyak kalsium, begitu aku baca di majalah.”
“Apakah kamu baik baik saja?”, tanyaku.
“Karena rajin minum susu, aku jadi sangat sehat.”
“Seandainya aku bisa bertemu denganmu…”
Ia terdiam.
“Ina Mia, aku benar benar mengkuatirkanmu.” – Riwayat Kesendirian

Cerpen terakhir Eka berjudul Jimat Sero. Tentang seseorang yang punya jimat kebal senjata. Orang itu ketika kecil hidup bersama neneknya. Suatu hari ia menangis berhari hari minta pulang ke rumah orang tuanya. Ia tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi. Ia lupa. Tapi siapa sangka gara gara jimat barunya, ia jadi tahu mengapa waktu kecil ia menangis berhari hari di rumah neneknya.

Basah, basah, basah seluruh tubuh
ah, ah, ah, menyentuh kalbu.

Salimah meliuk liukkan tubuhnya yang berkeringat disoroti warna warni lampu panggung. Ditingkahi suara gendang, ia menghentak dengan celana ketat dan baju hitam penuh manik, tak cukup rendah hati untuk menyembunyikan payudaranya yang penuh dan pinggulnya yang sintal.

Goyang Penasaran bercerita mengenai Salimah, penynayi dangdut dengan body aduhai yang dipuja puja dan dihujat secara bersamaan. Ia dipuja para penggemarnya dan dihujat oleh Haji Ahmad. Sampai kemudian Salimah pun menuntut balas dengan caranya sendiri.  Unsur gore mulai hadir di cerpen ini. Tema yang cukup kompleks, balas dendam, cinta dan isu isu tentang seksualitas perempuan. Diselingi penggalan lirik lagu dangdut lawas.  Asiknya digoyaaaangg!!!

Apel dan Pisau. Nah akhirnya, sebuah ceria yang ada apelnya. Seperti gambar dalam cover. Ini berkisah tentang Cik Juli, tante tante yang menceraikan suaminya karena terpincut sama laki laki yang lebih muda empat belas tahun. Berondong, istilahnya. Tentu saja ia menjadi bahan gosip di antara saudara saudaranya. Suatu hari Cik Juli mengundang saudara saudaranya ke rumah untuk memperkenalkan mereka kepada kekasihnya. Dan di sana, saudara saudaranya pun akhirnya mengetahui alasan mengapa Cik Juli memilih laki laki itu. Di samping kemudaanya, tentunya.

Enggak nyangka sama sekali ceritanya bakal seperti itu. Ternyata semenjak SD saya sudah mendengar cerita seperti itu dari guru SD saya. Intan Paramaditha hanya mengambil sepenggal saja. Cerita yang manis.

Pintu menceritakan tentang sebuah mobil Mercy Tiger merah metalik tahun 1982 yang konon dikutuk. Di dalamnya ditemukan pemiliknya mati kehabisan nafas.
Cerita terakhir dari Intan Paramadhita berjudul Si Manis dan Lelaki Ketujuh. Cerita paling sakit. Seorang laki laki menerima sebuah pekerjaan dari seorang perempuan. Perempuan itu membayar laki laki itu untuk bercinta dengannya, dengan cara yang tak biasa. “Kamu belum mengerti juga rupanya. Aku ingin kamu memperkosaku.”, katanya. Perempuan itu ingin berperan sebagai si Manis Jembatan Ancol. Laki laki itu menyanggupi. Tapi disinilah awal malapetaka.

Tepat setelah kububuhkan tanda tanganku, ia memutar kursi hitamnya, menatapku lurus. Sekonyong konyong kurasakan tulang tulangku rontok, berserakan tanpa ampun. Di hadapanku tak kujumpai si Manis, melainkan sebuah kekejian yang siap menelanku bulat bulat. – Si Manis dan Lelaki Ketujuh

Whatt!!

Ugoran Prasad mengawalinya dengan cerpen Penjaga Bisokop. Seorang penjaga bioskop bernama Rusdi jatuh cinta kepada Maria, salah satu penonton. Suatu hari Rusdi ditemukan mati bunuh diri. Dan rahasia bunuh diri Rusdi baru terungkap jauh di negeri Jepang. Salah satu cerpen yang cocok sekali dijadikan film. Endingnya mencampurkan teknologi dan horor.

Dan saya tertawa membaca Hantu Nancy. Nancy seorang pekerja salon yang mati dibunuh secara mengenaskan. Kemudian hantu Nancy datang menemui  satu persatu pembunuhnya. Sebelum dibunuh Nancy mempunyai affair dengan Sudirja, lurah yang sudah punya istri. Gosip pun merebak, antara Nancy dibunuh oleh istri lurah yang cemburu atau oleh Sudirja sendiri karena takut skandalnya terbongkar.
Selama membaca cerpen ini, dipikiran saya Nancy tentunya berwajah cantik. Tapi saya kaget bukan main ketika membaca deskripsi tentang cantiknya wajah Nancy. Geli banget.

Wajah Nancy demikian halus dan cantik. Seperti janjinya pada Zulfikar dulu, jika operasi penanaman payudaranya berhasil, Nancy akan membiarkan kumis dan cambangnya tumbuh dengan anggung. Sungguh Zulfikar tak pernah mengira sedikit pun, bahwa kumis dan cambang bisa membuat seseorang demikian cantik. – Hantu Nancy

Ya kali!

Iskandar, suatu waktu membeli sebuah topeng kuno. Ketika dipakai, ia terlempar ke negeri asing. Ia menjadi bagian berlangsungnya upacara sesat pengorbanan manusia. Iskandar berubah menjadi kanibal. Kejadian itu terulang setiap kali ia memakai topeng. Nasib Iskandar selanjutnya  memberikan twist pada cerpen berjudul Topeng Darah ini.
Dan cerpen terakhir ialah Hidung Ibils. Cerpen absurd mengenai Moko yang mengenali budak budak iblis sejak ia menjadi impoten. Ia berusaha membasmi budak budak iblis tersebut.

Kumpulan Budak Setan, buku yang tidak memberikanmu horor secara gamblang; tidak ada setan meloncat atau sembunyi dibalik kolong tempat tidur, buku ini memberikan ketakutan yang lain, yang membuat manusia terlihat berlaku seperti setan.

Judul: Kumpulan Budak Setan
Penulis: Eka Kurniawan, Intan Paramadhita, dan Ugoran Prasad
Jumlah Halaman: 173
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Rate

Rate

Advertisements

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s