The 100-Year-Old Man Who Climbed Up of the Window and Disappeared

100yo

Kalau kamu berusia seratus tahun, dan pada hari ulang tahunmu, kamu bersuka cita meniup lilin dan menerima kado, maka kamu bukan Allan Karlsson.
Kalau kamu berusia seratus tahun, dan pada hari ulang tahunmu, kamu memutuskan untuk berjoget semalam suntuk, maka kamu bukan Allan Karlsson.
Kalau kamu berusia seratus tahun, dan pada hari ulang tahunmu, kamu merengek rengek minta dibeliin ekstrak buah manggis, maka kamu bukan Allan Karlsson.
Tapi, kalau kamu berusia seratus tahun, dan pada hari ulang tahunmu, kamu memutuskan untuk memulai hidup yang baru dengan seseorang, maka kamu juga bukan Allan Karlsson.
Kalau kamu berusia seratus tahun, dan suka ngomong sama kucing, maka kamu tentu saja bukan Allan Karlsson.
Kalau kamu….

gitu terus sampai lebaran :D

So, siapa itu Allan Karlsson?

Jadi begini, Allan Karlsson ada dibuku yang jika diterjemahkan menjadi Kakek 100 tahun yang manjat jendela terus ngilang. Yup, usianya memang 100 tahun. Dan pada hari ulang tahunnya, ia nekat manjat jendela, kabur meninggalkan rumah jompo tempat selama ini ia tinggal. Di tengah pelariannya, ia tak sengaja membawa lari koper milik anggota gangster ‘kejam’ yang berisi banyak uang. Allan pun diburu. Kejadian itu membuat Allan berkenalan dengan seorang pencuri yang ikut lari membawa koper itu bersamanya. Dan terjadilah petualangan seru yang melibatkan seorang penjual Hot Dog, seorang wanita, dan seekor gajah. Serta seorang polisi yang memburu komplotan Allan atas tuduhan pembunuhan.

The 100-Year-Old Man Who Climbed Out Of The Window And Disappeared dibagi menjadi dua bagian yang ditulis bergantian. Bagian pertama berisi kisah Allan Karlsson lari membawa koper berisi uang, dan kisah kedua adalah tentang masa lalu Allan. Dua duanya menarik. Melalui kisah masa lalu Allan, saya bisa paham mengapa pada usianya yang keseratus tahun ia lebih memilih kabur ketimbang hadir di pesta ulang tahunnya. Kisah hidupnya begitu berwarna, penuh dengan petualangan dan nasib baik yang tak berhenti menaunginya.

Hal menarik lainnya adalah adanya orang Indonesia sebagai tokoh yang cukup penting dalam kehidupan Allan Karlsson, meski penggambaran Indonesia tidak begitu membanggakan, dan sedihnya, memang seperti itulah kenyataannya.

Kisah Allan ini mengingatkan saya dengan Forest Gump, keduanya bisa bertemu dengan tokoh tokoh penting dunia dan mengubah sejarah bersama mereka. Dan ya, buku ini memang jenaka. Bahkan untuk sebuah pembunuhan pun, Jonas Jonasson menuliskannya tanpa ada kesan sedihnya sama sekali. Memang ada bagian yang terkesan lambat, tapi untungnya ditutup dengan ending yang sebenarnya biasa saja, tapi mengejutkan. Bikin ngakak.

Pada akhirnya The 100-Year-Old Man Who Climbed Out Of The Window And Disappeared menurut saya menarik, lucu, sedikit memberikan kritik sosial dengan caranya sendiri dan Allan ini mungkin adalah contoh nyata kalau orang bejo bisa mengalahkan orang pinter :D

Judul: The 100-Year-Old Man Who Climbed Out Of The Window And Disappeared
Penulis: Jonas Jonasson
Jumlah Hal: 516
Penerbit: Bentang Pustaka
Rate: 3

Advertisements