The Giver

thegiver

Dunia ideal versi Lois Lawry dalam The Giver adalah dunia yang absurd, flat dan hampa. Orang orangnya, meski nampak bahagia, tapi mereka sesungguhnya tidak tahu kebahagian yang sesungguhnya. Seperti robot saja. Apa yang mereka kerjakan sehari hari sudah diatur. Pekerjaan mereka sudah diatur. Bahkan kata kata yang mereka gunakan pun sudah diatur. Misalnya kalau ada orang yang minta maaf padamu, maka kamu wajib menjawab ‘ya aku menerima permintaan maafmu’. Memang sih dengan begitu masalah akan lebih cepat selesai, tapi ya enggak ada seninya aja gitu ya. Dan kalau ada yang melanggar peraturan maka akan diperingatkan melalui speaker, kayak di stasiun kereta; PERHATIAN PERHATIAN…

Tapi yang lebih keterlaluan, mereka sampai tidak kenal konsep warna, dunia mereka satu warna semua, baik itu daun, pohon, dll. Mereka tidak kenal hal hal yang biasa kita temukan, rasakan di dunia kita sekarang. Apa yang terjadi dengan dunia mereka sebenarnya adalah sebuah bentuk proteksi, agar hal hal buruk yang terjadi di masa lalu tidak terulang, agar manusia tidak lagi merasakan sakit, kesepian, ketakutan, kebencian, semua jenis penderitaan apa pun itu.

Mereka melupakan masa lalu. Tapi bukan berarti masa lalu itu hilang begitu saja. Kenangan masa lalu itu hanya diketahui dan disimpan dalam kepala Sang Pemberi. Sang Pemberilah yang memikul beban masa lalu umat manusia sendirian. Merasakan sakitnya, kepedihannya, kemarahannya, juga kehangatan dan kebahagian. Sang Pemberi mengetahi semua sejarah dan kisah kisah, tapi ia tak boleh menceritakannya dengan siapa pun. Kecuali kepada orang yang telah dipilih untuk menjadi penerusnya. Sang Penerima Ingatan. Jonas.
The Giver menceritakan tentang Jonas, anak laki laki ber’usia’ Dua Belas yang telah dipilih untuk menjadi Sang Penerima. Jadi, di komunitas ada sebuah peraturan bahwa setiap anak yang telah menjadi Dua Belas,akan dianggap dewasa dan dipilihkan pekerjaan; ada yang menjadi Dokter, Buruh, Asisten Direktur Rekreasi, bahkan Ibu Kandung. Dan Penerima Ingatan berada pada posisi yang paling penting.
Jonas kemudian berlatih untuk menerima ingatan dari Sang Pemberi. Jonas pun menerima pengetahuan baru yang selama ini tidak ia ketahui. Ia mengenal kehangatan mentari, dinginnya salju, dan seiring waktu ia juga menerima ingatan rasa sakit, kelaparan, kehilangan yang semua itu membuatnya tersiksa karena meski itu cuma ingatan, tapi tubuhnya juga ikut merasakan. Jadi kalau Jonas mendapatkan ingatan kakinya patah, maka ketika ia sadar,kakinya akan sakit sekali. Hal tersebut kemudian mengubah cara pandang Jonas terhadap komunitasnya. Ada yang salah. Sang Pemberi pun menyadari hal tersebut, tapi ia tak punya kekuatan untuk mengubahnya. Namun kemudian keduanya sepakat untuk melakukan sesuatu, meski itu akan membahayakan mereka.

Awalnya tidak terlalu menikmati, ketika cerita berkutat mengenai keadaan Jonas dan komunitasnya, tapi menjadi semakin menarik ketika Jonas mulai berhubungan dengan Sang Pemberi. Interaksi keduanya adalah bagian yang saya suka, terutama waktu Sang Pemberi menceritakan tentang anak yang dahulu gagal menjadi Penerima Ingatan. Lama lama, saya jadi kasihan. Bayangkan bagaimana rasanya menanggung semua ingatan sekaligus. Mungkin tidak masalah kalau hanya ingatan yang menyenangkan, tapi ada juga ingatan yang menyedihkan. Sangat menyedihkan.

The Giver adalah bagian dari tetralogi, dan karenanya endingnya terkesan gantung. Buku ini juga punya cerita yang boleh dibilang tanpa konflik yang berarti (menegangkan) sehingga terkesan datar saja. Kesannya malah jadi muram, demi mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi pada semua orang, dan perasaan Sang Pemberi yang sendirian menanggung beban. The Giver juga sudah difilmkan tahun ini.

Judul: The Giver
Penulis: Lois Lowry
Jumlah Halaman: 232
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Rate: 3,5

Advertisements

3 thoughts on “The Giver

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s