Her Sunny Side

sunny

Jadi gini, sebelum nulis review, gue mau cerita dulu ya. Kalau gue koprol dulu kan bisa mumet kepala. Apalagi koprolnya sambil ngerjain TTS. TTS pake sandi rumput pula. Rumputnya rumput gajah. Gajahnya gajah bengkak, dst.
Jadi begini ceritanya…
Basman menyelamatkan rusa dari kebakaran dan membawanya ke tempat yang aman. Si rusa mengucapkan terima kasih, dan meminta pertolongan lagi kepada Basman. “Minta tolong apa?” Tanya Basman.
“Begini, sebenarnya aku bukan rusa betulan. Aslinya aku adalah pangeran. Tapi aku akan berubah jadi pangeran lagi kalau ada yang menciumku. Jadi, kamu mau cium aku?”
“Enggak salah?” Tanya Basman, “biasanya gadis yang disuruh cium.”
“Untuk kasusku, tidak masalah laki laki atau gadis yang mencium. Sama khasiatnya.”
Tapi Basman langsung menolak.
“Kenapa, nanti aku kasih hadiah.”
Basman tetap menolak.
Si rusa terus berusaha. “Enggak pakai nafsu juga enggak apa apa kok.”
“Sialan. Yang nafsu sama kamu itu sapa!”
“Heuheuheuheu.”
“Jangan ketawa!!”
“Ah iya aku baru ingat,” kata si rusa tiba tiba, “ciumnya enggak di bibir kok. Di pantat juga boleh”
“Masa? Tapi, enggak di pantat juga kali”
“Iya, boleh dimana saja. Mau ya. nanti tak kasih hadiah banyak.”
Basman pun mencium si rusa, di keningnya. Dan, munculah asap tebal menyelubungi rusa itu. Basman mundur, dan menunggu dengan sabar sampai rusa kembali ke bentuk semula; menjadi pangeran.

Dua jam kemudian.
Asap itu masih belum hilang. Si rusa belum kelihatan. “Woi, rusa! Kapan kamu berubahnya!”
“Nunggu asapnya hilang dulu.” Teriak si Rusa.
“Kapan itu?”
“Yah, kira kira dua harian lah.”
“Eh, buset. Lama beut.” Basman keki, dan keluarlah sifat alaynya. “bisa jamuran nih aku nunggu.”
“Tidak apa apa. Kalau kamu jamuran, nanti aku sembuhkan.”
“Bukan jamuran seperti itu maksudku.” Basman mulai berpikir si rusa agak kurang daya pikirnya.
“Bukan jamur seperti itu?.” tanya si rusa.
“Bukan. Sama sekali bukan.”
Terjadi keheningan sebentar, dan si rusa bicara lagi. “Aku mengerti.”
“Mengerti apa?” Tanya Basman.
“Kamu akan bosan menungguku. Jadi lebih baik kamu pulang dulu ke rumah. Nanti balik lagi ke sini.”
Mendengar hal itu, Basman menarik kembali anggapannya mengenai daya pikir rusa.
Lalu Basman pamit pergi.
“Hati hati,” teriak si rusa, “salam buat istrimu.”
“Aku belum punya istri.”
“Oh, kalau gitu salam buat anakmu.”
Basman terhenti, apakah rusa ini benar benar bodoh? Tanyanya dalam hati.
“Heuheuheu, aku becanda..” Basman ikut tertawa. Tentu saja ia becanda, pikirnya. Kemudian si rusa berkata lagi, “maksudku aku nitip salam buat cucumu.”
Basman tidak menjawabnya. Pun ketika si rusa berteriak “hei, aku serius, salam buat cucumu ya!”

Dua hari kemudian, Basman kembali ke tempat itu. Asap telah hilang. Berarti si rusa telah berubah jadi pangeran. Basman mencari sosok pangeran itu. Basman melihat ada yang datang dari balik pohon, dan berkata kepada Basman. “Halo, kita bertemu lagi.”
Alis Basman tertarik ke atas. “Siapa kamu?”
“Aku si rusa. Sekarang aku sudah berubah.”
“Itu dusta.”
“Tidak. Aku si rusa yang kemarin kamu tolong.”
Basman menolak kenyataan itu. Di depannya berdiri sosok pangeran yang berbeda jauh dari bayangannya. “K-kemarin katanya kamu akan berubah jadi pangeran?”
“Iya, aku pangeran.”
“T-tapi kamu kan babi?”
“Lha iya, aku kan pangeran babi.”
Basman tak bisa berkata apa apa. Shock.

Maaf kalau ceritanya kepanjangan. Nanti ada terusannya kok. Jadi begini, kondisi Basman sama gue setelah membaca buku ini agak agak mirip. Bedanya, gue enggak ketemu rusa yang bisa ngomong. Bedanya gue enggak lagi di hutan. Persamaanya, sama sama ketemu hal yang tidak terduga, tapi kemudian bahagia. Memang cerita di atas, Basman belum terlihat bahagia, tapi nanti. Semua akan indah pada waktunya, begitu kira kira.
Yang gue maksud dengan ketemu hal yang tidak terduga yaitu gue lagi ngomogin cerita di buku Her Sunny Side. Mulanya memang agak datar, tapi menjelang ending, twistnya buat gue keren. Gue sama sekali enggak bisa nebak. Somehow gue jadi inget Haruki Murakami, sama Hayao Miyazaki.
Pokoknya endingnya sukses menjungkir balikan prediksi jalan cerita yang gue pikir bakal berakhir klise.

Kalau sudah jodoh, nanti bakal ketemu di pelaminan. Kalau enggak jadi pengantinnya, ya jadi tamunya  gitu ya. Ungkapan itu (kayaknya) cocok dengan kondisi Okuda Kosuke yang kembali bertemu dengan teman masa kecilnya, Watarai Mao. Pertemuan itu membuat Okuda Kosuke kembali mengenang ke masa dimana ia dan Mao pernah menjadi teman sekolah. Waktu itu, Kosuke sering membantu gadis itu dalam hal pelajaran, karena Mao tidak terlalu pintar. Tapi 10 tahun kemudian, setelah Kosuke bertemu lagi dengan Mao, gadis itu telah berubah. Keduanya lalu menjadi dekat, dan akhirnya memutuskan untuk menikah.

Tapi, ada sesuatu tentang Mao yang Kosuke tidak tahu. Rahasia Mao pun perlahan terungkap. Dan, kesungguhan cinta Kosuke pun diuji.

Buku yang punya judul asli, Hidamari no Kanojo ini tidak terlalu mengumbar konflik, bahkan cenderung biasa saja. Sebagian besar menceritakan keseharian pasangan baru itu. Mungkin bagi yang mengharapkan kisah yang mengharu biru bakal kecewa. Kisah cinta mereka dituturkan secara sederhana, ringan, dan manis. Buku ini juga sudah difilmkan dengan judul The Girl In The Sun, dimana Watarai Mao diperankan oleh Ueno Juri.

Pada akhirnya, hal yang paling menarik dari buku ini adalah endingnya. Koshigaya Osamu berhasil memberikan kisah cinta yang unik, sebuah slice of life dengan ending yang tiada duanya. Magical, menurut gue. Tapi, gue juga punya pemikiran kalau endingnya itu tergolong love and hate ending. Kalau suka ya bakal suka sekali, kalau enggak suka, bakalan protes; apa sih ini!

Dan yang terakhir, gue mau nerusin cerita Basman. Tinggal dikit.
Basman akhirnya menerima kenyataan, dan memilih pulang. Di perjalanan pulang ia bertemu dengan gadis berambut singa; rambutnya awut awutan mirip singa. Gadis itu menghampiri Basman.
“Kamu lihat rusa?”
Basman berhenti. “Rambutmu kenapa?”
“Aku tanya sekali lagi, kamu lihat rusa?”
“Aku juga tanya sekali lagi. Rambutmu kenapa?”
Gadis itu mendengus kesal. “Jawab dulu pertanyaanku!”
Basman enggak mau kalah. “Pertanyaanku dulu lah.”
“Aku dulu!”
“Aku dulu!”
“Aku dulu!”
“Aku dulu!”

Empat jam lima belas menit dua puluh detik kemudian.

“Aku capek,” kata gadis itu, “baiklah aku aku jawab pertanyaan kamu.”
“Iya, aku juga capek. Aku juga akan menjawab pertanyaan kamu.”
“Aku dulu yang jawab ya.”
“Aku dulu aja yang jawab.”
“Aku dulu!”
“Aku dulu!”
“Aku dulu!”
“Aku dulu!”

Tiga jam dua puluh sembilan menit empat puluh detik kemudian, gadis itu yang pertama menjawab setelah keduanya melakukan suit. Dan, satu jam kemudian mereka mulai akrab. Dan bertahun tahun kemudian mereka tetap bersama sama, setelah gadis itu mengajak Basman untuk bergabung menjadi agen rahasia AAB Corp. Nama gadis itu Jingga.

Judul: Her Sunny Side
Penulis: Koshigaya Osamu
Penerbit: Haru
Tebal: 224 hlm
Rate: 3,75

Advertisements

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s