Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2017

blindwmn

Cerita favorit. Birthday Girl. Bercerita mengenai seorang gadis yang melewatkan hari ulang tahunnya yang ke dua puluh dengan bekerja di sebuah restoran Italia menggantikan temannya yang sakit. Pemilik restoran itu tinggal di lantai enam gedung  yang sama, dan tak ada seorang pun yang pernah melihat wajahnya. Setiap hari, manager restoran akan mengantarkan makan malamnya tepat pukul delapan. Setiap hari. Namun, malam itu, si manager mendadak sakit sehingga tugasnya diserahkan kepada gadis yang berulang tahun. Ternyata, si pemilik restoran cukup baik padanya dengan memberinya sebuah kado ulang tahun yang luar biasa.

Cerita ini menjadi favorit karena awalnya cenderung biasa saja, dan jadi menarik ketika dikenalkan tokoh pemilik restoran. Siapakah pemilik restoran itu sebenarnya dan jawaban apa yang diberikan gadis itu mengenai kado ulang tahunnya ialah dua hal yang paling berkesan. Imajinasi jadi liar dipenuhi dengan jangan jangan. Jangan jangan pemilik restoran itu alien, setengah dewa, atau hanya orang biasa yang luar biasa kaya atau kuat. Jangan jangan ia dari masa depan, semacam penyintas waktu. Atau jangan jangan ia adalah seekor kucing. Kucing super. Miaw.

Dan Birthday Girl pun punya ending yang mengesankan kalau tak bisa dibilang agak menyebalkan. Meninggalkan sebuah imajinasi liar, dipenuhi kira kira. Kira kira apa yang saya lakukan kalau di posisi gadis itu?

Cerita paling santai. Perfect Day for Kangaroos. Bisa juga disebut cerita paling datar, tapi asik untuk dibaca. Ini seperti menonton film filmnya Hirokazu Kooreda, Ho Sang Ho yang monoton tapi menghanyutkan. Bercerita mengenai sepasang kekasih yang pergi ke kebun binatang untuk melihat bayi kanguru. Saya diajak untuk jadi obat nyamuk, ngelihatin mereka pacaran sambil ngobrolin kanguru.

Cerita paling horor. The Mirror. Sebenarnya ini satu satunya cerita yang menyinggung hantu hantu, otomatis jadi cerita paling horor. Judulnya cermin. Sudah bisa ditebak khan hantunya muncul dimana. Tidak terlalu seram.

Cerita paling disturbing. Crabs. Maksudnya lebih ke cerita yang sempat membikin perut saya jadi enggak nyaman. Berkisah mengenai dua orang yang menemukan rumah makan kepiting murah meriah dan enak. Akhirnya mereka ketagihan makan di tempat itu. Hingga suatu malam, si lelaki menemukan kenyataan yang mengejutkan, mengguncang kehidupannya yang membuatnya kapok untuk makan kepiting selama lamanya. Kenyataan mengejutkan itulah yang membuat perut bergolak sedikit. Kalau saja waktu itu saya habis makan dua piring, dan bacanya sambil naik wahana perahu Kora Kora, dipastikan saya akan muntah. Dan mau enggak mau, kalau nanti lihat kepiting lagi, mungkin saya akan ingat cerita ini, atau mungkin ingat yang lain. Ingat kamu misalnya. Atau Mr. Krabs di Bikini Bottom.

Cerita paling saya ingin jadi tokohnya. Where I’m Likely to Find It. Bercerita mengenai seorang nyonya yang kehilangan suaminya sewaktu pergi melihat ibunya. Nyonya itu tinggal di lantai 26, dan ibunya di 24. Si suami hilang di tangga antara lantai 24 dan 26. Hilang di udara. Nyonya itu lalu minta bantuan seorang detektiv khusus menangani hal hal yang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat. Nah, saya ingin jadi detektiv tadi. Menyelidiki kasus kasus ganjil. Semacam yang ada di serial X Files.

Cerita paling familiar. Firefly. Pada dasarnya ini adalah versi ringkasnya Norwegian Wood. Dua orang sahabat. Satu wanita. Sanatorium. Bunuh diri. Teman satu kamar yang aneh. Minus Midori dan Reiko. Tapi bagi yang belum membaca Norwegian Wood, lebih baik diskip saja. Biar enak nanti baca Norwegian Woodnya.

Cerita dengan quote yang menawan. New York Mining Disaster. Ada beberapa quote yang berkesan buat saya. Diantaranya: ‘Clothes aren’t important. The real problem is what’s inside them.’ Ini seperti sebuah ungkapan jangan menilai orang dari penampilannya saja. Nilailah dari apa yang ada di dalam hatinya. Karena sebenarnya kita adalah makhluk makhluk yang telanjang apabila sedang mandi.

Selain itu, di cerita ini juga ada tips mengatasi gangguan terlalu banyak pikiran saat malam. ‘When I get depressed, I start to clean. Even if it’s two or three in the morning. I wash the dishes, wipe of the stove, mop the floor, bleach the dish towel, organize my desk drawers, iron every shirt in sight.’ Intinya bisa jadi membuat badan jadi lelah, kalau sudah lelah kan gampang buat tidur.

Selain cerita yang sudah disebutkan di atas, masih banyak cerita cerita yang sayang untuk dilewatkan dengan total 24 cerita. Jumlah yang sangat lumayan. Dengan tema yang sama sekali berbeda. Blind Willow Sleeping Woman, sebuah kumpulan cerita pendek Haruki Murakami yang akan membuatmu terpesona oleh jalinan cerita yang sureal, tak masuk di akal tapi masuk di hati. Tsahh!! Beberapa cerita memang aneh dan butuh pemahaman tingkat tinggi untuk bisa mengambil maksud dan tujuannya. Saya sih enggak terlalu ngoyo biar bisa paham semuanya. Yang penting menikmati.

Terakhir, cerita dengan judul paling menawan. Blind Willow, Sleeping Woman. Dibaca berulang kali tetap indah, menarik dan misterius. Apa hubungan antara pohon Willow dengan wanita yang tertidur? Sebuah dongeng gelap yang terselip di antara kenangan yang merambat saat mengantar sepupu berobat.

Advertisements

Read Full Post »

Yang berlebihan memang kadang tidak baik. Kelebihan utang,lemak, bahkan duit atau cinta. Kelebihan duit bisa jadi bumerang bagi kehidupan kita kalau duitnya dipakai untuk beli bumerang. Sementara kelebihan cinta, ada yang bilang akan menghilangkan nyawa. Too much love will kill you, katanya. Contoh satu lagi ialah kelebihan lawakan. Dimana itu bisa terjadi? Di film Thor: Ragnarok tentunya. 

Thor: Ragnarok memang penuh dengan lawakan. Seolah olah penonton dijejali lawakan setiap waktu. Sayangnya lawakan terlalu banyak malah justru mengurangi kadar keawesomean film ini sendiri. Misalnya ketika ada adegan yang seharusnya bisa menjadi keren maksimal pake banget, tapi karena diselingi lawakan malah jadi biasa saja. Memang sih lawakannya ada yang lucu, tapi ada juga yang garing.

Untungnya masih ada beberapa faktot yang membuat Thor: Ragnarok patut untuk ditonton. Pertama ialah Thor nya itu sendiri yang kali ini akan tampil beda meninggalkan dua ciri khasnya; rambut panjang dan palu. Thor terpaksa potong rambut jadi pendek sehingga akan membuat kecewa golongan penonton yang menggemari rambut panjangnya yang indah, yang tersibak manakala menghajar musuh. Dan senjata andalannya, palu super, akan pecah berantakan seperti yang ada di trailer. Tapi, saya malah suka. Tanpa palu, berantemnya Thor jadi lebih bervariasi. Enggak cuma mukul aja. 

Kedua ialah musiknya. Siapa yang tak suka mendengar Pangeran Cin.., eh Immigrant Song dari Led Zeppelin mengalun mengiringi Thor bertarung? Kemudian scoringnya yang sedikit mengingatkan saya pada dunia Tron. Ketiga ialah karakter pendukung yang tak mudah dilupakan. Si manusia batu Korg, yang suaranya lebih cocok jadi penyanyi ketimbang pemimpin revolusi. Hera, villain dengan kemampuan bertarung yang mengerikan, dan tak lupa Hulk,yang sayangnya karakternya jadi jauh berbeda dengan Hulk yang selama ini saya kenal. Enggak ada kesan bengisnya. Salah satu yang mengecewakan dari film ini. Apa apan dah!  Untungnya, Dr Strange tampil keren banget. Dan, ada Matt Damon. Lmao.

Akhirnya, Thor: Ragnarok memang layak untuk ditonton. Buanglah harapan untuk melihat film superhero yang menegangkan. Film ini akan memuaskan kalian jika memang tidak masalah dengan lawakan yang melimpah ruah. Tidak menganggapnya sebagai hal yang berlebih lebihan. Meski tetap saja, yang berlebihan itu tidak baik, kecuali satu; kelebihan amal jariah. Thor: Ragnarok film Marvel paling lucu, dan yang terbaik rilisan tahun ini. 

Read Full Post »

Dibuka dengan sebuah kecelakaan mobil, lalu diperkenalkan Justine, yang tak bisa makan daging. Ia mahasiswi baru calon dokter hewan. Sebuah kejadian waktu ospek menjadi trigger bangkitnya sesuatu yang ganjil di tubuhnya. Tubuhnya keluar angka satu, tiga.. Hmm, bukan gitu. Tubuhnya keluar hewan kecil yang hobi nyolong timun. Hmm, bukan gitu juga. Aku bisa jelaskan. Itu kancil.

Yang benernya, gadis manis itu jadi suka makan daging. Padahal sebelumnya, selalu muntah tiap kali menyantapnya. Hingga kemudian ia menjajal daging manusia. Lantas ketagihan. Tapi, ia tetaplah gadis lugu baik hati yang tak ingin membunuh manusia demi melampiaskan nafsunya. Ia tak lantas jadi serial killer kayak Hanibal. Justru ia mati matian menahannya. Menjadi kanibal bukan kemauannya. Bukan kemauan semua orang juga, saya yakin.

Mulanya saya kira, ini akibat jalan hidupnya sebagai vegetarian sehingga nafsu makan dagingnya ia tahan, tapi terlalu lama ditahan jadinya mana tahaaann.. dan perlu waktu hampir seluruh durasi film untuk tahu bahwa perkiraan saya salah, dan saya senang karenanya. Ini tidak ada hubungannya dengan jadi vegetarian. Ini berarti jalan ceritanya tidak tertebak.

Raw sebaiknya tidak ditonton oleh kalian yang punya perut lemah, gampang muntah melihat darah. Tapi darah bukan satu satunya yang tak nyaman dilihat, ada hal yang lainnya. Salah satunya melibatkan rambut. Rambut yang panjang, dan basah. Rambut yang pendek juga ada. Raw juga tak boleh ditonton kalian yang dibawah umur. Saking disturbing dan ada telanjang telanjangnya segala.

Raw ialah film tentang kanibalisme tingkat dasar. Permulaan. Tapi tak melulu isinya makan orang. Tenang, seingat saya cuma ada satu adegan makan orang yang benar benar dilihatkan. Tapi ya, disturbing maksimal. Si Justine nya justru kelihatan menikmati sekali. Kalau Justine ini Pak Bondan, pasti bakal bilang ‘maknyus!!’ Tapi, saya lebih tertarik mengenai love hate relationship antara Justine dan Alexia, kakaknya yang juga kuliah di kampus yang sama. Ada masa ketika mereka berdua saling sayang, ada pula masa keduanya ingin bunuh bunuhan. Banyak momen tak terlupakan manakala keduanya ada dalam satu layar. Hal menarik lainnya ialah film ini sedikit memberi gambaran bagaimana kuliah dokter hewan berlangsung. Misal pas kuliah di depan kelas ada sapinya. Atau ospeknya disiram pakai darah hewan sampai kuyup. Tapi, enggak tahu kalau di sini ya.

Garance Marillier berhasil sekali memerankan Justine. Wajahnya imut imut tak berdosa seperti perpaduan Emma Roberts dan Hikari Mitsushima yang ajaibnya masih tetap memikat meski bersimbah darah. Raw didukung oleh sinematografi yang cantik dengan warna warna merah mendominasi. Adegan simbolis juga sempat hadir. Seekor kuda yang diikat, sedang lari di treadmill. Ingin menggambarkan nafsu di tubuh Justine yang menggebu gebu. Mungkin. Serta iringan scoring yang membuat film ini jadi lebih mantap soul, membuat dada semakin buncah di adegan tertentu. Iya, nonton Raw memang kebanyakan terganggu, shock, terpana. Tapi sempet ngakak lumayan lama. Jadi ada satu adegan yang lucu banget. Satu satunya. Waktu Justine lagi nunggu di rumah sakit. Ekspresi mukanya Justine itu lho. Sama lawan mainnya juga. Saya jadi yakin, seandainya pas saya tertawa lalu ada teman saya yang lihat, pasti dikira lagi nonton film lawak. Dan akhirnya, film yang punya judul lain Grave ini memang segmented meski memang matang di berbagai sisi. Santaplah!

picsart_10-23-11-2017093035.jpg

Read Full Post »

Seringkali menyenangkan tatkala sebuah lagu yang disukai tiba tiba terputar di salah satu adegan film tanpa kita duga sebelumnya yang tentu saja akan menjadikan adegan tersebut menjadi berkesan. Sebuah kejutan yang manis. Terakhir kali hal itu terjadi waktu saya menonton Valerian and The City of Thousand Planets sewaktu Space Oddity milik David Bowie mengalun di opening scene. Well, saya bukan fans beratnya beliau, tapi siapa yang bakal menolak Space Oddity? Atau siapa yang enggak suka We Are The Champion punya Queen? Benar sekali, di The Babysitter lagu itu terdengar mengiringi salah satu adegan paling keren di film ini.

The Babysitter bercerita mengenai anak kecil yang sudah terlalu besar untuk punya babysitter tapi ia punya itu. Alasannya karena Cole, nama anak itu, terlalu tidak bisa diandalkan untuk tinggal di rumah sendirian waktu orang tuanya pergi liburan. Cole penakut, dan sering dibully teman temannya. Babysitter yang menjaga Cole bernama Bee. Wanita seksi yang punya potensi untuk ‘menyengat’ setiap pria yang melihatnya. Dan film ini, bassicly emang mau nunjukkin ‘sengatan’ Bee yang sungguh dahsyat, dan tajam. Setajam silet yang sudah diasah sehari semalam. Kan maen.

Saya enggak mau cerita banyak mengenai jalan ceritanya, karena menurut saya akan lebih baik kalau tahu cuma sedikit saja. Meski kalau tahunya sedikit memang enggak bikin kenyang ya. Jadi masalah bermula ketika Cole didoktrin oleh cewek tetangganya yang mengatakan bahwa biasanya babysitter akan memasukan pacarnya ke dalam rumah waktu bocah yang sedang dijaganya tidur, lalu ena ena deh. Malam harinya, Cole yang penasaran pun pura pura tidur. Lalu mengintip babysitternya itu, dan apa yang ia lihat sungguh mengejutkan, dan sama sekali di luar dugaan. Horor pun dimulai.

The Babysitter sepertinya akan membuat pecinta horor slasher tersenyum. Dengan darah yang tak malu malu menyemprot ke muka, cukup gore untuk ukuran film dengan tokoh utama anak kecil. Tak hanya itu, film ini juga cukup lucu yang akan membuat tergelak di sela sela darah yang mengalir. Serius, film ini lebih lucu dari perkiraan saya. Mengingatkan saya dengan film Tucker and Dale vs Evil. Satu satunya pertanyaan yang mengganjal yaitu kok tetangganya pada enggak ada yang dengar ya ribut ribut kayak gitu? Oh, mungkin lagi tidur kali ya. Tanya sendiri dijawab sendiri. Terkadang hidup lebih baik memang seperti itu. Jawaban sendiri bisa memuaskan. Tapi tidak semua pertanyaan bisa dijawab sendiri. Pertanyaan macam ‘sudah punya pacar apa belum?’ itu ya jangan sampai dijawab sendiri. Halu bener.

Film ini disutradarai oleh sutradara yang namanya lumayan pendek, McG. Beliau menyutradari 3 Days To Kill yang saya tidak suka kecuali Amber Heard nya. Dan otomatis The Babysitter menjadi film favorit dari semua film McG yang pernah saya tonton. Ada banyak momen momen memorable, salah satu sudah saya sebutkan sebelumnya, yang melibatkan lagunya Queen. Yang lainnya misalnya pembunuhan pertama. Itu shocking sih, enggak nyangka bakal kaya gitu ditambah adegan selanjutnya yang malah bikin ngakak. Tak lupa, babysitter idaman setiap pria, Bee yang somehow kayak hibrid Gena Davis, Megan Fox dan Cinta Laura. Samara Weaving memang sangat pas memerankan Bee. Btw, menurut imdb, si Samara ini pernah tinggal di Indonesia lho. Entah kapan tinggalnya. Namanya juga sering saya dengar. Apalagi pas ada temen nikahan. Semoga samara ya..

Akhirnya, The Babysitter wajib kamu tonton apabila menyukai film film yang penuh darah, dan tak masalah dengan adegan pembunuhan yang ditampilkan secara jelas. Meski demikian, film ini boleh juga menjadi semacam film cooming of age yang bekerja dengan cara unik serta romansa yang malu malu untuk diakrabi. Oh satu lagi, ada setelah bubaran ada lagi satu adegan post credit yang sayang untuk dilewatkan. Sequel? Yes, please.

Read Full Post »

Happy Death Day (2017)

Di hari ulang tahunnya, Tree harus tewas oleh pembunuh bertopeng. Untungnya cewek remaja itu diberi kesempatan untuk hidup lagi tepat di hari ia akan terbunuh. Ia harus bisa mencegah agar tidak terbunuh dengan cara mencari siapa pembunuhnya itu. Apabila tidak berhasil, ia akan kembali mengulang hari kematiannya itu.Yah, tentu saja Tree tidak langsung menyadari kalau ia harus terjebak dalam pengulangan tersebut. Tree harus melalui fase “ini cuma mimpi” hingga fase “sueek, gue harus ngapain lagi ini woy!!” Untungnya ia tidak sampai fase “Duuhh, gue pengen rebahan di perut kucing.” karena itu berarti kepasrahan. Tree tidak menyerah. Ia berjuang. Berjuang. Berjuang sekuat teenagaa. Tetapi jangan lupa. Perjuangan harus pula disertai dengan doaa.. Tau ini lirik lagu siapa? Hebat kamu!

Asiknya, tidak cuma Tree yang pusing mencari pembunuhnya, saya pun demikian. Pembunuh sebenarnya rapi disimpan hingga menit menit terakhir. Saya beberapa kali salah menebak. Dan ketika akhirnya pembunuhnya ketahuan siapa, wow, engga nyangka kalau itu dia.

Sebagai film thriller, Happy Death Day memang menegangnya, sekaligus kocak. Tegangnya ya khas film film pembunuh bertopeng, waktu Tree diburu oleh si pembunuh, dan upayanya untuk mencari siapa yang bunuh, seringkali bikin ketawa. Beberapa kali. Dan akan jauh lebih seru seandainya saya tidak menonton trailernya, karena ada spoiler satu adegan yang seharusnya bakal lebih surprise di filmnya. Tapi menonton trailernya sendiri juga enggak masalah, masih tetap asik untuk ditonton. Dan kelebihan menonton trailernya ialah adanya lagu In Da Club nya 50 Cent yang pas sekali. Cuma sayangnya, enggak muncul di filmnya. Padahal ta tungguin.

Happy Death Day tidak terlalu sadis, adegan pembunuhannya tidak diperlihatkan. Cuma sebaiknya tidak ditonton bagi yang masih dibawah umur, karena ada beberapa dialog yang cukup vulgar, cuma orang dewasa aja yang harusnya tahu. Kalau untuk nudity, film ini relatif aman. Hanya ada kelihatan bagian punggungnya saja. Itu juga bukan sedang ena ena, melainkan jalan jalan di sekolah ga pakai baju.

Akhirnya, Happy Death Day pantas untuk ditonton meski diperankan oleh wajah wajah yang kurang familiar, pembunuhannya akan membuatmu tegang, siapa pembunuh bertopeng sebenarnya akan membuatmu mikir dan mulai nebak nebak, komedinya akan membuatmu tertawa, dan tak lupa sisipan drama yang pas dan tak lebay. Dan tak lupa ada pelajaran yang bisa dipetik bagi yang memang ingin memetiknya. Jreng jreng.

Read Full Post »

Alam identik dengan keindahan, mbah dukun dan bencana. Bencana alam sangat dihindari oleh kita semua karena itu berbahaya. Meski demikian, kita terkadang suka melihat bencana dalam wadah sinema. Yah, kurang lebih sama kaya film horor, lebih suka lihat setan di film film ketimbang ketemu di dunia nyata. Kecuali mungkin, bakso setan dan nasi goreng setan. Nah, film Geostorm ini diharapkan penuh dengan aksi bencana yang melanda bumi, menghancurkan bangunan bangunan, membuat kekacauan. Namun semua hanya tinggal harapan. Kehancuran kehancuran yang biasanya ada dalam film bencana, terpampang terlalu sedikit. 

Bermula dari itikad baik untuk menghilangkan semua bencana alam di muka bumi, dibuatlah sebuah alat canggih yang melayang di atas bumi bernama Dutch Boy. Dutch Boy mampu menggagalkan bencana yang akan terjadi sehingga berita berita kematian masal akibat bencana sudah tidak terjadi lagi. Dutch Boy setia melindungi bumi, sampai terjadi sebuah insiden yang mengakibatkan orang satu kampung meninggal dunia. Dan disusul insiden insiden yang lain. Keadaan ini memaksa pencipta Dutch Boy untuk menyelidikinya, dan ternyata ia menemukan kenyataan yang mengejutkannya. 

Tidak seperti film film disaster yang lain, contohnya The Day After Tomorrow atau 2012, Geostorm sedikit berbeda. Kesan survivalnya teralihkan oleh drama terorisme berujung konspirasi dengan adegan adegan aksi semacam penculikan, kejar kejaran mobil, peretasan serta sisipan drama keluarga. Bagi yang mengharapkan banyak bencana alam terus orang lari lari menyelamatkan diri tak terkecuali tokoh utama, film ini dibawah ekspektasi sih jadinya, padahal Geostorm punya semua jenis bencana untuk ditampilkan. Yah, namanya juga film tentang bencana alam, pasti inginnya lihat alam mengamuk sebanyak banyaknya khan. Kecuali film tentang bencana hati. Duh!

Untuk CGI nya juga masih ada beberapa yang terlihat kurang mulus. Scoringnya biasa saja. Dramanya kurang kena di hati. Yang lumayan cuma Abby Cornis seorang. Heu.

Kesimpulannya, Geostorm filmnya mengecewakan. Lebih baik lihat trailernya saja. Lebih wah. 

2/5

Read Full Post »

Yang memutuskan untuk menjadi vegetarian ialah Young Hye, perempuan, yang menurut suaminya biasa biasa saja. Keputusannya menjadi vegetarian mengejutkan suaminya beserta keluarga besarnya. Young Hye benar benar tidak ingin makan daging. Bahkan saat keluarganya memaksa. Penyebabnya ialah mimpi. Suatu hari Young Hye mimpi, bangun dan menjadi vegetarian. Itu saja. Mimpinya apa, nanti diceritakan, tapi ga terlalu jelas juga. Jadi kalau kamu semalam mimpi liat semangka, terus pas bangun kamu pengin jadi semangka maka kamu mirip Young Hye. Rada sableng. Cuma kalau kamu mimpi kawin, terus kamu pengen kawin, hmm ya itu wajar sih. Ehehehe. Tapii, Young Hye mimpinya bukan lihat semangka lho ya.
Yang kemudian menjadi masalah ialah kelakuan Young Hye yang tambah ajaib sejak jadi vegetarian. Stock daging sekulkas dibuang semuanya. (Buat pecinta daging, ini horor banget ya. Bayangin aja sesuatu yang disayang banget malah dibuang gitu aja. Dibuangnya sama orang yang disayang juga. Double ngenesnya.) Memaksa suaminya yang bukan vegeterian ikut tidak makan daging. Tidak hanya itu, ia kadang jadi lebih suka tidak pakai baju. Hingga kemudian terjadi hal yang tragis dan menyedihkan.

Yang menjadi pencerita ialah suami Young Hye, kakak perempuan Young Hye, dan suami kakak perempuan Young Hye alias kakak iparnya. Buku ini memang terbagi menjadi 3 bagian sesuai dengan siapa yang bercerita. Bagian pertama (Suami Young Hye) mengisahkan awal mula Young Hye jadi vegetarian dan kelakuan ajaibnya. Bagian kedua (kakak ipar Young Hye) ialah bagian mesum tapi (anggap saja) nyeni yang melibatkan tubuh tubuh yang dilukis seluruhnya kemudian ena ena. Bagian terakhir diceritakan melalui sudut pandang kakak perempuan Young Hye. Bagian ini mungkin yang paling menyedihkan, dan mbingungi, lantas ditutup dengan ending yang menyebalkan. Potato. Kentang. Mungkin lebih tepatnya, i want more..

Yang sedikit mengejutkan ialah Vegetarian ternyata tidak segore dugaan saya. Mulanya saya berpikir ceritanya tentang seorang yang menjadi vegetarian kemudian jadi gila dan mulai bunuh bunuhin orang, lantas dimakan. Vegetarian lebih ke sisi psikologis, bagaimana perilaku aneh Young Hye mempengaruhi kehidupan mereka. Meski demikian, Vegetarian tetap punya hal hal yang bisa membuat kening berkerut sampai syok ringan. Keadaan Young Hye menjelang akhir itu memang sungguh membuat tidak nyaman.

Yang membuat buku ini menarik untuk dibaca ialah gaya Han Kang dengan mengambil 3 sudut pandang yang membuat novel ini menjadi seperti 3 cerita yang tidak berhubungan satu sama lain. Meski sayangnya, sudut pandang tokoh Young Hye justru malah tidak ada. Padahal ini yang saya tunggu untuk menjelaskan secara langsung fenomena yang ada padanya. Menyelesaikan buku ini jadi semacam ada yang kurang. Untungnya terjemahannya asik, enak untuk dibaca sampai habis. Terima kasih ya kakak penerjemah. Apa yang kamu lakukan itu… keren. Ngikutin gaya Cinta eh kakak Young Hye di buku ini. Ada perkataan kakaknya Young Hye yang sama dengan kata Cinta di film AADC 2. Dua duanya lagi disakitin lelakinya. Lebih jahat lakinya kakaknya Young Hye tapi.

Yang terakhir dari review buku ini, Vegetarian ialah sebuah dongeng yang gelap, aneh dan menyedihkan tanpa menyisakan sedikit pun ruang untuk bahagia. Bagi yang merasa cocok, buku ini akan membiusmu sampai akhir meski bukan dokter. Apa sih.

Buku ini akan menghipnotismu sampai akhir meski bukan Tommy Rafael. Apa lagi ini.

Buku ini akan mengoyak rasa nyamanmu meski bukan bayangan masa lalu. Apa pula ini. Hentikan!

Buku ini.. Sudah cukup, Hayati lelah bang.

4/5

Read Full Post »

Older Posts »