Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Books’ Category

Ketika seseorang ditanya bagaimana kesannya terhadap buku yang telah dibaca, kalian tentu pernah mendengar jawaban ini: ‘oh, kalimatnya mengalir’, ‘bukunya menghanyutkan’, ‘unputdownable’, ‘bikin lupa waktu tapi enggak bikin lupa sama kamu uwuwuwuwu’, dan lain lainnya, endesbra endesbre. Mungkin tak sama persis, tapi intinya seperti itu. Begitulah kira kira saya akan memberi penilaian atas buku ini. Isabel Allende begitu piawai merangkai kata. Lembar demi lembar terangkat dengan ringannya. Tahu tahu sudah setengah buku. Tahu tahu sudah mau habis. Tahu tahu..tararahu..tararahu.. how deep is your love…tararahu..

Saya akan membahas covernya terlebih dahulu. Terlihat feminim dan cantik. Bunga mawar putih mengembang di dekat dinding biru muda yang penuh dengan totol totol hijau seperti wijen pada kue onde onde. Konon bunga mawar putih melambangkan cinta yang tulus dan murni. Ini sedikit banyak sesuai dengan apa yang terpapar di dalam buku. Jadi, gambar bunga mawar itu sudah tepat. Namun, akan lebih afdol jika ditambahi juga dengan duri. Karena akan lebih terasa simbolisnya, mawar dan duri, keindahan dan kesakitan. Selain itu mawar juga identik dengan duri, meski duri tidak selalu identik dengan mawar. Khan bisa saja itu duri ikan, duri kaktus, duri landak, atau duri duri dam dam duri duri dam… duri duri dam dam.. duri duri dam.. kamu makannya apa?!!! TEMPE

The Japanese Lover atau Kekasih Jepang dibuka dengan diterimanya Irina Bazili untuk bekerja di panti wreda bernama Lark House. Ia bertugas melayani penghuninya agar merasa nyaman. Disitu ia berkenalan dengan Alma Belasco yang meminta Irina untuk menjadi asisten pribadinya. Irina kemudian berkenalan juga dengan cucu Alma, Seth, yang kemudian menyuruh Irina untuk mematai matai neneknya. Irina yang juga penasaran pun menyetujui. Dengan dalih ingin menyusun buku, Irina dan Seth meminta neneknya untuk bercerita mengenai masa lalunya. Yang berhubungan dengan datangnya surat surat misterius dan juga bunga gardenia. Cerita Alma Belasco mengalir dari masa kanak kanaknya yang terpaksa berpisah dari orang tuanya karena perang, hingga ia bertemu dengan Ichimei Fukuda, putra tukang kebun di rumahnya. Jalinan pertemanan itu mengembang jadi cinta. Tapi jalan cinta mereka penuh dengan lubang, hingga mobil cintanya kadang jatuh dan tak bisa bangkit lagi.. aku tenggelam dalam luka dalam..

Buku ini mungkin tak sampai membuat hati pembacanya bengkak oleh rasa sedih, karena prahara cinta Alma dan Ichimei memang tak setragis kisah Romeo dan Juliet. Bahkan ada tokoh lain yang punya cerita lebih menyedihkan. Saya tidak akan memberitahu siapa. Ini kejutan. Kisah cinta di dalam buku ini juga tak hanya milik mereka berdua saja. Ada beberapa kisah cinta lainnya yang membuat saya takjub. Tak hanya cinta, ada pula kisah lain yang menarik, persahabatan ganjil, hidupnya kembali orang yang sudah mati, alasan mengapa kucing Alma diberi nama Neko, kehidupan di kamp konsentrasi dan lainnya. Semua itu membawa saya dalam petualangan kecil menyusuri tempat tempat jauh, dari Moldova, San Francisco, Topaz di tengah gurun Utah, hingga kota di Mexico, Tijuana meski tak sampai Havana oh na na… Half of my heart is in Havana, ooh na-na 

Jalan cerita buku ini tak mudah ditebak. Memberi kejutan kejutan kecil semisal tentang nasib kisah cinta sepihak Irina dengan salah satu penghuni panti wreda, hingga kejutan kejutan yang mengguncang. Membuat saya sedih dan terharu. Terbagi dalam 31 bab pendek yang ditulis dalam dua bagian, masa lalu dan masa kini secara bergantian. Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil, bahwasanya sedekah bisa membuka pintu rejeki, berbuat baiklah sebanyak banyaknya terutama jika kalian orang kaya, dan cinta janganlah sampai menikam logika meski cinta ini kadang kadang tak ada logika.. berisi smua hasrat dalam hati… 

Saya juga ingin berterima kasih kepada mbak Tanti Lesmana yang sudah menerjemahkan buku ini dengan super sekali, sehingga rasanya sama seperti saya membaca The House of the Spirit & Daughter of Fortune yang diterjemahkan orang lain. Akhirnya, membaca Kekasih Jepang tidak seperti sedang arung jeram melainkan mengambang di kolam arus yang santai. Buku yang memikat saya sejak halaman pertama. Sayang, bagi yang mengharap kata kata romantis mungkin akan kecewa. Kalimat kalimat romantis sedikit ada di dalam surat surat Ichimei kepada Alma. Sayang, surat surat yang ditampilkan kurang banyak. Tapi jangan khawatir, romantisme itu ada dalam bentuk perbuatan tokoh tokohnya dalam rangka untuk menunjukkan cinta dan kasih sayang, opo kowe krungu jerit e ati ku.. Mengharap engkau kembali…Sayang, Nganti memutih rambutkuu….

The Japanese Lover/ Kekasih Jepang | Isabel Allende | Halaman: 408 | Rate: 4

Advertisements

Read Full Post »

Covernya membuat saya menggumamkan lagu Padi; indah, terasa indah. Gambar perahu di tepi hutan bakau. Di tengah ada gubuknya. Laut tenang. Bulan sabit melayang diam. Gambaran itu dibingkai sebuah lingkaran. Seolah olah sedang ditatap melalui jendela kapal selam, melalui teropong, bahkan kue semprong. Atau melalui mata seorang perempuan yang bulat seperti bola ping pong. 

Tanjung Kemarau dibuka sama pasangan selingkuh guru madrasah dengan biduan dangdut. Walid, si guru madrasah menyuruh Ria, sang biduan segera minggat karena sudah siang. Takut dipergoki warga. Bisa berabe. Walid dan Ria selingkuh bukan karena cinta. Keduanya juga sudah ada yang punya. Walid sudah tunangan, dan Ria istri orang. Ria mau jadi selingkuhan Walid karena ingin dengar Walid mendongeng. Luar biasa. Dongeng apa yang bisa membuat wanita selingkuh dari suaminya? Yang jelas bukan dongeng Kancil nyolong Timun. Tapi kamu bisa menebaknya dengan membaca judul bab ini; Syahrazad Hujan Tempias.

Buku ini memang terbagi jadi enam belas bab. Judul tiap babnya menarik sangat. Seperti bab kedua; Perempuan yang Menyusui Kelelawar. Enak bener ya kelelawarnya. Perempuan itu namanya Nyai Rasera. Ditakuti dan dihormati warga sekitar. Tinggal sendiri dalam gubuk ditengah hutan bakau. Banyak cerita ganjil tentangnya. 

Nyai Rasera tak pernah menikah. Ia mengabdikan hidupnya kepada jin pohon bakau. Dan kelelawar kelelawar itu adalah buah cintanya dengan sang lelembut. Tiap senjakala meredup, ia telanjang di jantung hutan bakau dan menyerahkan kedua puting susunya kepada binatang binatang hitam itu. Dengan sekali isyarat, ribuan makhluk bersayap itu terbang mengerubungi tubuhnya, meminta jatah hangat seorang ibu. 

Begitulah kronologis peristiwa menyusui kelelawar. Pertanyaannya, jika Batman kebetulan ada di situ, ia akan ikut menyusui juga? Apa Batmannya malah sok keren terus nanya gini; Nyai Rasera, do you bleed? 

Oke sip. Lanjut.

Bab kedua ini bukan sepenuhnya menceritakan Nyai Rasera. Ada Walid dan teman karibnya Kholidi yang mendatangi tempat Nyai Rasera untuk memberi tahu bahwa Walid akan jadi tim sukses bakal calon kepala desa, Ra Amir. Walid bersedia jadi tim suksesnya karena Ra Amir menjanjikan program perluasan hutan bakau. Masalahnya, Nyai Rasera punya kenangan buruk dengan Ra Amir. Kenangan yang sangat buruk, sampai sampai kalau ditaruh di depan cermin, maka cerminnya kalang kabut melarikan diri. Kenangan buruk apakah itu? Begitu pula Walid dan warga lainnya juga tak suka Ra Amir. Intinya, Ra Amir bukan contoh pemimpin yang baik. 

Bab selanjutnya dibuka dengan kalimat; “Sebentar lagi aku akan melihat Tuhan.” Yang ngomong namanya Haji Badruddin, dan ia bukan dalam kondisi mau mati. Sehat wal afiat. Tapi memang benar ia akan melihat Tuhan. Saya tersenyum, terharu sewaktu mengetahui apa yang dimaksud oleh perkataan Haji Badruddin. Membuat saya seperti butiran debu yang diterbangkan kipas angin 50 inch. Apa yang Haji Badruddin lakukan untuk bisa melihat Tuhan ternyata sangatlah sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Mungkin tak sebanyak yang dilakukan olehnya, tapi intinya sama saja. Haji Badruddin sudah mencapai tahap kewalian, yang beribadah bukan cuma dengan tubuhnya, tapi dengan hatinya, tarikan nafasnya, segala denyut kehidupannya. Dan ia mulai bermimpi. Salah satu mimpinya ialah ketika di dalam mimpi ada yang berkata; “Kau telah meneguk habis Lailatul Qadar sebelum waktunya.” Ini membikin saya sedih. Ingin seperti itu. 

Mimpi Haji Badruddin berikutnya menjadi semacam pencerahan baginya. Ia lantas mengajak orang orang untuk melakukan apa yang ia anggap sebagai pencerahan, dan terbentuklah Tarekat Nabi Kesturi, sekaligus jadi judul bab ketiga ini. Masih ada lagi yang membuat dada saya tersentak, waktu Haji Badruddin diminta oleh Gopar untuk menunjukkan mukjizat. Yang Haji Badruddin lakukan ternyata bisa dilakukan oleh siapa saja asal ada kemauan. Kamu bisa. Saya bisa. Kita semua bisa. 

Bab selanjutnya tidak saya ceritakan. Dan ketiga cerita di atas hanya sedikit dari apa yang terjadi sebenarnya. Yang pasti, nanti akan terlihat bagaimana busuknya manuver manuver salah satu calon kepala desa. Diceritakan juga mengenai masa lalu Gopar sebagai bajing hingga ia bertemu dengan Ria dan menikahinya. Ria yang juga selingkuh dengan Walid. Enggak spoiler kok ini, dari awal sudah dikasih tahu. Juga mengenai percintaan Walid dengan Risti, pacar waktu kuliah. 

Ada banyak isu yang diceritakan Tanjung Kemarau. Isu isu yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kehidupan nyata. Tentang kerakusan seseorang dengan kekuasaan. Sosok yang dipuja puja secara berlebihan. Kelestarian alam yang dikoyak pembangunan. Orang orang yang terlalu pintar sehingga menciptakan aturan sendiri. Cinta yang terlarang. Diselingi dengan dongeng dongeng magis yang hidup di antara tokoh tokohnya. Tokoh tokoh yang lumayan banyak ternyata punya keunikan tersendiri sehingga tidak mudah dilupakan. Masing masing punya lembar tersendiri untuk bersinar. Rasanya tidak ada yang benar benar jadi tokoh utama. Ada beberapa yang bisa diambil contohnya, ada juga yang sebaiknya dihindari. Harus bisa memilah dan mimilih mana yang baik. Yang tidak baik contohnya pola pikir Risti yang terlalu pintar, justru membuatnya menciptakan aturan aturan sendiri yang ia anggap benar. Kata katanya punya potensi membuat orang kebakaran jenggot. 

Royyan Julian menulis dengan narasi yang indah nyaris puitis. Tapi tidak membingungkan. Mengingatkan saya dengan novelnya Ayu Utami, Manjali dan Cakrabirawa. Salah satu yang saya suka ialah kalimat pembuka bab Perempuan Yang Menyusui Kelelawar; Seekor cumi cumi hitam raksasa mengapung di langit utara ketika Walid dan Kholidi tiba di halaman rumah Nyai Rasera.

Ini mengingatkan saya pada pembuka buku Haruki Murakami, Afer Dark, yang mengibaratkan kota kota sebagai monster raksasa. 

Tanjung Kemarau rasanya akan disukai untuk yang sedang mencari buku dengan cerita lokal dengan kritik sosial disertai cerita cerita magis. Kadang saya merasa buku ini sedikit mirip buku Eka Kurniawan, Ahmad Tohari, Okky Madasari dan Ayu Utami. Banyak amat. Buku ini juga menjadi semacam self reminder buat saya, agar saya bisa jadi manusia yang lebih baik lagi, lebih ikhlas dan taat dalam beribadah, tidak mudah termakan oleh berita berita yang belum tentu benar, dan menjaga tiap tiap makhluk yang bernyawa, menjaga lingkungan, menjaga hati, jangan kau kotori, jagalah hati.. cahaya Ilahi.. Hobaa..

Tanjung Kemarau | Royyan Julian | Grasindo | 254 Halaman | Rate: 3.5

Read Full Post »

Ditemukan mayat aneh dan mengerikan. Mayat bocah laki laki, bagian pinggang ke bawah menyambung dengan tubuh rusa. Setengah manusia setengah rusa. Detektif Gabriella Versado ditugaskan untuk menemukan pelakunya. Belum ketemu, eh jatuh korban lagi dengan kondisi lebih mengerikan. Hayo lho…
Gaby, begitu biasanya si detektif dipanggil, punya anak perempuan remaja bernama Layla. Keduanya tinggal berdua serumah ditambah Nyancat, si kucing. Ayahnya bercerai dan sudah menikah lagi. Kesibukan Gaby membuat mereka jarang kumpul berdua. Layla, punya teman bernama Cassandra, panggilannya Cas.

Sementara itu, di sisi lain kota ada seorang pemuda bernama Jonno Haim, yang terpaksa pindah ke Detroit demi hidup yang lebih baik. Bersama pacarnya, Jen yang seorang DJ, mereka berniat untuk membuat sebuah video berita terkini dan menguploadnya di youtube. Mereka ingin terkenal dengan cara itu. Lalu ada Thomas Keen, alias TK. Laki laki tua yang bertugas mengawasi para tunawisma.

Selain tokoh tokoh itu masih ada tokoh lain, tapi inti buku ini menceritakan tokoh tersebut dan tokoh lainnya. Tentang bagaimana mereka kemudian terhubung dengan kasus pembunuhan aneh itu meski awalnya tidak saling kenal dalam sebuah jalinan cerita yang membutuhkan kesabaran. Cenderung lambat. Apalagi dengan jumlah halaman yang lumayan gendut, 600an halaman lebih. Bukan buku yang oleh saya mudah untuk diselesaikan.

Menurut saya, ada beberapa cerita yang seharusnya tidak terlalu detail dan lama. Contohnya mengenai hubungan Layla dan Cas, dan permasalahannya. Juga tentang masa lalu Cas. Seharusnya cukup diceritakan keduanya teman baik saja. Teman curhat. Teman sepermainan. Itu saja sudah cukup. Karena bagian waktu mereka berurusan dengan pedofilia malah menurunkan tempo. Hasrat ngin mengetahui bagaimana kasus pembunuhan itu jadi tertunda. Sesuatu yang tertunda kan biasanya menyebalkan, kecuali sesuatu yang tertunda punya Padi. Top markotop lah itu.

Selain itu, cerita awal mula tokoh tokohnya juga tidak terlalu menarik. Jonno Haim dan pacarnya Jen biasa saja. Justru bagian Jonno dan Cate sedikit lebih menarik. Lebih ada ‘percikan’. Padahal cuma sekilas. Tokoh antagonisnya pun tidak berkesan sama sekali.

Bagian akhir yang seharusnya menegangkan justru dirusak oleh adanya halusinasi halusinasi yang tidak benar benar diberi tahu dari mana asalnya. Halusinasi itu memang mengerikan, cuma masalahnya saya sudah terlanjur tahu bahwa itu tak nyata. Jadi jatuhnya ilfeel. Halah, cuma boongan, gitu kata saya. Juga mengenai pintu pintu simbolis yang kurang jelas gunanya apa. Mungkin saya kurang piknik, jadi enggak terlalu nangkep maksudnya. Terus, biasanya kalau membaca buku atau menonton film yang ada bagian menangkap pembunuhnya kan kadang suka deg degan sendiri ya, saat penjahatnya akan tertangkap, atau waktu bertarung, atau menyelamatkan seseorang. Waktu saya baca buku ini tidak begitu. Lempeng aja. Pasrah tokohnya mau diapain juga. Yang penting cepat selesai. Mungkin buku ini telanjur membosankan, tidak punya sesuatu yang menggetarkan hati. Mungkin karena hati saya yang sudah terlalu keras. Seperti kehidupan. Jeng jeng!

Mungkin juga karena harapan saya terlalu tinggi. Salah saya juga sih, tak baca sinopsis dengan lengkap. Saya hanya tahu ada mayat setengah manusia setengah rusa, dan detektif yang memburu pembunuhnya. Saya kira, ini bakal berbau fantasi dimana mayat aneh itu adalah semacam makhluk fantasi betulan, bukan manusia biasa yang dilem ditubuh rusa. Pembunuhnya juga kurang jelas. Jadi begini, pembunuh sebenarnya ialah mimpi. Mimpi menjadi entitas yang berdiri sendiri, mengontrol manusia untuk membunuh. Alasan kenapa ia harus menyiarkan ke seluruh dunia juga saya gagal paham. Kalau misalnya semua orang tau terus apa. Paling juga gempar sebentar saja. Masalah lainnya ialah sebenarnya mimpi ini siapa? Apakah ia cuma karangan si pembunuh(semacam kepribadian ganda), apakah juga semacam makhluk lain. Alien. Makhluk halus. Tapi kalau makhluk lain, kenapa tidak diceritakan lebih dalam. Heuu.. saya gagal paham. Mungkin juga karena otak saya sudah buntu dan keras. Seperti kehidupan. Jeng jeng!

Akhir kata, Broken Monsters atau Monster Monster Rusak akan sulit memuaskan kalian yang mencari cerita menegangkan, dengan alur yang cepat. Buku ini lambat, cerita cerita pendukungnya juga biasa saja. Seandainya saja bisa diringkas,mungkin akan jadi lebih baik. Buku ini juga sepertinya ingin menunjukkan bahaya media sosial yang telah mengubah tingkah laku manusia dan bisa menjadi alat yang berbahaya; sebuah alat bagi pembunuh mewujudkan tujuannya. Cara penyampaiannya saja yang terlalu bertele tele. Ada quote menarik yang sedikit meluruskan apa yang dulu dinyanyikan Ahmad Albar, Nicky Astri dan Nike Ardila.

Panggung sandiwara bukanlah dunia, melainkan media sosial, tempat segalanya dipertunjukkan. Sisa kehidupan kita hanya latihan, dipersiapkan untuk tampil menakjubkan secara online.

Sesudah menamatkan buku ini, saya membaca di bagian belakang ada kata kata dari Stephen King; “Sangat menakutkan dan mencekam.” Menurut saya itu terlalu berlebihan. Sama seperti berat buku ini yang berlebih. Tapi ada yang bilang buku tebal itu seksi. Bisa multi fungsi pula. Jadi bantal, ganjel pintu (belum pernah nyoba keduanya). Sekaligus ada makna filosofisnya. Buku yang tebal sebenarnya melambangkan kehidupan. Karena buku yang tebal itu keras. Seperti kehidupan. Jeng jeng!

Broken Monsters | Monster Monster Rusak |Lauren Beukes | PT Gramedia Pustaka Utama | 656 Halaman | Rate: 2

Read Full Post »

Salah satu cover favorit. Mengingatkan saya dengan film filmnya Wes Anderson. Dua ekor musang dan satu rubah (atau ketiganya musang?). Salah satu musang sedang mandi kopi dalam sebuah cangkir. Sungguh elok dilihat. Tak jemu jemu aku memandangmu. Begitu mungkin Nini Carlina akan mengucap. Kekurangannya mungkin tulisan Muslihat Musang Emas yang berwarna putih. Tidak terlalu mentereng dengan background kuning. Mengapa bukan hitam? Kenapa ada sang hitam, bila putih menyenangkan? Begitu mungkin jawaban Duta So7 yang menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.

Muslihat Musang Emas dan Elena menjadi pembuka. Kukira musang emasnya itu semacam benda sakti buat menggaet perempuan. Tapi ternyata tidak benar. Muslihat Musang Emas ialah nama perkumpulan pemburu teman kencan. Hingga kemudian, Dhony, tokoh utama kita, bertemu Elena, lantas jatuh cinta. Tapi jalan cinta tak selamanya mulus. Lubang cinta Donny ada pada wujud asli Elena. Bagaimana nasib percintaan Donny?

Kids jaman now mungkin tak tahu siapa Hengky Tornando. Tapi perempuan yang sedang duduk di cafe bersama ayahnya itu tahu. Bahkan, Ia Pernah Membayangkan Ayahnya adalah Hengky Tornando. Karena sedari lahir ia belum pernah bertemu sang ayah. Pertemuan itu pun mengenangkan kembali kisah masa lalu, sejarah mengapa ia dan ayahnya terpisahkan. Cerita yang hangat dan mengharukan.

Sabda Dhani Wibisono boleh jadi kepingin terlahir kembali atau Samsara ketika ia dengan teguh mengganti namanya menjadi Amin Khadafi di Pakistan. Ia kabur dari rumahnya di Jawa Timur karena tak kuat menanggung perihnya luka batin demi mengetahui bahwasanya ia anak dari hubungan saudara sekandung. Baginya, incest is not wincest, sebab ia terlahir di ras jawa, bukan Targaryen. Di Pakistan ia berjuang bersama gerilyawan Afghanistan untuk mengejar terciptanya mati sahid. Ia memang ingin mati. Tapi, yang ia dapatkan ternyata lebih buruk dari yang ia harapkan. Dari Pakistan,petualangan dan nasib buruknya yang lain dimulai  hingga menyebabkan ia ganti nama dua kali lagi. Samsara ialah cerita dengan setting tempat paling banyak dan jauh. Seperti membaca sebuah biografi tokoh tidak terkenal yang selalu diintai nasib buruk. Bad luck Bryan versi lokal. Dan ditutup ending yang ngenes bagi pembaca, tapi lega buat tokoh utamanya.

Alfion ditulis dengan unik sekali. Mengingatkan saya dengan Memento dari sutradara Christopher Nolan. Alurnya tersusun kebalik. Dimulai pada tanggal 19 April 2005, tepat pada hari ulang tahunnya yang keempat puluh satu, Alfion mati ditembak polisi di gerbong kereta Jayabaya Utara. Tiga bulan sebelum Alfiom ditembak… Sebulan sebelum… Lima tahun sebelum merampok pelancong… Sembilan tahun sebelum menikmati es dawet… dan seterusnya.

b.u.d
ialah cerita yang menambah wawasan baru. Palindrom. Yaitu sebuah kata atau kalimat yang kalau dibaca dari depan atau belakang bunyinya sama. Misalnya kodok. Kodok dibalik kodok juga. Katak, Iri, Makam,atau yang lebih panjang; ira hamil lima hari. Yang keranjingan paliandrom namanya Budi. Meski ia terlihat tak punya bakat sama sekali. Meski demikian paliandrom seolah olah tak mau lepas dari hidupnya. Di dalam cerita ini ada beberapa contoh paliandrom yang mungkin bisa digunakan untuk memikat lawan jenis seperti yang dilakukan budi waktu masih kelas tiga SD. Paliandrom tidak harus satu kata, bisa berwujud satu kalimat. Misal; Maya, ini ayam. Dibaca dari belakang tetap sama. B.u.d tidak selalu tentang paliandrom, disana ada kisah tentang kelompok pengajian yang menyalahi kaidah agama hingga perkawinan dua agama yang berbeda. Diaku sebagai kisah nyata, jalan hidup Budi memang lumayan tak biasa.

Muslihat Musang Emas terdiri dari kisah kisah yang akan membuatmu melalui berbagai macam emosi. Tersenyum. Tertawa. Sedih. Jengkel. Dua puluh satu ceritanya mampu memberikan sajian yang lezat dan gurih untuk dinikmati. Tentu saja, levelnya berbeda beda tiap judulnya meski tetap lezat. Cerita Benalu Tak Pernah Malu akan memberikan kelezatan berupa tawa yang renyah seperti mendengar joke joke receh antar teman setongkrongan atau joke ala stand up comedi di TV semisal kamu jarang nongkrong sama temanmu karena lebih banyak gaul sama kucing. Ceritanya mengenai Berto, pelawak yang lagi kesal karena dimintai bantuan uang melulu sama kakaknya. Berto yang tidak terlalu kaya sebenarnya keberatan, tapi ia terpaksa membantu karena ibunya selalu turun tangan. Kakaknya Berto jadi benalu  baginya. Sebuah kejadian pahit akhirnya membuka jalan baginya agar terbebas dari kakaknya itu. Jalan ceritanya memang tak lucu, endingnya pun demikian. Tapi, bahan lawakan Berto yang bikin lucu.

“Ada cowok masuk ke sebuah toko kue. Ia mengambil satu lemper, satu wajik, satu carabikang, satu kue lumpur, satu kroket, satu risoles, dan satu botol air minera. Ia membawa semuanya ke kasir. Mbak mbak kasirnya nanya, ‘Masnya jomblo, ya?’ Si cowok bilang, ‘Kok mbaknya tahu?’ Mbak kasirnya nyahut, ‘Habis wajah masnya jelek banget sih.'”

Itu salah satu contohnya. Masih ada contoh lain. Misalnya tentang bagaimana cara Heru membedakan dua saudara kembar yang menjadi pacarnya? Penasaran kan apa jawabannya. Jawabannya ada di halaman 84. Asli ngakak.

Bangsawan Deli dan Delia. Cerita pertama, Bangsawan Deli memberikan sebuah misteri tumpasnya seluruh penumpang dan tenggelammya kapal di Selat Malaka. Rumor pun merebak. Ada yang bilang karena kapal itu mengangkut bahan kimia berbahaya. Ada yang bilang karena kerusakan sistem uap. Kejadian ini menarik minat Inspektur Hamid. Polisi playboy yang pacarnya banyak. Analisisnya akhirnya menguak apa yang terjadi dengan kapal itu. Cerita kedua mengenai Delia. Anak perempuan enam tahun ditemukan tewas dengan kepala berdarah. Sebelumnya telah terjadi pembunuhan anak kecil sebanyak lima kali. Apakah ini korban pemubunuh berantai? Inspektur Hamid kembali menyelidiki. Dan kebenaran yang terungkap jauh lebih menggguncang ketimbang kasus kapal tenggelam tempo hari. Salah satu cerita dengan ending yang bikin saya melongo dengan hati yang berat.

Pergi ke Malang. Seperti pergi ke nikahan mantan, ini juga suram dan menyedihkan. Mengingatkan saya dengan film film thriller Korea Selatan. Alangkah senangnya jika suatu hari adaptasi filmya ada yang mewujudkan, dengan si ayah diperankan Reza Rahadian. Begitu pula dengan si anak, kakak ipar dan si tetangga. Kisahnya mengenai seorang ayah yang pergi bersama anakanya menjenguk kakaknya yang sakit. Setiba di rumah kakaknya, ia mendapat kabar mengejutkan. Saya tidak menceritakan lebih jauh lagi karena kejutannya bakal berkurang. Semakin sedikit tahu ceritanya, semakin aduhai rasanya.

Pak Pendek Anggur Cap Orang Tua Terakhir di Dunia menjadi cerita paling pungkas. Jarwo yang terlahir cebol didapuk menjadi penampil dalam acara promosi Anggur Cap Orang Tua. Jarwo tinggal di sebuah rumah besar bersama orang cebol lainnya. Mereka disebut Pak Pendek. Ada tujuh pak pendek tinggal disana termasuk Jarwo. Hubungan Jarwo dengan teman barunya itu menjadi sajian utama, dan itu lebih dari menarik dan brutal. Ada drama rumah tangga plus orang ketiga, tinju dengan hadiah menggiurkan, pembunuhan, dan lebih menarik dengan datangnya sirkus dari Eropa Timur. Tidak hanya Jarwo, masing masing tokoh punya ceritanya sendiri yang menunjang berkembangnya karakter Jarwo. Cerita ini mengingatkan saya dengan Water For Elephant dari Sara Gruen. Ada kesamaan kejadian yang melibatkan gajah dan sirkus.

Yusi Avianto Pareanom kembali menyuguhkan cerita cerita yang berkesan, yang sejenak akan membuatmu terdiam begitu satu cerita terselesaikan. Sama sekali tidak mengecewakan. Rasanya sama seperti membaca Rumah Kopi Singa Tertawa. Dulu penasaran judulnya kok aneh bener. Dilihat dari sudut pandang manapun jelas tidak nyambung. Rumah Kopi Singa Tertawa. Rumah kopi mungkin tak asing, tapi singa tertawa? Rasanya tak tak ada. Kalau singa tersenyum mungkin ada. Yaitu singa yang melihat senyumanmu. Eaa. Meski demikian saat bukunya dibaca ‘lho kok bagus ini!’ lalu dilanjutkan dengan Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi yang epik, dan malah bikin laper. Nyai Manggis aku padamu.

Yang terakhir, Muslihat Musang Emas punya satu cerita yang bakal cocok buat kalian yang perlu nasihat dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Ada di cerita kedua puluh, Ular Ular Temanten. Temanten artinya pengantin. Ular ya ular. Cuma maksudnya bukan ular beneran di perkawinan orang. Meski konon ada satu jenis ular yang muncul sehabis resepsi yaitu ular kepala gundul. Mbuh lah gak tahu. Maksud ular ular temanten disini ialah nasihat perkawinan yang diberikan seseorang kepada kedua mempelai. Di ujung cerita kalian akan menemukan resep jitu agar perkawinan jadi langgeng. Saya akui cukup jitu. Kelak akan  melakukannya meski tidak janji bakal istiqomah. Hehehe. Tapi saya yakin, para istri akan senang sekali mendengarnya. Mirip mirip dengan Sekarang Bayar Besok Gratis.

Muslihat Musang Emas | Yusi Avianto Pareanom | Penerbit Banana | 246 Halaman | Rate: 4

Read Full Post »

blindwmn

Cerita favorit. Birthday Girl. Bercerita mengenai seorang gadis yang melewatkan hari ulang tahunnya yang ke dua puluh dengan bekerja di sebuah restoran Italia menggantikan temannya yang sakit. Pemilik restoran itu tinggal di lantai enam gedung  yang sama, dan tak ada seorang pun yang pernah melihat wajahnya. Setiap hari, manager restoran akan mengantarkan makan malamnya tepat pukul delapan. Setiap hari. Namun, malam itu, si manager mendadak sakit sehingga tugasnya diserahkan kepada gadis yang berulang tahun. Ternyata, si pemilik restoran cukup baik padanya dengan memberinya sebuah kado ulang tahun yang luar biasa.

Cerita ini menjadi favorit karena awalnya cenderung biasa saja, dan jadi menarik ketika dikenalkan tokoh pemilik restoran. Siapakah pemilik restoran itu sebenarnya dan jawaban apa yang diberikan gadis itu mengenai kado ulang tahunnya ialah dua hal yang paling berkesan. Imajinasi jadi liar dipenuhi dengan jangan jangan. Jangan jangan pemilik restoran itu alien, setengah dewa, atau hanya orang biasa yang luar biasa kaya atau kuat. Jangan jangan ia dari masa depan, semacam penyintas waktu. Atau jangan jangan ia adalah seekor kucing. Kucing super. Miaw.

Dan Birthday Girl pun punya ending yang mengesankan kalau tak bisa dibilang agak menyebalkan. Meninggalkan sebuah imajinasi liar, dipenuhi kira kira. Kira kira apa yang saya lakukan kalau di posisi gadis itu?

Cerita paling santai. Perfect Day for Kangaroos. Bisa juga disebut cerita paling datar, tapi asik untuk dibaca. Ini seperti menonton film filmnya Hirokazu Kooreda, Ho Sang Ho yang monoton tapi menghanyutkan. Bercerita mengenai sepasang kekasih yang pergi ke kebun binatang untuk melihat bayi kanguru. Saya diajak untuk jadi obat nyamuk, ngelihatin mereka pacaran sambil ngobrolin kanguru.

Cerita paling horor. The Mirror. Sebenarnya ini satu satunya cerita yang menyinggung hantu hantu, otomatis jadi cerita paling horor. Judulnya cermin. Sudah bisa ditebak khan hantunya muncul dimana. Tidak terlalu seram.

Cerita paling disturbing. Crabs. Maksudnya lebih ke cerita yang sempat membikin perut saya jadi enggak nyaman. Berkisah mengenai dua orang yang menemukan rumah makan kepiting murah meriah dan enak. Akhirnya mereka ketagihan makan di tempat itu. Hingga suatu malam, si lelaki menemukan kenyataan yang mengejutkan, mengguncang kehidupannya yang membuatnya kapok untuk makan kepiting selama lamanya. Kenyataan mengejutkan itulah yang membuat perut bergolak sedikit. Kalau saja waktu itu saya habis makan dua piring, dan bacanya sambil naik wahana perahu Kora Kora, dipastikan saya akan muntah. Dan mau enggak mau, kalau nanti lihat kepiting lagi, mungkin saya akan ingat cerita ini, atau mungkin ingat yang lain. Ingat kamu misalnya. Atau Mr. Krabs di Bikini Bottom.

Cerita paling saya ingin jadi tokohnya. Where I’m Likely to Find It. Bercerita mengenai seorang nyonya yang kehilangan suaminya sewaktu pergi melihat ibunya. Nyonya itu tinggal di lantai 26, dan ibunya di 24. Si suami hilang di tangga antara lantai 24 dan 26. Hilang di udara. Nyonya itu lalu minta bantuan seorang detektiv khusus menangani hal hal yang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat. Nah, saya ingin jadi detektiv tadi. Menyelidiki kasus kasus ganjil. Semacam yang ada di serial X Files.

Cerita paling familiar. Firefly. Pada dasarnya ini adalah versi ringkasnya Norwegian Wood. Dua orang sahabat. Satu wanita. Sanatorium. Bunuh diri. Teman satu kamar yang aneh. Minus Midori dan Reiko. Tapi bagi yang belum membaca Norwegian Wood, lebih baik diskip saja. Biar enak nanti baca Norwegian Woodnya.

Cerita dengan quote yang menawan. New York Mining Disaster. Ada beberapa quote yang berkesan buat saya. Diantaranya: ‘Clothes aren’t important. The real problem is what’s inside them.’ Ini seperti sebuah ungkapan jangan menilai orang dari penampilannya saja. Nilailah dari apa yang ada di dalam hatinya. Karena sebenarnya kita adalah makhluk makhluk yang telanjang apabila sedang mandi.

Selain itu, di cerita ini juga ada tips mengatasi gangguan terlalu banyak pikiran saat malam. ‘When I get depressed, I start to clean. Even if it’s two or three in the morning. I wash the dishes, wipe of the stove, mop the floor, bleach the dish towel, organize my desk drawers, iron every shirt in sight.’ Intinya bisa jadi membuat badan jadi lelah, kalau sudah lelah kan gampang buat tidur.

Selain cerita yang sudah disebutkan di atas, masih banyak cerita cerita yang sayang untuk dilewatkan dengan total 24 cerita. Jumlah yang sangat lumayan. Dengan tema yang sama sekali berbeda. Blind Willow Sleeping Woman, sebuah kumpulan cerita pendek Haruki Murakami yang akan membuatmu terpesona oleh jalinan cerita yang sureal, tak masuk di akal tapi masuk di hati. Tsahh!! Beberapa cerita memang aneh dan butuh pemahaman tingkat tinggi untuk bisa mengambil maksud dan tujuannya. Saya sih enggak terlalu ngoyo biar bisa paham semuanya. Yang penting menikmati.

Terakhir, cerita dengan judul paling menawan. Blind Willow, Sleeping Woman. Dibaca berulang kali tetap indah, menarik dan misterius. Apa hubungan antara pohon Willow dengan wanita yang tertidur? Sebuah dongeng gelap yang terselip di antara kenangan yang merambat saat mengantar sepupu berobat.

Read Full Post »

rumahtanggabahagia

Rumah Tangga yang Bahagia, ternyata enggak membuat saya bahagia.
Selama lamanya.
Hahah!
Tapi enggak bikin jadi sedih juga. Sesuatu yang tidak membahagiakan memang belum tentu bakal jadi menyedihkan. Meski ada juga yang sebaliknya. Buku yang menceritakan tentang kehidupan pernikahan gadis belia bernama Marya Alexandrovna dengan bujang lapuk, Sergei Mikhailich ini hanya setebal kurang lebih 137 halaman, tapi bukan hal yang mudah untuk menyelesaikannya. Bukan buku yang bisa dibaca sekali jalan. Harus nyicil beberapa kali. Ini baca buku apa beli panci? (Beli panci aja nyicil)
Sebab utamanya ialah karena penggunaan kalimatnya yang terlalu sastra, bukan yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari hari. Sedangkan ceritanya memang tentang kehidupan biasa seorang pasangan yang baru berumah tangga. Rasanya jadi aneh. Contohnya seperti ini ya;

Dan semua ini tak lagi aneh bagiku, pula tak lagi kusukai, selain atas kenangan kenangan yang dibangkitkannya, yakni sesuatu yang dimataku agung lagi suci serta mengandung makna yang dalam sekali.

Atau;

“Jadi anda akan berlelah lelah datang sendiri kemari?” tanyanya, tapi aku tidak tahu bagaimana harus menjawabnya agar tindak tandukku terpelihara dari dosa dan keangkuhan.

Tapi kalau kamu memang menggemari kalimat kalimat yang seperti itu, ya monggo saja, mungkin buku ini bakal cocok buatmu. Seandainya saja buku ini ditulis dalam bahasa yang lebih familiar, mungkin jatuhnya akan lebih menarik, meski tanpa konflik yang mengharu biru di dalamnya. Saya tidak tahu apa terjemahannya memang dibikin seperti itu. Mungkin agak dilematis ya, karena jika buku ini ditulis menggunakan kalimat kalimat yang lazim digunakan, maka boleh jadi tidak ada bedanya dengan buku buku keluaran jaman sekarang. Bobotnya jadi menurun. Tidak seperti ditulis oleh penulis sastra dunia yang tersohor.

Yang unik di buku ini ialah nama nama yang ditulis lengkap hanya yang punya hubungan keluarga dengan si pasutri, sementara tokoh figuran hanya dipanggil dengan inisial saja. Misalnya pangeran K atau bangsawan D. Ada juga nyonya S, dan lainnya. Malah jadi aneh ya? Unik, tapi enggak membuat buku ini jadi menarik. Sesuatu yang unik memang belum tentu bakal memberikan keuntungan.

Buku ini lebih banyak menceritakan kegelisahan hidup Marya Alexandrovna, yang biasa dipanggil Marsha (enggak pake The Bear ya), dari pertama kali jatuh cinta dengan calon suaminya, sampai saat mereka sudah menikah. Ditulis dengan sudut pandang orang pertama, yaitu Marsha membuat buku ini jadi semacam catatan hati seorang istri saja. Apalagi beberapa kali ia bicara di dalam hati atau kepalanya. Seperti di sinetron, hanya tanpa zoom in zoom out saja. Akhirnya, hanya orang orang tertentu saja yang mungkin bisa terbahagiakan oleh buku ini. Tapi bukan saya. Mungkin kamu?

Judul: Rumah Tangga Yang Bahagia
Penulis: Leo Tolstoi
Jumlah Halaman:137
Penerbit: KPG
Rate: 2,5

Read Full Post »