Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘buku’ Category

Ketika seseorang ditanya bagaimana kesannya terhadap buku yang telah dibaca, kalian tentu pernah mendengar jawaban ini: ‘oh, kalimatnya mengalir’, ‘bukunya menghanyutkan’, ‘unputdownable’, ‘bikin lupa waktu tapi enggak bikin lupa sama kamu uwuwuwuwu’, dan lain lainnya, endesbra endesbre. Mungkin tak sama persis, tapi intinya seperti itu. Begitulah kira kira saya akan memberi penilaian atas buku ini. Isabel Allende begitu piawai merangkai kata. Lembar demi lembar terangkat dengan ringannya. Tahu tahu sudah setengah buku. Tahu tahu sudah mau habis. Tahu tahu..tararahu..tararahu.. how deep is your love…tararahu..

Saya akan membahas covernya terlebih dahulu. Terlihat feminim dan cantik. Bunga mawar putih mengembang di dekat dinding biru muda yang penuh dengan totol totol hijau seperti wijen pada kue onde onde. Konon bunga mawar putih melambangkan cinta yang tulus dan murni. Ini sedikit banyak sesuai dengan apa yang terpapar di dalam buku. Jadi, gambar bunga mawar itu sudah tepat. Namun, akan lebih afdol jika ditambahi juga dengan duri. Karena akan lebih terasa simbolisnya, mawar dan duri, keindahan dan kesakitan. Selain itu mawar juga identik dengan duri, meski duri tidak selalu identik dengan mawar. Khan bisa saja itu duri ikan, duri kaktus, duri landak, atau duri duri dam dam duri duri dam… duri duri dam dam.. duri duri dam.. kamu makannya apa?!!! TEMPE

The Japanese Lover atau Kekasih Jepang dibuka dengan diterimanya Irina Bazili untuk bekerja di panti wreda bernama Lark House. Ia bertugas melayani penghuninya agar merasa nyaman. Disitu ia berkenalan dengan Alma Belasco yang meminta Irina untuk menjadi asisten pribadinya. Irina kemudian berkenalan juga dengan cucu Alma, Seth, yang kemudian menyuruh Irina untuk mematai matai neneknya. Irina yang juga penasaran pun menyetujui. Dengan dalih ingin menyusun buku, Irina dan Seth meminta neneknya untuk bercerita mengenai masa lalunya. Yang berhubungan dengan datangnya surat surat misterius dan juga bunga gardenia. Cerita Alma Belasco mengalir dari masa kanak kanaknya yang terpaksa berpisah dari orang tuanya karena perang, hingga ia bertemu dengan Ichimei Fukuda, putra tukang kebun di rumahnya. Jalinan pertemanan itu mengembang jadi cinta. Tapi jalan cinta mereka penuh dengan lubang, hingga mobil cintanya kadang jatuh dan tak bisa bangkit lagi.. aku tenggelam dalam luka dalam..

Buku ini mungkin tak sampai membuat hati pembacanya bengkak oleh rasa sedih, karena prahara cinta Alma dan Ichimei memang tak setragis kisah Romeo dan Juliet. Bahkan ada tokoh lain yang punya cerita lebih menyedihkan. Saya tidak akan memberitahu siapa. Ini kejutan. Kisah cinta di dalam buku ini juga tak hanya milik mereka berdua saja. Ada beberapa kisah cinta lainnya yang membuat saya takjub. Tak hanya cinta, ada pula kisah lain yang menarik, persahabatan ganjil, hidupnya kembali orang yang sudah mati, alasan mengapa kucing Alma diberi nama Neko, kehidupan di kamp konsentrasi dan lainnya. Semua itu membawa saya dalam petualangan kecil menyusuri tempat tempat jauh, dari Moldova, San Francisco, Topaz di tengah gurun Utah, hingga kota di Mexico, Tijuana meski tak sampai Havana oh na na… Half of my heart is in Havana, ooh na-na 

Jalan cerita buku ini tak mudah ditebak. Memberi kejutan kejutan kecil semisal tentang nasib kisah cinta sepihak Irina dengan salah satu penghuni panti wreda, hingga kejutan kejutan yang mengguncang. Membuat saya sedih dan terharu. Terbagi dalam 31 bab pendek yang ditulis dalam dua bagian, masa lalu dan masa kini secara bergantian. Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil, bahwasanya sedekah bisa membuka pintu rejeki, berbuat baiklah sebanyak banyaknya terutama jika kalian orang kaya, dan cinta janganlah sampai menikam logika meski cinta ini kadang kadang tak ada logika.. berisi smua hasrat dalam hati… 

Saya juga ingin berterima kasih kepada mbak Tanti Lesmana yang sudah menerjemahkan buku ini dengan super sekali, sehingga rasanya sama seperti saya membaca The House of the Spirit & Daughter of Fortune yang diterjemahkan orang lain. Akhirnya, membaca Kekasih Jepang tidak seperti sedang arung jeram melainkan mengambang di kolam arus yang santai. Buku yang memikat saya sejak halaman pertama. Sayang, bagi yang mengharap kata kata romantis mungkin akan kecewa. Kalimat kalimat romantis sedikit ada di dalam surat surat Ichimei kepada Alma. Sayang, surat surat yang ditampilkan kurang banyak. Tapi jangan khawatir, romantisme itu ada dalam bentuk perbuatan tokoh tokohnya dalam rangka untuk menunjukkan cinta dan kasih sayang, opo kowe krungu jerit e ati ku.. Mengharap engkau kembali…Sayang, Nganti memutih rambutkuu….

The Japanese Lover/ Kekasih Jepang | Isabel Allende | Halaman: 408 | Rate: 4

Advertisements

Read Full Post »

Covernya membuat saya menggumamkan lagu Padi; indah, terasa indah. Gambar perahu di tepi hutan bakau. Di tengah ada gubuknya. Laut tenang. Bulan sabit melayang diam. Gambaran itu dibingkai sebuah lingkaran. Seolah olah sedang ditatap melalui jendela kapal selam, melalui teropong, bahkan kue semprong. Atau melalui mata seorang perempuan yang bulat seperti bola ping pong. 

Tanjung Kemarau dibuka sama pasangan selingkuh guru madrasah dengan biduan dangdut. Walid, si guru madrasah menyuruh Ria, sang biduan segera minggat karena sudah siang. Takut dipergoki warga. Bisa berabe. Walid dan Ria selingkuh bukan karena cinta. Keduanya juga sudah ada yang punya. Walid sudah tunangan, dan Ria istri orang. Ria mau jadi selingkuhan Walid karena ingin dengar Walid mendongeng. Luar biasa. Dongeng apa yang bisa membuat wanita selingkuh dari suaminya? Yang jelas bukan dongeng Kancil nyolong Timun. Tapi kamu bisa menebaknya dengan membaca judul bab ini; Syahrazad Hujan Tempias.

Buku ini memang terbagi jadi enam belas bab. Judul tiap babnya menarik sangat. Seperti bab kedua; Perempuan yang Menyusui Kelelawar. Enak bener ya kelelawarnya. Perempuan itu namanya Nyai Rasera. Ditakuti dan dihormati warga sekitar. Tinggal sendiri dalam gubuk ditengah hutan bakau. Banyak cerita ganjil tentangnya. 

Nyai Rasera tak pernah menikah. Ia mengabdikan hidupnya kepada jin pohon bakau. Dan kelelawar kelelawar itu adalah buah cintanya dengan sang lelembut. Tiap senjakala meredup, ia telanjang di jantung hutan bakau dan menyerahkan kedua puting susunya kepada binatang binatang hitam itu. Dengan sekali isyarat, ribuan makhluk bersayap itu terbang mengerubungi tubuhnya, meminta jatah hangat seorang ibu. 

Begitulah kronologis peristiwa menyusui kelelawar. Pertanyaannya, jika Batman kebetulan ada di situ, ia akan ikut menyusui juga? Apa Batmannya malah sok keren terus nanya gini; Nyai Rasera, do you bleed? 

Oke sip. Lanjut.

Bab kedua ini bukan sepenuhnya menceritakan Nyai Rasera. Ada Walid dan teman karibnya Kholidi yang mendatangi tempat Nyai Rasera untuk memberi tahu bahwa Walid akan jadi tim sukses bakal calon kepala desa, Ra Amir. Walid bersedia jadi tim suksesnya karena Ra Amir menjanjikan program perluasan hutan bakau. Masalahnya, Nyai Rasera punya kenangan buruk dengan Ra Amir. Kenangan yang sangat buruk, sampai sampai kalau ditaruh di depan cermin, maka cerminnya kalang kabut melarikan diri. Kenangan buruk apakah itu? Begitu pula Walid dan warga lainnya juga tak suka Ra Amir. Intinya, Ra Amir bukan contoh pemimpin yang baik. 

Bab selanjutnya dibuka dengan kalimat; “Sebentar lagi aku akan melihat Tuhan.” Yang ngomong namanya Haji Badruddin, dan ia bukan dalam kondisi mau mati. Sehat wal afiat. Tapi memang benar ia akan melihat Tuhan. Saya tersenyum, terharu sewaktu mengetahui apa yang dimaksud oleh perkataan Haji Badruddin. Membuat saya seperti butiran debu yang diterbangkan kipas angin 50 inch. Apa yang Haji Badruddin lakukan untuk bisa melihat Tuhan ternyata sangatlah sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Mungkin tak sebanyak yang dilakukan olehnya, tapi intinya sama saja. Haji Badruddin sudah mencapai tahap kewalian, yang beribadah bukan cuma dengan tubuhnya, tapi dengan hatinya, tarikan nafasnya, segala denyut kehidupannya. Dan ia mulai bermimpi. Salah satu mimpinya ialah ketika di dalam mimpi ada yang berkata; “Kau telah meneguk habis Lailatul Qadar sebelum waktunya.” Ini membikin saya sedih. Ingin seperti itu. 

Mimpi Haji Badruddin berikutnya menjadi semacam pencerahan baginya. Ia lantas mengajak orang orang untuk melakukan apa yang ia anggap sebagai pencerahan, dan terbentuklah Tarekat Nabi Kesturi, sekaligus jadi judul bab ketiga ini. Masih ada lagi yang membuat dada saya tersentak, waktu Haji Badruddin diminta oleh Gopar untuk menunjukkan mukjizat. Yang Haji Badruddin lakukan ternyata bisa dilakukan oleh siapa saja asal ada kemauan. Kamu bisa. Saya bisa. Kita semua bisa. 

Bab selanjutnya tidak saya ceritakan. Dan ketiga cerita di atas hanya sedikit dari apa yang terjadi sebenarnya. Yang pasti, nanti akan terlihat bagaimana busuknya manuver manuver salah satu calon kepala desa. Diceritakan juga mengenai masa lalu Gopar sebagai bajing hingga ia bertemu dengan Ria dan menikahinya. Ria yang juga selingkuh dengan Walid. Enggak spoiler kok ini, dari awal sudah dikasih tahu. Juga mengenai percintaan Walid dengan Risti, pacar waktu kuliah. 

Ada banyak isu yang diceritakan Tanjung Kemarau. Isu isu yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kehidupan nyata. Tentang kerakusan seseorang dengan kekuasaan. Sosok yang dipuja puja secara berlebihan. Kelestarian alam yang dikoyak pembangunan. Orang orang yang terlalu pintar sehingga menciptakan aturan sendiri. Cinta yang terlarang. Diselingi dengan dongeng dongeng magis yang hidup di antara tokoh tokohnya. Tokoh tokoh yang lumayan banyak ternyata punya keunikan tersendiri sehingga tidak mudah dilupakan. Masing masing punya lembar tersendiri untuk bersinar. Rasanya tidak ada yang benar benar jadi tokoh utama. Ada beberapa yang bisa diambil contohnya, ada juga yang sebaiknya dihindari. Harus bisa memilah dan mimilih mana yang baik. Yang tidak baik contohnya pola pikir Risti yang terlalu pintar, justru membuatnya menciptakan aturan aturan sendiri yang ia anggap benar. Kata katanya punya potensi membuat orang kebakaran jenggot. 

Royyan Julian menulis dengan narasi yang indah nyaris puitis. Tapi tidak membingungkan. Mengingatkan saya dengan novelnya Ayu Utami, Manjali dan Cakrabirawa. Salah satu yang saya suka ialah kalimat pembuka bab Perempuan Yang Menyusui Kelelawar; Seekor cumi cumi hitam raksasa mengapung di langit utara ketika Walid dan Kholidi tiba di halaman rumah Nyai Rasera.

Ini mengingatkan saya pada pembuka buku Haruki Murakami, Afer Dark, yang mengibaratkan kota kota sebagai monster raksasa. 

Tanjung Kemarau rasanya akan disukai untuk yang sedang mencari buku dengan cerita lokal dengan kritik sosial disertai cerita cerita magis. Kadang saya merasa buku ini sedikit mirip buku Eka Kurniawan, Ahmad Tohari, Okky Madasari dan Ayu Utami. Banyak amat. Buku ini juga menjadi semacam self reminder buat saya, agar saya bisa jadi manusia yang lebih baik lagi, lebih ikhlas dan taat dalam beribadah, tidak mudah termakan oleh berita berita yang belum tentu benar, dan menjaga tiap tiap makhluk yang bernyawa, menjaga lingkungan, menjaga hati, jangan kau kotori, jagalah hati.. cahaya Ilahi.. Hobaa..

Tanjung Kemarau | Royyan Julian | Grasindo | 254 Halaman | Rate: 3.5

Read Full Post »

Yang memutuskan untuk menjadi vegetarian ialah Young Hye, perempuan, yang menurut suaminya biasa biasa saja. Keputusannya menjadi vegetarian mengejutkan suaminya beserta keluarga besarnya. Young Hye benar benar tidak ingin makan daging. Bahkan saat keluarganya memaksa. Penyebabnya ialah mimpi. Suatu hari Young Hye mimpi, bangun dan menjadi vegetarian. Itu saja. Mimpinya apa, nanti diceritakan, tapi ga terlalu jelas juga. Jadi kalau kamu semalam mimpi liat semangka, terus pas bangun kamu pengin jadi semangka maka kamu mirip Young Hye. Rada sableng. Cuma kalau kamu mimpi kawin, terus kamu pengen kawin, hmm ya itu wajar sih. Ehehehe. Tapii, Young Hye mimpinya bukan lihat semangka lho ya.
Yang kemudian menjadi masalah ialah kelakuan Young Hye yang tambah ajaib sejak jadi vegetarian. Stock daging sekulkas dibuang semuanya. (Buat pecinta daging, ini horor banget ya. Bayangin aja sesuatu yang disayang banget malah dibuang gitu aja. Dibuangnya sama orang yang disayang juga. Double ngenesnya.) Memaksa suaminya yang bukan vegeterian ikut tidak makan daging. Tidak hanya itu, ia kadang jadi lebih suka tidak pakai baju. Hingga kemudian terjadi hal yang tragis dan menyedihkan.

Yang menjadi pencerita ialah suami Young Hye, kakak perempuan Young Hye, dan suami kakak perempuan Young Hye alias kakak iparnya. Buku ini memang terbagi menjadi 3 bagian sesuai dengan siapa yang bercerita. Bagian pertama (Suami Young Hye) mengisahkan awal mula Young Hye jadi vegetarian dan kelakuan ajaibnya. Bagian kedua (kakak ipar Young Hye) ialah bagian mesum tapi (anggap saja) nyeni yang melibatkan tubuh tubuh yang dilukis seluruhnya kemudian ena ena. Bagian terakhir diceritakan melalui sudut pandang kakak perempuan Young Hye. Bagian ini mungkin yang paling menyedihkan, dan mbingungi, lantas ditutup dengan ending yang menyebalkan. Potato. Kentang. Mungkin lebih tepatnya, i want more..

Yang sedikit mengejutkan ialah Vegetarian ternyata tidak segore dugaan saya. Mulanya saya berpikir ceritanya tentang seorang yang menjadi vegetarian kemudian jadi gila dan mulai bunuh bunuhin orang, lantas dimakan. Vegetarian lebih ke sisi psikologis, bagaimana perilaku aneh Young Hye mempengaruhi kehidupan mereka. Meski demikian, Vegetarian tetap punya hal hal yang bisa membuat kening berkerut sampai syok ringan. Keadaan Young Hye menjelang akhir itu memang sungguh membuat tidak nyaman.

Yang membuat buku ini menarik untuk dibaca ialah gaya Han Kang dengan mengambil 3 sudut pandang yang membuat novel ini menjadi seperti 3 cerita yang tidak berhubungan satu sama lain. Meski sayangnya, sudut pandang tokoh Young Hye justru malah tidak ada. Padahal ini yang saya tunggu untuk menjelaskan secara langsung fenomena yang ada padanya. Menyelesaikan buku ini jadi semacam ada yang kurang. Untungnya terjemahannya asik, enak untuk dibaca sampai habis. Terima kasih ya kakak penerjemah. Apa yang kamu lakukan itu… keren. Ngikutin gaya Cinta eh kakak Young Hye di buku ini. Ada perkataan kakaknya Young Hye yang sama dengan kata Cinta di film AADC 2. Dua duanya lagi disakitin lelakinya. Lebih jahat lakinya kakaknya Young Hye tapi.

Yang terakhir dari review buku ini, Vegetarian ialah sebuah dongeng yang gelap, aneh dan menyedihkan tanpa menyisakan sedikit pun ruang untuk bahagia. Bagi yang merasa cocok, buku ini akan membiusmu sampai akhir meski bukan dokter. Apa sih.

Buku ini akan menghipnotismu sampai akhir meski bukan Tommy Rafael. Apa lagi ini.

Buku ini akan mengoyak rasa nyamanmu meski bukan bayangan masa lalu. Apa pula ini. Hentikan!

Buku ini.. Sudah cukup, Hayati lelah bang.

4/5

Read Full Post »

magiperempuan_malamkunang

Tentang pagar ini bisa bergerak dan memanjangkan sulur sulurnya, sudah pula kami dengar. Banyak kawan sepengajian mengurai cerita yang sama. Liman, misalnya, dia pernah bercerita saat berjalan sepulang dari masjid, tiba tiba ada sesuatu yang melilit kakinya. Liman tersentak, jatuh tengkurap mencium tanah. – Peri Kunang Kunang.

Magi Perempuan dan Malam Kunang Kunang dibuka oleh sebuah cerita berlandaskan rasa penasaran. Rasa penasaran yang menuntun empat orang anak muda ke dalam sebuah malam yang mencekam, dimana mereka ingin membuktikan dengan kepala sendiri cerita mengenai adanya peri kunang kunang, kekasih bujang lapuk yang tinggal di rumah terpencil yang menakutkan. cerita pertama ini berjudul Peri Kunang Kunang. Sedikit mengingatkan saya dengan penyihir di dongeng Hansel & Gretel, tapi kemudian kemiripan itu luntur sesampainya di akhir cerita.

 

Sejak gadis gadis memiliki cermin dalam bilik, mereka selalu mengajukan pertanyaan yang sama: “Cermin ajaib, siapa gadis tercantik di dunia?” Dan jawaban yang mereka terima pun sama: “Ratu Revenna-lah yang tercantik.” – Gadis Buruk Rupa dalam Cermin.

Kecantikan ada dua. Kecantikan dari dalam, dan dari luar. Tapi kebanyakan orang lebih mementingkan kecantikan dari luar. Kecantikan wajah. Bukan kecantikan hati. Ini tentu bertentangan dengan lagunya Cherybelle; kamu cantik cantik dari hatimuuu…”

Tapi tentu kita tidak menyalahkan mereka yang ingin wajahnya cantik. Karena memang sudah sewajarnya wanita berusaha agar wajahnya cantik. Karena kebanyakan orang melihat dengan mata kepala, bukan dengan mata hati.

Wajah yang cantik itu juga menjadi impian Revenna, jauh sebelum ia menjadi Ratu. Mulanya ia punya wajah yang buruk rupa menyerupai nenek sihir meski ia baru berusia 17 tahun. Tak ada yang menyukainya. Bahkan orang tuanya sendiri akhirnya memutuskan untuk membuang Revenna di hutan agar ia mati dimangsa hewan buas atau menjadi budak setan penunggu hutan. Tapi nasib berkata lain. Revenna tidak mati. Ia malah mendapatkan apa yang selama ini ia inginkan; kecantikan. Tidak hanya kecantikan, ia juga diberikan kekuasaan. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Cerita Gadis Buruk Rupa dalam Cermin menjadi semacam kisah alternative dari dongeng terkenal Putri Salju, lengkap dengan pertanyaan legendarisnya; “Cermin ajaib, siapa gadis tercantik di dunia?” yang oleh Guntur Alam dipelintir sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah kisah yang kelam dan jahat. Sangat kontras dengan cerita origin Putri Salju.

 

Almah, gadis bisu berusia delapan belas tahun itu melahirkan seorang anak laki laki. Ya Salam! Tentu saja ini menggemparkan, pasalnya dia tidak kelihatan bunting dan tidak pula bersuami. Nah, nah siapa pula yang sudah menghujamkan alu di lesung keramat gadis itu? – Almah Melahirkan Nabi.

Almah Melahirkan Nabi menjadi cerita yang paling ringan. Sepanjang cerita, kita diajak untuk menebak, mencari tahu siapa sebenarnya yang telah membuat hamil Almah melalui cerita enam orang yang ditengarai tahu siapa ayah jabang bayi, bahkan diduga salah satu enam orang tersebutlah yang menjadi biang keladinya. Cerita enam orang itu dibagi menjadi bab tersendiri; Kesaksian Amsal, Cerita Laki Laki yang ditinggal Istri ke Arab, Pengakuan Laki Laki Pendiam, Cerita versi Behula, Kisah Cinta Bujang Lapuk, dan Nubuat Emak Yesaya. Lalu siapakah yang menghamili Almah? Apakah ia benar benar telah melahirkan Nabi? Membaca judulnya, saya pikir ini akan menjadi cerita yang religious, tapi ternyata tidak seperti itu. Ini adalah keruwetan yang ditimbulkan karena kelahiran mendadak si anak gadis, dengan ending yang menyebalkan.

Magi Perempuan dan Malam Kunang Kunang berisi dua puluh dua cerita pendek, yang kebanyakan bukan sebuah cerita yang menyenangkan. Dongeng dongeng yang kembali diceritakan dengan lebih mengerikan, urban legend yang mencekam, cinta yang terlarang dan menyakitkan serta dendam yang membara. Buku ini ditulis dengan nyastra, tapi masih bisa dibaca dengan nyaman. Cerita di buku ini mengingatkan saya dengan Kumpulan Budak Setan (Ada salah satu cerita yang didedikasikan untuk Intan Paramaditha), serta bukunya Poppy D Chusfani; Orang Orang Tanah. Buat yang menyukai kedua buku tersebut, barangkali perlu mencoba buku ini.

Overall, Magi Perempuan dan Malam Kunang Kunang ialah sebuah tempat singgah bagi siapa pun yang menyukai cerita gothic, dark fantasi, urban legend, dan semacamnya. Ditulis dengan bahasa yang memikat, seperti halnya membaca tulisan Eka Kurniawan atau pun A.S Laksana, tapi dengan kadar humor yang nyaris tak ada.

 

Judul: Magi Perempuan dan Malam Kunang Kunang
Penulis: Guntur Alam
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 176
Rate: 4/5

Read Full Post »

Rahasia Lantai Keempat

Jpeg

Bagi gedung yang berlantai tiga, keberadaan lantai keempat tentu akan mengundang pertanyaan, meski tidak sedang hajatan. Padahal kalau pun lagi hajatan, pertanyaan juga belum tentu bakal diundang juga, karena diutamakan mengundang handai taulan dan teman teman, dan juga mantan dong. Pertanyaan yang datang itu bisa berupa;

  1. Lantai empat dari mana, lha wong cuma lantai tiga gitu? Sampeyan ngelindur? Nyari nyari perhatian!
  2. Yang mana sih, ga ada gitu lho. Kamu jangan bohong dong. Nonton aja yuk?
  3. Hmm, jadi di gedung ini ada lantai empat? Lantai lima ada juga ga? Kalau ada, saya mau tuh pesen. Buat cucu di rumah.
  4. Dan pertanyaan yang lainnya. Sila isi sendiri.

Begitulah, lantai empat mustahil ada di sebuah gedung yang sejatinya hanya punya tiga lantai. Tapi, kita juga harus ingat, tidak selamanya yang tidak bisa dilihat oleh mata itu memang benar benar tidak ada. Siapa tahu memang ada, hanya saja kita tidak bisa lihat saja. Atau barang kali karena tidak tahu caranya. Apalagi kalau cerita lantai keempat itu dibumbui dengan cerita fantastis; bahwa di lantai empat itu ada sesosok penunggu yang bisa mengabulkan permintaan apa pun. Lebih simple, ketimbang harus mengumpulkan bola bola naga.

Meski demikian, ada saja orang orang yang percaya bahwa lantai keempat itu ada. Atau setidaknya penasaran, ingin membuktikan keberadaan mitos tersebut. Adalah Fara, yang tak sengaja menemukan sebuah catatan tentang bagaimana caranya pergi ke lantai empat, ketika sedang berada di perpustakaan sekolah bersama temannya, Nikki. Nikki yang kebetulan sedang mencari ide untuk artikel buat mading sekolah mengusulkan untuk pergi ke lantai empat. Ia akan menulis mengenai urban legend di sekolahnya tersebut, siapa tahu bisa sekaligus mengusut cerita mengenai hantu Maria, hantu penunggu sekolah yang ceritanya meninggal bunuh diri.

Setelah mengajak dua temannya, Randy dan Neil, mereka berempat memutuskan untuk pergi ke lantai empat menggunakan panduan dari catatan yang baru saja mereka temukan. Dan, ketika mereka akhirnya benar benar sampai di lantai keempat, mereka pun menemui kenyataan yang mengerikan, yang mengancam nyawa mereka.

Rahasia Lantai Keempat tidak perlu lama lama untuk memulai konfliknya, yang tambah lama tambah seru. Bagaimana keempat orang itu berusaha untuk keluar dari lantai empat, dan harus berhadapan dengan makhluk makhluk penghuninya. Ditambah dengan ilustrasi yang didominasi warna hitam, yang cukup berhasil menggambarkan suasana di sana. Dan, drama yang terjadi di antara mereka juga pas, tidak merusak tone yang ada. Tokoh tokohnya juga tergambar dengan baik. Masing masing mampu memberikan warnanya tersendiri. Begitu pula dengan tokoh hantu hantunya, yang cukup berkarakter. Bahkan tokoh yang paling memorable di buku ini bukan keempat tokoh utama, melainkan sosok hantu yang memburu mereka, dengan bunyi krincing krincing nya.

Krincing… krincing…

Bunyi gemerincing itu menggantikan suara tawanya. Meski terdengar jauh, bunyi itu jelas. Sosok itu melirik ke atas dengan bola mata yang nyaris keluar dari rongganya, lalu menyeringai lebar hingga mulutnya hampir membelah wajah itu menjadi dua.

“Kalian sudah membangunkan dia.”

Overall, Rettania sudah berhasil membuat sebuah cerita horror yang tak juga menarik, tapi berkesan. Rahasia Lantai Keempat mampu memberikan ketegangan secara konsisten, tanpa detail detail yang tak perlu. Dan ditutup dengan ending yang mirip mirip ending film film masa kini. Ngomongin film, buku ini juga saya rasa cukup cinematic untuk dituangkan dalam layar lebar. Saya membayangkan hantu krincing krincing itu mirip dormentor dengan tubuh yang lebih gendut, tapi lebih menyeramkan.

Judul: Rahasia Lantai Keempat
Penulis: Rettania
Penerbit: Bukune
Jumlah halaman: 153
Rate: 4/5

Read Full Post »

Jpeg

Apa kamu tahu mengapa gajah hidungnya panjang? Ceritanya begini. Pada suatu waktu, hiduplah seorang laki laki yang miskin. Ayah ibunya miskin. Istri pertamanya miskin. Istri keduanya ikut ikutan miskin. Anak laki laki itu punya asisten pribadi yang juga miskin. Ia juga punya tukang kebun, yang juga ikut ikutan miskin. Pokoknya semuanya miskin. Suatu hari, laki laki itu pergi ke gunung mencari batu akik. Di tengah perjalanan, kebetulan ia bertemu dengan seekor gajah. Lalu laki laki itu bertanya kepada gajah mengapa hidungnya begitu panjang. Si gajah pun menjawab sambil tersenyum; sudah dari sananya, Dik. Sejak saat itu, laki laki itu pun tahu alasannya mengapa si gajah hidungnya panjang.

Begitulah ceritanya, mengapa gajah hidungnya panjang. Ternyata sudah dari sananya. Heuheuheu. Tapi kalau kamu tidak puas dengan cerita ini, kamu bisa menemukan cerita yang lainnya. Carilah cerpen dengan judul Kisah Si Anak Gajah.

Sudah pernah lihat unta? Apa kamu ingin tahu dari mana unta mendapatkan punuknya? Jaman dulu kala, punggung unta masih mulus dan rata. Suatu hari seekor unta sedang berjalan di pasang pasir. Tiba tiba ia menemukan botol kecap. Si unta yang suka main bola kemudian menendang botol kecap itu hingga pecah. Lalu dari botol kecap itu keluarlah putri yang cantik. “Oh kuda yang baik, terima kasih sudah menolong aku”, kata si putri. “Saya bukan kuda, tapi unta,” jawab si unta meralat.

Tapi putri itu keukeuh bilang bahwa itu kuda. Mungkin kelamaan di dalam botol kecap membuat otaknya sedikit kongslet. “Kamu itu kuda, bukan unta!”

“Saya unta keles.” Unta juga ikut ngotot.

“Kamu tuh kuda, kamu tuh enggak ada bedanya sama kuda, tahu!”

Demi menuntaskan perdebatan, si unta kemudia berusaha agar ia beda dengan kuda. Si unta mengepalkan dua kaki depannya, merapal ilmu kanuragan yang baru saja ia pelajari. Dan, pluk! Dari punggungnya muncullah tonjolan dua biji. Dengan peluh membasahi dahi, unta berkata kepada putri; “lihat, aku sudah beda kan dengan kuda?”

Si putri mengangguk, kemudian pamit pulang. Si unta kemudian ingin mengembalikan punggungnya seperti semula. Tapi tidak bisa. Karena tekniknya ternyata berbeda. Sejak itulah unta punya punuk di punggungnya. Begitulah ceritanya, darimana unta mendapatkan punuknya. Tapi kalau kamu masih menginginkan kisah yang lain, kamu bisa membacanya di cerpen Bagaimana Unta Mendapatkan Punuknya.

Apa kamu juga ingin tahu kenapa ikan paus tidak memakan manusia? Kisahnya bergulir sewaktu ikan paus masih hidup di darat. Suatu hari, seekor ikan paus melihat ada pesawat jatuh di hutan. Semua orang tewas, kecuali bayi perempuan. Merasa iba, si ikan paus lalu merawat bayi itu. Bayi itu diberi nama Tarsanda. Bertahun tahun kemudian, ikan paus memutuskan hidup di laut. Perpisahan pun terjadi. “Selamat tinggal, paus. Paus teman Tarsanda.”,kata Tarsanda. Itulah sebabnya mengapa paus kemudian tidak memakan manusia. Karena manusia mengingatkannya kepada si Tarsanda. “Tarsanda teman paus. Paus teman Tarsanda.”

Begitulah ceritanya. Paus tidak memakan manusia karena mereka berteman. Teman seharusnya tidak makan teman. Betul tidak? Tapi, kalau kamu ingin versi yang lain dari cerita paus, kamu bisa membaca cerpen Kenapa Paus Tidak Bisa Memakan Manusia. Ada di urutan pertama buku kumpulan cerpen Just So Stories karangan Rudyard Kipling.

Just So Stories, atau Sekadar Cerita memang kumpulan dongeng yang berusia sangat tua, ditulis oleh penulis yang juga menulis The Jungle Book. Kisah kisah di buku ini mengambil tema tema yang barangkali tidak terpikirkan oleh kita. Misalnya saja mengapa gajah hidungnya panjang, mengapa ikan paus tidak makan manusia, awal mula unta mendapatkan punuknya, bahkan ada sejarah lahirnya huruf huruf alphabet. Total ada dua belas cerpen. Sebagian besar tema ceritanya memang berkisar mengenai awal mula, kejadian kejadian yang menimpa hewan hewan sehingga mereka berperilaku atau berpenampilan seperti sekarang.

Buku ini mengingatkan saya pada dongeng dongeng lokal, semacam Kancil Nyolong Timun, Bawang Merah Bawang Putih. Oleh karena ini Just So Stories cocok sebagai bacaan untuk adik atau pun keponakan. Ditambah dengan adanya ilustrasi ilistrasi yang menarik di setiap cerita. Salah satu kelebihan buku ini adalah karena ilustrasinya yang sangat nyeni, tidak seperti ilustrasi buat anak anak, tapi tetap seperti ilustrasi anak anak. *hammer*

Jpeg

Kenapa Paus Tidak Bisa Memakan Manusia

Overall, karena ini dongeng, maka banyak hal hal yang tak masuk akal yang terjadi, seolah olah hanya untuk mencocok cocokan supaya hasil akhirnya sesuai dengan cerita. Meski demikian, ada juga cerita yang rasanya dipikirkan dengan masak masak, yaitu cerpen tentang bagaimana huruf alphabet itu di buat. Mengapa huruf A bentuknya seperti itu, huruf B, dan seterusnya. Just So Stories, ialah buku yang harus kamu ambil, seandainya kamu ingin membacakan dongeng untuk adik kecilmu dan kamu sudah tak tahu lagi harus mendongengkan apa. Masa kamu tega mendongengkan kisah cintamu yang menyedihkan itu sama adikmu itu sih?
Judul: Just So Stories
Penulis: Rudyard Kipling
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 158
Rate:3,5

Read Full Post »

misteriptnggaramMulanya saya tertarik dengan covernya yang cukup artsy, bisa dibilang minimalis tapi asik. Ditambah dengan dengan sinopsis di belakang buku, sudah lebih dari cukup buat saya memutuskan untuk membacanya. Novel pembunuhan ini unik, bahkan sepengetahuan saya belum pernah ada di khasanah pernovelan Indonesia, karena korbannya ditemukan telah menjadi patung garam, tubuhnya diolesi dengan garam sepenuhnya. Garam? Kenapa harus garam? Bukan kecap asin, Nutela, Firdaus Oil, atau yang lainnya?

Kemudian saya baca, dan kampret rebus, novel ini bagus. Akhirnya, terakhir kali saya baca novel thriller lokal yang bagus itu Katarsis nya Anastasia Aemilia. Meski berbeda tema, tapi Katarsis dan Misteri Patung Garam sama sama menghanyutkan.

Surabaya. Seorang pianis wanita ditemukan tewas di rumahnya, terduduk di depan piano, memakai gaun merah, senada dengan rambut palsu yang sengaja dipakaikan oleh pembunuhnya. Seluruh tubuhnya putih oleh lapisan garam. Sebuah simbol aneh tertulis di atas piano menggunakan garam.

“Dia mirip sekali patung.”

“Seluruh tubuhnya ditempeli dengan adonan garam dan tepung yang dicampur air hingga kalis.”

“Sepertinya adonan garam itu mengeras.”

“Tentu saja, sebab pembunuhnya memanggangnya di dalam oven.”

Kasus itu ditangani oleh Inspektur Kiri Lamari yang baru saja ditugaskan di Surabaya. Ia dibantu oleh Inspektur Saut. Inspektur Kiri Lamari dikenal sebagai polisi yang teliti, dan sudah memecahkan kasus yang gagal dipecahkan oleh polisi yang lain. Mereka berdua kemudian melakukan penyelidikan, sementara itu, si pembunuh pun mulai mencari mangsa yang lain. Korban korban berjatuhan. Semuanya berjenis kelamin perempuan dengan profesi yang berbeda beda. Sudah mapan secara finansial, dan dikenal sebagai perempuan baik baik. Mengapa mereka dibunuh? Siapa yang membunuh?

Inspektur Kiri Lamari dituntut untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan juga masalah pribadinya dengan ayahnya yang berhubungan dengan kematian tidak wajar ibunya.

Fokus cerita buku ini memang kebanyakan ada di kisah Kiri Lamari, meski tokoh yang lain juga tak luput untuk diceritakan. Buku ini dibagi menjadi prolog, tiga puluh empat bab inti cerita, dan sebuah epilog. Awalnya saya merasa prolognya agak dipaksakan agar sesuai dengan judul, tapi setelah bukunya selesai dibaca, mungkin prolognya ingin sedikit memberi gambaran betapa sakitnya si pembunuh. Di prolognya tertulis, korban dihukum gara gara menyanyikan lirik sebuah lagu tidak sesuai dengan kemauan pembunuh. Lirik lagu milik Oasis, Don’t Look Back In Anger. Korban bersalah karena menyebutkan kata Sally, dan si pembunuh menginginkan Salty, bukan Sally. Padahal lirik yang benar ialah Sally. Tapi karena si pembunuh terobsesi dengan garam, diganti dengan Salty.

Secara keseluruhan, Misteri Patung Garam ialah sebuah thriller yang apik, tokoh tokoh yang cukup memorable dan menggelitik, terutama si Ireng, dan interaksinya dengan Kiri yang selalu membuat tersenyum, juga ada Inspektur polisi sangar yang hoby nonton Despicable Me, (pakai niruin ngomongnya minion pula :D), serta ahli forensik yang demennya dengerin K-pop. Salah satu kelebihan buku ini memang cukup lucu, bahkan ada bagian yang membuat saya tertawa ngakak. Meski itu tak banyak, which is good. Karena tidak sampai merusak ketegangan yang dibangun sejak awal.

Sayangnya, saya agak sedikit terganggu dengan epilognya. Apa buku ini akan dibikin sequelnya? Kalau iya, saya masih bisa memaklumi epilog tersebut, meski bukan hal yang baru. Tapi, kalau memang tidak akan dibikin sequel, mbok ya enggak usah dibikin epilognya. Buat apa? Memang twist, dan bikin orang penasaran, tapi terlalu tiba tiba dan merusak jalinan manis yang sudah ada sebelumnya. Tapi, semoga saja memang akan dibikin sequel.

Akhirnya, Ruwi Meita sudah berhasil membuat thriller lokal yang menegangnya, dibumbui dengan kisah cinta yang tidak berlebihan, humor yang menggelitik, serta interaksi antar tokoh yang natural dan berkesan. Ada beberapa bagian yang agak kepanjangan, misalnya cerita mengenai kisah segi tiga biru, serta epilognya yang menuntut sebuah jawaban, tapi overall, Misteri Patung Garam terlalu menarik untuk diabaikan. Kampret rebus.

Judul: Misteri Patung Garam
Penulis: Ruwi Meita
Penerbit: GagasMedia
Jumlah Halaman:276
Rate:3,9

Read Full Post »

Older Posts »