Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Abdullah Harahap’

Misteri Ratu Cinta

ratucinta

Seperti lagunya Rosa, kecantikan seorang wanita pasti akan pudar seiring dengan berlalunya waktu. Karena ada yang bilang, lelaki jatuh cinta dengan melihat, maka kecantikan menjadi krusial, apabila ingin mendapatkan lelaki pujaan. Oleh karena itulah, berbagai hal sering ditempuh agar wajah mereka terlihat cantik. Mulai berdandan secara sederhana, minum jamu, operasi plastik hingga memakai jalur klenik.

Jalur klenik inilah yang dipakai oleh Sukmarani.

Ia adalah seorang tabib yang menempuh cara yang tak lazim agar dirinya tetap awet muda, montok dan menggairahkan suaminya, Rusman. Ia tidak memakai susuk, melainkan menjalankan semacam ilmu hitam yang mengharuskannya bercinta dengan suaminya setiap hari selama ia tidak sedang berhalangan. Kenapa harus bercinta? Karena kalau harus begadang itu melelahkan, dan harus ada artinya, kata bang Roma. Tapi, tentu saja alasan sebenarnya ialah seperti apa yang dikatakan oleh Miranda.

“Sel sel kehidupan dalam spermamu yang memasuki tubuhnya. Itulah yang dimanfaatkan istrimu untuk melawan proses menuanya fisik yang muncul bersamaan dengan merambatnya waktu.”

Yang dijelaskan lebih detail oleh kakek kakek yang ditemui oleh Rusman:

“Karena unsur kehidupan dalam spermamu diambilnya sebagai penangkal proses menuanya tubuh. Sebaliknya, unsur unsur kehidupan dalam sel sel telur Sukmarani sendiri ia pancarkan ke dalam tubuhmu melalui kejantananmu. Itu akan menolongmu untuk tetap perkasa dan sanggup melayani istrimu di tempat tidur, meski tanpa ada hari yang terlewatkan… “

Itulah yang harus dilakukan oleh Sukmarani agar tetap awet mudah. Tapi, dalam waktu waktu tertentu masih ada ritual lain yang harus dilakukannya. Ritual yang melibatkan dupa dupa, lilin, dan darah ayam pelung.

Cerita bermula ketika Rusman kembali bertemu dengan Miranda, mantan kekasihnya yang telah ia campakkan begitu saja demi Sukmarani. Dari Miranda itulah, Rusman tahu kenyataan yang sebenarnya mengenai istrinya. Mulanya Rusman tidak percaya, tapi ketika kemudian terjadi hal hal yang persis seperti apa yang dikatakan oleh Miranda, Rusman pun mulai percaya. Rusman lalu diajak Miranda bertemu kakek kakek, yang ternyata adalah mantan suami Sukmarani sebelumnya, yang masih muda ketika dulu menikah dengan Sukmarani. Rusman pun menyadari bahwa istrinya ternyata sudah berusia sangat tua. Tidak tahu berapa pastinya. Bisa ratusan, bahkan lebih.

“Yang kau lihat itu Rusman,” menggema suara Miranda di telinga Rusman. “Adalah tubuh perempuan tua jompo. Perempuan yang pantas jadi nenekmu, bahkan mungkin juga nenek buyutmu!”

Rusman pun meminta bantuan agar ia terbebas dari permasalahannya itu.

Sementara itu, seorang wanita bernama Astuti dicegat oleh seseorang ketika akan pergi kuliah. Orang itu mengatakan bahwa Astuti harus ikut dengannya ke rumah sakit. Astuti pun menurutinya karena mengira kekasihnya, Hendra, kecelakaan. Tapi, ternyata ia dibawa oleh orang itu beserta dua orang temannya ke sebuah vila di puncak. Astuti, yang sedang hamil muda, disekap agar tidak mengganggu jalannya upacara pernikahan Hendra dengan istrinya. Hubungan Astuti dengan Hendra memang tidak direstui oleh kedua orang tua Hendra, yang menginginkan anaknya punya istri dari kalangan bangsawan.

Tapi penyekapan itu ternyata tidak berjalan sesuai dengan rencana semula. Bencana.

Dua kisah yang tampak tak punya hubungan itu kemudian terhubung dengan jalan yang tidak diduga duga. Mistis. Tapi tidak terkesan dipaksakan. Mengalir begitu saja. Keseruan yang sebenarnya pun dimulai. Abdullah Harahap membangun suspen dengan tidak terburu buru, tapi tetap terjaga hingga akhir, dan ditutup dengan ending yang cukup mengharukan, a bittersweet ending. Akhir yang menurut saya sempurna buat buku ini. Diantara buku Abdullah Harahap yang pernah saya baca, inilah ending yang paling saya suka.

Misteri Ratu Cinta dibagi penceritaanya menjadi dua bagian, dan untungnya perpindahan kisah tersebut dilakukan dengan begitu baik dan semakin membikin penasaran. Jadi tidak main asal putus saja. Meski secara keseluruhan tidak ada tokoh yang benar benar berkesan, tapi Abdullah Harahap menceritakan perubahan karakter tokoh Rusman dengan baik, meski tak terlalu banyak dikisahkan. Mengenai keraguannya kepada istrinya, ketakutannya, hingga rasa cinta yang ternyata masih tetap ada.

Seperti halnya novel Abdullah Harahap yang lain, Misteri Ratu Cinta juga terdapat pembunuhan secara mengerikan yang dilakukan oleh makhluk bukan manusia. Keuntungan pembunuhan oleh makhuk gaib ialah, tidak punya batasan imajinasi. Bisa dilakukan dengan cara apa pun akan tetap diterima. Dibuku ini, misalnya, ada tokoh yang dibunuh dengan dililit pagar kawat yang tiba tiba hidup seperti ular. Dan masih ada yang lebih mengerikan lagi.

Pada akhirnya Misteri Ratu Cinta tidak hanya memberikan sebuah kisah misteri, horror dengan aroma balas dendam, tapi juga berhasil menyelipkan sebuah kisah cinta yang tak biasa, manis tapi getir terasa.

Judul: Misteri Ratu Cinta
Penulis: Abdullah Harahap
Jumlah Halaman: 251
Penerbit: Paradoks
Rate: 3,75

Advertisements

Read Full Post »

 

miror&dreamChitra Banerjee Divakaruni sudah menulis buku trilogi, The Brotherhood of the Conch Trilogy. Buku pertama , buku kedua The Miror of Fire and Dreaming, dan buku terakhir; Shadowland. The Conch Bearer sudah diterjemahkan menjadi Keong Ajaib beberapa tahun lampau, dan buku kedua belum lama diterjemahkan menjadi Cermin Api dan Mimpi. Buku ketiga belum diterjemahkan ke bahasa Indonesia.
Baru ada dua buku yang diterjemahin. Hanya saja, dalam waktu yang cukup lama. Hingga saya jadi tidak tahu kalau, buku berwarna ungu yang saya beli waktu itu adalah buku kedua. Barangkali karena saya enggak terlalu tahu buku buku Divakaruni, barangkali karena di sampul buku tidak ada pemberitahuan apa pun mengenai hal tersebut, barangkali karena buku Cermin Api dan Mimpi itu sudah ditakdirkan untuk menjadi milik saya, enggak kayak dia yang jadi milik orang lain *elaahhhh…
Anyway, meski kemudian jadi agak sedikit kecewa, karena saya lebih suka baca buku dari yang pertama dulu kemudian baru yang kedua, tapi pada akhirnya saya harus belajar untuk menerima kenyataan. Pada awalnya memang jadi agak roaming, ketika sekonyong konyong saya harus dijejali informasi mengenai adanya keong ajaib yang punya kekuatan super serta peristiwa peristiwa yang terjadi di buku pertama yang fantastis ( dikerjar penyihir, ular raksasa merah), tapi lama kelamaan saya cukup enjoy bacanya.
Meski enggak enjoy enjoy banget.
Karena sebagai sebuah novel fantasi, ternyata ceritanya biasa saja, tidak ada hal yang wah banget. Ceritanya sendiri meneruskan kisah Anand yang berhasil menyelamatkan Keong Ajaib, dan kemudian suatu hari harus mencuri Keong Ajaib tersebut untuk menolong gurunya, Abhaydatta yang sedang dalam bahaya sekaligus untuk menyelamatkan sebuah negeri dari cengkeraman penyihir jahat yang dibantu oleh jin maha sakti.
Ceritanya terlalu flat, tokoh tokohnya juga tidak ada yang berkesan. Hanya sekedar numpang lewat saja.
Dan, yang jadi pertanyaan saya adalah mengapa buku pertamanya tidak diterbitkan ulang, lalu ditaruh berdampingan di toko buku? Siapa tahu banyak yang beli dua duanya, atau beli yang pertama dulu, kemudian dilanjut beli yang kedua. Rate  2,5/5

 

kolamdarah
Bisa jadi, Kolam Darah ini adalah buku Abdullah Harahap yang menurut saya tidak semenarik buku buku beliau yang lain. Mungkin karena tebakan saya salah. Jadi begini, pertama kali baca judulnya, saya langsung berpikir bahwa buku ini bakal bercerita banyak mengenai kolam darah, dan yang pasti bakal berdarah darah, karena kalau berlele lele, itu namanya kolam lele. Tapi nyatanya tidak seperti itu.
Kolam darah itu hanya sebagai sebuah mimpi si Agus, yang ia yakini sebagai pertanda.
Dalam mimpi ia melihat ayah serta dua saudara angkatnya Maharani dan Rudi terperosok dalam kubangan darah yang menggeliat serta menyedot liar. Lebih liat daripada lumpur atau pasir hidup yang siap menelan hidup-hidup mangsanya yang terjebak. Agus kemudian melihat dirinya nekat terjun ke tengah kubangan darah, berusaha menyelamatkan ketiga orang anak beranak yang sudah setengah terpejam dan mengggapai ribut serte putus asa itu.
Cerita dimulai dengan terbunuhnya ayah angkat Agus dengan kondisi yang mengenaskan. Sementara polisi menetapkan pembantu laki lakinya yang ternyata ayah Agus juga sebagai tersangka. Tapi kemudian kejadian bertambah semakin buruk. Ada sosok misterius yang dicurigai sebagai tersangka dan melakukan kembali pembunuhan pembunuhan anggota keluarga tersebut. Ternyata itu semua berawal dari sebuah dendam masa lalu yang melibatkan sebuah senjata keris maha sakti, keris Nagapati.
Dengan cover kuning ceria, Kolam Darah secara keseluruhan memang tidak terlalu menakutkan. tidak ada bagian yang benar benar berkesan, dan sinopsis di cover belakang menurut saya agak spoiler. Rate 2/5

jamesAda banyak cara untuk berpetualang, dan James Henry Trotter pergi berpetualang menggunakan buah persik raksasa bersama temannya, serangga yang bisa bicara. James yang yatim piatu tinggal bersama dua bibinya yang jahat. Suatu hari, pria tua misterus memberi James sekantong kristal berwarna hijau yang aneh. “Kekuatan dan kejaiban dalam benda benda ini lebih banyak dari pada seluruh keajaiban di dunia dijadikan satu,” kata pria itu.
Tapi James ceroboh, kristal ajaib itu lalu jatuh ke tanah. Akibatnya, di lain hari, munculah buah persik raksasa. Suatu malam, James menemukan sebuah lubang di buah persik raksasa itu. Ketika ia masuk ke dalam, ternyata di sana ia bertemu dengan sekelompok serangga yang ukurannya lebih besar dari serangga biasa, dan mereka bisa bicara. Ada Kakek Belalang Hijau, Laba Laba besar, Kepik raksasa, Lipan, Cacing Tanah, Ulat Sutra, dan Cacing Cahaya. Bersama mereka, James terlibat petualangan seru melintasi samudera, bertemu dengan Manusia Awan, dan memperdaya burung burung.
James dan Persik Raksasa ditulis oleh Roald Dahl dan ada bayak ilustrasi ilustrasi dari Quentin Blake yang menggambarkan cerita di dalamnya. Buku ini memang buku untuk anak anak, meski ada bagian kekerasan yang di buku lain mungkin bisa terlihat terlalu sadis. Jadi begini, membaca buku ini seperti kita menonton kartun Tom and Jerry, dimana kekerasan tidak terlihat mengerikan, tapi lucu (rrr..mungkin lucu bukan kata yang tepat, tapi tahu kan maksud saya). Hal yang menurut saya janggal adalah kematian orang tua James. Ditelan badak mengamuk di siang hari. Hmm…
Overall, buat saya buku ini biasa saja, faktor U mungkin. Rate 2,5/5

Read Full Post »

misteri-penunggu-jenazah

Pada jaman dahulu kala yang tidak dulu dulu banget, ada orang yang sedang duduk di kursi sambil mengetik sebuah review. Ketika review itu sudah tertulis banyak, tiba tiba mati lampu. Orang itu kaget karena keadaaan menjadi gelap gulita dan ia sedang menulis review buku horor. Semacam takut ada yang meluk dari belakang, begitu.Tapi, tidak terjadi apa apa.
Lampu menyala kembali dan hilanglah rasa cemasnya. Hilang pula review yang belum sempat disimpan olehnya.

Seperti celana kolor, hari pun berganti. Orang itu kembali menulis ulang reviewnya, dan kejadian yang sama pun terulang kembali. Orang itu memang tidak menyimpannya lebih dulu karena ia menganggap cukup tampan untuk tertimpa nasib sial yang sama kedua kali. Tapi ia lupa, nasib sial tidak mengenal ketampanan.

Tapi karena kegagalan menulis review tidak terlalu menyakitkan seperti halnya kegagalan cinta, maka orang itu pun mulai menulis lagi reviewnya.  Menggali sedikit demi sedikit kenangan dengan buku itu dengan hati hati karena takut menyentuh kenangan yang lain.

Judul bukunya Penunggu Jenazah yang ditulis oleh Abdullah Harahap. Penunggu Jenazah bercerita mengenai seorang penunggu jenazah bernama Kurdi. Profesinya yang ganjil menjadikannya tidak punya teman dekat, apalagi teman tapi mesra.
Ternyata proses menunggu jenazah yang dilakukan Kurdi tidak sesederhana menunggu jenazah pada umumnya. Bisa dibilang Kurdi hendak menolong jenazah tersebut atau ahli warisnya untuk menyelesaikan segala persoalan yang belum selesai. Misalnya, ada seorang ayah yang meminta Kurdi untuk mencari kepala anaknya yang hilang. Dan karena pekerjaannya sering bersinggungan dengan kepentingan orang lain, Kurdi jadi punya musuh yang tidak segan segan untuk menghilangkan nyawanya.

Buku itu lebih banyak bercerita mengenai keseharian Kurdi, bagaimana harus menjadi penunggu jenazah, atau alasannya mengapa ia suka bercinta dengan jenazah. Iya, jenazah yang akan ditolong biasanya akan ia hidupnya kembali lalu disetubuhi. Kurdi adalah tokoh yang bisa membuatmu jijik, kemudian bersimpati atas nasib malangnya menjadi penunggu jenazah.

“Kita mewarisi kutuk yang ditimpakan pada nenek moyang kita, anakku. Kita ditakdirkan menjadi penunggu jenazah, seperti juga sudah ditakdirkan padaku, pada kakekmu. Takdir kedua yang harus kau jalani: membujang seumur hidupmu, atau istrimu mati ketika kau masih sayang-sayangnya padanya…!”

Overall, buku ini tidak terlalu menegangkan meski ada beberapa perkelahian. Justru penggambaran karakter Kurdi lah yang menarik. Dan.. begitulah orang itu menulis review meski bukunya dibaca sudah lama.
Sebenarnya siapakah orang itu? Kalau kamu bisa menebaknya, mungkin kamu bisa mendapatkan hadiah menarik, yaitu (pilih salah satu):
1. Menarik gerobak
2. Menarik odong odong
3. Menarik becak

Judul : Penunggu Jenazah
Pengarang : Abdullah Harahap
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 352 hal
Rate : 3

Read Full Post »

Misteri Peti Mati 2

misteri-sebuah-peti-mati2

Kisah Ajun Komisaris Bursok mengungkap teror peti mati terus berlanjut. Korban korban sudah berjatuhan. Kecurigaan Bursok terhadap Herman, suami Juarsih yang mayatnya dibawa lari peti mati, semakin bertambah. Keadaan semakin runyam ketika anak buahnya ditemukan tewas tertembus peluru ketika sedang mengintai Ranggadi, petani tua yang dicurigai  terlibat dalam kejadian peti mati itu.

Di sisi lain, benang benang kusut mulai terurai. Bursok mulai memahami maksud dari semua kejadian itu dengan dibantu oleh Linda dan kakeknya yang bernama Abimanyu. Abimanyu ternyata seorang yang punya ilmu gaib. Melalui dirinyalah kemudian terangkai cerita mengenai tragedi cinta dan perebutan kekuasaan di masa lalu yang sekarang akan berlanjut lagi menimpa anak keturunannya.

Dibagi menjadi 2 buku, Misteri Sebuah Peti Mati tidaklah berubah menjadi buku yang panjang dan melelahkan. Pacenya berlalu dengan cepat. Ada banyak misteri yang menunggu untuk dipecahkan. Tentang siapa korban selanjutnya, apakah alasan sebenarnya dibalik pembunuhan itu, serta misteri misteri yang tak kasat mata; rahasia mengejutkan tentang monyet monyet desa Cikeruh, sosok penunggang kuda, dan lainnya.

Wujud leher serta kepala ular berwarna merah membara, dengan moncong yang menganga terbuka. Memperlihatkan sepasang taring runcing serta juluran lidah yang juga merah membara. Yang terus turun memanjang sampai mendekati janin di rerumputan. Dimana moncong sang ular membuka lebih lebar. Lalu dengan cepat dan sangat tiba tiba, bergerak mematuk. Mematuk sang janin tak berdaya.

Dan seperti buku Abdullah Harahap yang lain, selain mistis, buku ini juga mengandung erotisme yang lumayan banyak. Ada beberapa adegan panas, serta kata kata berlebihan yang menjurus, meski seharusnya bisa ditulis biasa saja.

Secara keseluruhan, Misteri Sebuah Peti Mati (1&2) adalah sebuah buku yang menghibur, penuh misteri dan hal hal gaib yang tak masuk akal, ditambah dengan penyelidikan polisi membuatnya seperti cerita detektif, dan  adegan panas yang menyatu dengan cerita, tidak dibuat buat hanya untuk sekedar fan service belaka. Dan buku ini tidak bikin merinding, tapi penasaran pada hal hal ganjil yang ada di dalamnya.

Judul: Misteri Sebuah Peti Mati 2
Penulis: Abdullah Harahap
Penerbit: Paradoks
Jumlah Halaman: 517
Rate: 4

 

Read Full Post »

misteri-sebuah-peti-mati

Karena ini baru buku pertama,(total ada 2 buku), maka saya tidak akan membahas tentang endingnya karena sudah dapat dipastikan endingnya akan seperti buah pepaya di dahan pohon rambutan; menggantung. Belum selesai. Mengapa buah pepaya sampai di pohon rambutan itu tidak usah dipikirkan, karena pepaya itu ada di pohon manapun akan sama saja menggantung. (intinya sama saja kan?) Tapi kamu bisa memikirkan alasannya sendiri kalau kamu memang menginginkan demikian. Tidak ada paksaan di sini.

Mengapa saya harus menjelaskan tentang pembahasan ending, karena biasanya bagus tidaknya ending akan mempengaruhi penilaian akhir sebuah buku. Tak jarang buku yang bagus akan jadi jelek hanya karena endingnya. Ini seperti peribahasa karena nila setitik, rusak susu sebelahnya.  Dan dibuku ini poin itu tidak disertakan.

Lanjut.

“Ada yang tiba tiba menerobos masuk,” salah seorang warga memberi tahu.
“Siapa?” tanya sang komandan regu.
Pertanyaan yang jelas keliru. Karena jawaban yang kemudian mereka dengar, memang sungguh di luar dugaan.
“Sebuah peti mati!”

Misteri Sebuah Peti Mati memulai kisahnya dengan adegan tabrak lari dengan korban bernama Juarsih yang waktu itu sedang bersama suaminya. Juarsih meninggal dunia. Kemudian mayat Juarsih dimasukkan ke dalam peti mati. Di sinilah letak masalahnya.
Secara ajaib peti mati berisi mayat Juarsih terbang dan menghilang. Hal ini tentu saja membuat terkejut semua orang. Termasuk Bursok dan anak buahnya. Polisi yang menangani kasus tersebut.
Di lain tempat, seorang yang merupakan pelaku tabrak lari ditemukan meninggal. Menurut saksi, ia diculik oleh peti mati Juarsih yang masuk lewat jendela. Hingga kemudian korban korban berjatuhan. Bursok pun menyelidiki kasus ini. Dan ternyata hal ini menyangkut dendam masa lalu yang belum terbalaskan. Seperti yang dikeluhkan oleh Bursok “Sepertinya aku akan memasuki sebuah lorong waktu, ”

Dari buku Abdullah Harahap yang pernah baca, boleh jadi inilah buku paling menarik yang saya baca. Juga paling panjang karena terbagi menjadi 2 buku. Mulanya ini seperti kisah detektif, Bursok dengan keahliannya berusaha untuk memecahkan kasus itu. Meneliti detail demi detail. Menggabungkan fakta demi fakta. Kemudian perlahan menjadi thriller pembunuhan yang ganjil. Serta nilai mistik yang tak kurang kurang. Urban legend yang tiba tiba menjadi nyata. Ritual aneh yang menjijikan.

Buku pertama ini menjelaskan hampir semua tanda tanya yang hadir ketika saya membaca buku ini. Hampir. Karena ada satu pertanyaan yang belum saya temukan jawabannya. Mungkin di buku selanjutnya bakal ada.

Pada akhirnya buku ini menarik untuk diikuti. Cerita yang bergerak cepat, meski disertai beberapa cerita masa lalu. Serta erotisme yang biasanya ada di buku Abdullah Harahap. Tapi kali ini tidak terlalu diceritakan secara gamblang dan panas. Tapi bikin melongo. Misalnya ketika bagian mayat Juarsih yang hidup kembali harus bersetubuh dengan empat puluh ekor monyet jadi jadian di tanah lapang di bawah naungan bulan purnama.
Nggilani.

Judul buku: Misteri Sebuah Peti Mati buku 1
Penulis: Abdullah Harahap
Jumlah halaman: 352
Penerbit: Paradoks
Rate: 4

Read Full Post »

kumpulanbudaksetan

 

Kumpulan Budak Setan merupakan kumpulan cerpen dari tiga penulis; Eka Kurniawan, Intan Paramadhita, dan Ugoran Prasad sebagai sebuah tribute kepada penulis horor Abdullah Harahap. Sebagai sebah tribute maka cerpen di dalamnya pun punya bernuansa horor. Covernya pun dibikin mirip dengan buku buku Abdullah Harahap. Di sana ada gambar wanita berambut panjang.
Lipstik merah menyala. Mengenakan baju model V Neck yang oversize. Tangan kanannya memegang erat buah apel yang berlumuran darah. Kalau diperhatikan dengan seksama, lebih mirip versi cantiknya Wiro Sableng ketimbang setan. Barangkali ini akibat dari background color yang kelewat ceria, atau pikiran saya saja yang sedang kemana mana. Maklumin aja.

Empat buah cerpen milik Eka Kurniawan menjadi pembuka, dan tiga buah cerpen ternyata sudah pernah saya baca sebelumnya. Saya penggemar tulisan tulisan Eka Kurniawan. Hal inilah menjadi salah satu alasan mengapa saya membeli buku ini, di samping alasan lain; saya sedang pelan pelan menyukai karya Abdullah Harahap.
Cerpen pertama berjudul Penjaga Malam. Berkisah mengenai kegelisahan seorang penjaga malam yang sedang berjaga di pos ronda ketika teman temannya satu persatu kemudian menghilang. Penjaga malam itu menyangka mereka diculik bajang, sejenis setan. Yang saya suka dari cerpen ini adalah atmosfirnya yang creepy. Hujan, mati lampu, dan setan. Formula yang pas!

Hujan badai berhenti menjelang tengah malam. Kami melihat dua ekor ajak tersesat, mendatangi cahaya lentera di tepi gardu, namun segera bergegas menerobos gerumbul ilalang begitu mereka melihat kami. Binatang binatang liar turun gunung, pikirku, demikian pula hantu hantu. – Penjaga Malam.

Ada sebuah tempat dimana jika kamu pergi kesana berdua dengan kekasihmu, maka hubunganmu akan berakhir. Contohnya mitos jembatan merah di Bogor. Tapi buat Ajo Kawir, ia lebih memilih pergi membawa istrinya, Mia Mia ke taman Inokashira di negeri matahari terbit. Di taman itu berlaku mitos serupa; bisa bikin orang jadi mendadak jomblo. Ajo Kawir ingin berpisah
dengan Mia Mia bukan karena ia tak cinta. Karena alasan lain.
Cerpen kedua ini merupakan ditulis dengan kandungan horor yang minim. Tanpa ada penampakan. Justru judulnya yang cukup horor; Taman Patah Hati. Siapa sih yang mau patah hati?

Riwayat Kesendirian, cerpen selanjutnya dari Eka Kurniawan berkisah tentang rindu jahanam. Ini cerpen favorit saya. Lucu dan getir secara bersamaan.

“Aku minta maaf soal mantan pacarku. Aku mencarimu ke mana mana.”
“Tidak masalah, Pak. Aku memang suka meminum susu. Perempuan membutuhkan banyak kalsium, begitu aku baca di majalah.”
“Apakah kamu baik baik saja?”, tanyaku.
“Karena rajin minum susu, aku jadi sangat sehat.”
“Seandainya aku bisa bertemu denganmu…”
Ia terdiam.
“Ina Mia, aku benar benar mengkuatirkanmu.” – Riwayat Kesendirian

Cerpen terakhir Eka berjudul Jimat Sero. Tentang seseorang yang punya jimat kebal senjata. Orang itu ketika kecil hidup bersama neneknya. Suatu hari ia menangis berhari hari minta pulang ke rumah orang tuanya. Ia tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi. Ia lupa. Tapi siapa sangka gara gara jimat barunya, ia jadi tahu mengapa waktu kecil ia menangis berhari hari di rumah neneknya.

Basah, basah, basah seluruh tubuh
ah, ah, ah, menyentuh kalbu.

Salimah meliuk liukkan tubuhnya yang berkeringat disoroti warna warni lampu panggung. Ditingkahi suara gendang, ia menghentak dengan celana ketat dan baju hitam penuh manik, tak cukup rendah hati untuk menyembunyikan payudaranya yang penuh dan pinggulnya yang sintal.

Goyang Penasaran bercerita mengenai Salimah, penynayi dangdut dengan body aduhai yang dipuja puja dan dihujat secara bersamaan. Ia dipuja para penggemarnya dan dihujat oleh Haji Ahmad. Sampai kemudian Salimah pun menuntut balas dengan caranya sendiri.  Unsur gore mulai hadir di cerpen ini. Tema yang cukup kompleks, balas dendam, cinta dan isu isu tentang seksualitas perempuan. Diselingi penggalan lirik lagu dangdut lawas.  Asiknya digoyaaaangg!!!

Apel dan Pisau. Nah akhirnya, sebuah ceria yang ada apelnya. Seperti gambar dalam cover. Ini berkisah tentang Cik Juli, tante tante yang menceraikan suaminya karena terpincut sama laki laki yang lebih muda empat belas tahun. Berondong, istilahnya. Tentu saja ia menjadi bahan gosip di antara saudara saudaranya. Suatu hari Cik Juli mengundang saudara saudaranya ke rumah untuk memperkenalkan mereka kepada kekasihnya. Dan di sana, saudara saudaranya pun akhirnya mengetahui alasan mengapa Cik Juli memilih laki laki itu. Di samping kemudaanya, tentunya.

Enggak nyangka sama sekali ceritanya bakal seperti itu. Ternyata semenjak SD saya sudah mendengar cerita seperti itu dari guru SD saya. Intan Paramaditha hanya mengambil sepenggal saja. Cerita yang manis.

Pintu menceritakan tentang sebuah mobil Mercy Tiger merah metalik tahun 1982 yang konon dikutuk. Di dalamnya ditemukan pemiliknya mati kehabisan nafas.
Cerita terakhir dari Intan Paramadhita berjudul Si Manis dan Lelaki Ketujuh. Cerita paling sakit. Seorang laki laki menerima sebuah pekerjaan dari seorang perempuan. Perempuan itu membayar laki laki itu untuk bercinta dengannya, dengan cara yang tak biasa. “Kamu belum mengerti juga rupanya. Aku ingin kamu memperkosaku.”, katanya. Perempuan itu ingin berperan sebagai si Manis Jembatan Ancol. Laki laki itu menyanggupi. Tapi disinilah awal malapetaka.

Tepat setelah kububuhkan tanda tanganku, ia memutar kursi hitamnya, menatapku lurus. Sekonyong konyong kurasakan tulang tulangku rontok, berserakan tanpa ampun. Di hadapanku tak kujumpai si Manis, melainkan sebuah kekejian yang siap menelanku bulat bulat. – Si Manis dan Lelaki Ketujuh

Whatt!!

Ugoran Prasad mengawalinya dengan cerpen Penjaga Bisokop. Seorang penjaga bioskop bernama Rusdi jatuh cinta kepada Maria, salah satu penonton. Suatu hari Rusdi ditemukan mati bunuh diri. Dan rahasia bunuh diri Rusdi baru terungkap jauh di negeri Jepang. Salah satu cerpen yang cocok sekali dijadikan film. Endingnya mencampurkan teknologi dan horor.

Dan saya tertawa membaca Hantu Nancy. Nancy seorang pekerja salon yang mati dibunuh secara mengenaskan. Kemudian hantu Nancy datang menemui  satu persatu pembunuhnya. Sebelum dibunuh Nancy mempunyai affair dengan Sudirja, lurah yang sudah punya istri. Gosip pun merebak, antara Nancy dibunuh oleh istri lurah yang cemburu atau oleh Sudirja sendiri karena takut skandalnya terbongkar.
Selama membaca cerpen ini, dipikiran saya Nancy tentunya berwajah cantik. Tapi saya kaget bukan main ketika membaca deskripsi tentang cantiknya wajah Nancy. Geli banget.

Wajah Nancy demikian halus dan cantik. Seperti janjinya pada Zulfikar dulu, jika operasi penanaman payudaranya berhasil, Nancy akan membiarkan kumis dan cambangnya tumbuh dengan anggung. Sungguh Zulfikar tak pernah mengira sedikit pun, bahwa kumis dan cambang bisa membuat seseorang demikian cantik. – Hantu Nancy

Ya kali!

Iskandar, suatu waktu membeli sebuah topeng kuno. Ketika dipakai, ia terlempar ke negeri asing. Ia menjadi bagian berlangsungnya upacara sesat pengorbanan manusia. Iskandar berubah menjadi kanibal. Kejadian itu terulang setiap kali ia memakai topeng. Nasib Iskandar selanjutnya  memberikan twist pada cerpen berjudul Topeng Darah ini.
Dan cerpen terakhir ialah Hidung Ibils. Cerpen absurd mengenai Moko yang mengenali budak budak iblis sejak ia menjadi impoten. Ia berusaha membasmi budak budak iblis tersebut.

Kumpulan Budak Setan, buku yang tidak memberikanmu horor secara gamblang; tidak ada setan meloncat atau sembunyi dibalik kolong tempat tidur, buku ini memberikan ketakutan yang lain, yang membuat manusia terlihat berlaku seperti setan.

Judul: Kumpulan Budak Setan
Penulis: Eka Kurniawan, Intan Paramadhita, dan Ugoran Prasad
Jumlah Halaman: 173
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Rate

Rate

Read Full Post »

manusia_serigala

 

Ingatan saya mengenai manusia serigala ialah seperti ini: ia laki laki yang dikutuk jadi serigala ketika bulan purnama tiba. Serigala jadi
jadian itu kemudian pergi meneror orang orang. Membunuh dengan cakar  gigitannya yang tajam. Ia menyeramkan. Namun manusia serigala dalam persepsi Abdullah Harahap tidaklah persis demikian. Ia memang tetap menyeramkan, tapi perubahan yang terjadi tidak disebabkan oleh bulan purnama.  Setiap malam ia selalu berubah. Kemudian ia akan membunuh manusia dengan cara dicakar dan digigit, setelah itu lalu hati korbannya akan dimakan mentah mentah sebab kalau dimasak lebih dulu bakal kelamaan.

Manusia Serigala memulai kisahnya dengan sebuah adegan kecelakaan tragis yang merenggut nyawa ibu dari Mia. Gadis remaja itu menyaksikan sendiri bagaimana ibunya tewas diterjang mobil yang dikendarai oleh Edi, anak orang kaya. Ternyata pengadilan membuat keputusan yang menyakiti hati Mia. Dendam pun membara di hati Mia. Waktu berlalu, Mia sudah besar sekarang. Ia menjadi wartawati dengan nama samaran Sum Kuning, karena nama aslinya adalah Sumiyati dan kulitnya kuning langsat. Kalau kulitnya putih, mungkin jadi Sum Putih. Kalau kulitnya merah, jadi Sum Merah. Kalau kulitnya hijau, jadi Hulk.

Mia mempunyai ayah bernama Suharyadi yang mempunyai kelainan aneh. Tubuhnya berubah menjadi makhluk penuh bulu ketika hari sudah gelap. Untuk itu ia harus dipasung. Tapi pada suatu hari ia lepas.
Sementara itu di sebuah tempat ditemukan mayat dengan kondisi mengenaskan. Mayat itu kemudian diselidiki oleh Rukmana, seorang Komisaris polisi. Mia, sebagai seorang wartawan ikut datang ke tempat kejadian. Mia curiga kejadian ini ada hubungannya dengan ayahnya. Kecurigaannya bertambah ketika ia mengetahui mayat itu ternyata punya hubungan dengan kejadian di masa lalu yang telah merenggut kebahagian milik Mia. Meski demikian, ia tak melaporkan kecurigaannya kepada Komisaris Rukmana.
Hingga suatu malam ayahnya mendatangi Mia dengan wujud serigalanya. Dan, korban korban pun berjatuhan.

Bagian bagian awal buku ini merupakan yang terbaik. Bagian itu mampu membuat saya tak nyaman, hal yang seharusnya memang terjadi ketika membaca buku dengan genre semacam ini. Abdullah Harahap menuliskan kecelakaan yang menimpa ibu Mia dengan begitu menyentak. Seperti nonton film Final Destination.

Perempuan itu tak sempat menoleh. Bahkan barangkali ia juga tidak tahu apa yang sekonyong konyong menghantam pahanya begitu keras. Sangat keras, sehingga ia terangkat seketika dari tanah, terbang melewati selokan, lalu hinggap di pagar bambu pekarangan rumah terdekat. Pagar tersebut langsung pecah berantakan. Sebilah di antara pecahan bambu itu menghujam langsung ke lambung si perempuan.

Tapi horor yang sebenarnya terjadi ketika si perempuan sudah ada di rumah sakit. Salah satu bagian  paling seram di buku ini. Dengan nuansa gore melodramatis yang membuat dada dan perut sesak; ini akan mengaduk perutmu sementara dadamu dipenuhi rasa haru. Dan ini bahkan masih di bab 1.
Permulaan yang baik.
Kemudian tempo berubah menjadi pelan, dan semakin misterius. Kisah dibalik perubahan manusia serigala perlahan terungkap. Penyelidikan Komisaris Rukmana pun semakin dalam. Menghasilkan twist yang tak terduga. Dan ditutup dengan ending yang kembali memunculkan ketegangan seperti awal cerita.

Ini ketiga kalinya saya membaca buku karangan Abdullah Harahap. Beliau adalah penulis yang kebanyakan mengusung genre horor dengan balutan erotisme. Karya karyanya sempat booming pada tahun 80an, sebelum beliau berhenti menulis sekitar tahun 90an. Meski beliau menulis buku horor, ternyata beliau adalah seorang penakut juga. Tapi itu justru menguntungkan, sebab dengan demikian ia jadi tahu tulisan seperti apa yang bakal menakutkan. Katanya, seperti dikutip dari Wikipedia, kalau kita tidak takut saat menulis bagian seramnya, maka itu berarti novel tersebut gagal. Kalau sang pengarang saja tidak takut, apalagi yang
membacanya?

Manusia Serigala tampil dengan cover yang keren. Sesosok manusia serigala berdiri sambil memamerkan giginya yang runcing. Matanya merah menyala, membelakangi rembulan yang sedang purnama. Seperti tokoh superhero luar negeri. Salah satu cover buku Abdullah Harahap yang saya suka. Dan seperti buku beliau lainnya, yang dicetak kembali oleh penerbit Paradoks,
Manusia Serigala dicetak dalam ukuran buku saku. Lebih kecil dari buku novel lainnya. Seukuran dengan novel Agatha Christie cetakan baru.
Manusia Serigala akan membuat perasaanmu tak enak, yang perlahan hilang karena terlampau asik mengurai misteri yang ada di dalamnya, sampai kemudian ketegangan memuncak, dan membuatmu merenungi nasib tokohnya.

Pipi jenazah itu ia usap dengan penuh kasih sayang dan mulutnya berkata penuh cinta, “Kita tidur, Ibu? Kita tidur, ya?”

Judul: Manusia Serigala
Penulis: Abdullah Harahap
Jumlah Halaman: 320
Penerbit: Paradoks

 

Rate

Rate

 

Read Full Post »

Older Posts »