Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘fantasi’

milk3

Untunglah, ayah di buku ini bukan Bang Toyib, jadi si adik dan kakak tak perlu menunggu hingga tiga kali lebaran tiga kali puasa sampai ayah mereka pulang dari membeli susu. Susu di rumah habis, dan makan sereal tak bisa tanpa susu. Si ayah pun pergi beli susu. Karena menunggu adalah pekerjaan yang membosankan, apalagi kalau lagi lapar, maka kepergian si ayah terasa lama sekali. Seperti halnya bertahun tahun, bahkan berabad abad. Padahal tidak selama itu. Jelas, masih lamaan Bang Toyib. Hingga si adik dan kakak berpikir untuk makan acar saja sebagai sarapan.

Untunglah, sebelum kedua anak tersebut benar benar makan acar, si ayah pulang. Ayah kemana saja, kok lama, begitu tanya si adik. Kemudian si ayah pun merasa perlu untuk menjelaskan. Daripada mengeluarkan alasan yang umum, misalnya:

  1. Oh, ayah tadi ketemu teman lama, terus ngobrol keterusan.
  2. Tadi si pemilik tokonya lagi pergi, jadi ayah terpaksa menunggu.
  3. Begini Nak, ayah lupa bawa uang, jadi ayah tadi nyuci piring, nyapu nyapu, sama nguras bak mandi dulu sebagai pengganti uang buat beli susu.

Si ayah malah bercerita seperti ini:

“Aku membeli susu,” kata Ayah. “Dan ya, aku menyapa Mister Ronson dari seberang jalan yang akan membeli Koran. Aku keluar dari took pojok, dan mendengar suara aneh seolah datang dari atasku, suaranya seperti: dhum… dhumm… Aku mendongak, dan kulihat piringan perak besar menggantung di atas jalan Marshal.”

Dengan kata lain, si ayah melihat UFO.

Untunglah, si kakak tidak langsung menuduh si ayah banyak alasan. Ia malah berkata bahwa hal itu belum aneh. Lalu si ayah pun melanjutkan ceritanya, yang tambah lama tambah aneh. Si ayah di angkat masuk ke dalam piring terbang yang ternyata berisi alien yang ingin menata ulang bumi. Sebelum disiksa oleh alien itu, si ayah keburu kabur lewat sebuah pintu aneh. Pintu itu ternyata kalau dibuku bisa mengacaukan ruang dan waktu. Dan dimulailah petualangan si ayah, yang setelah membuka pintu darurat itu malah kecebur ke laut di jaman bajak laut. Lalu di selamatkan oleh seorang professor dengan mesin waktunya. Profesor itu bernama Steg, dan ia seekor dinosaurus.

Untunglah, meski Neil Gaiman menceritakan petualangan si ayah dengan begitu absurd, dan tidak masuk akal, tapi  ceritanya sungguh fresh dan orisinil. Profesor dengan tubuh dinosaurus, alien yang hoby renovasi planet dengan mengganti semua tumbuhan dengan flamingo plastik, dan awan awan dengan lilin plastik, dan botol susu yang menyelamatkan alam semesta.

Untunglah, imajinasi seliar itu dilengkapi dengan ilustrasi yang hampir ada di setiap halaman. Dan ilustrasinya itu keren keren. Bisa melihat bagaimana bentuk Profesor Steg dan mesin waktunya, si ayah dan botol susunya, alien alien peñata lingkungan dan lainnya. Bukunya termasuk tipis, enggak perlu waktu lama untuk menyelesaikannya.

Untunglah, Susunya secara keseluruhan cukup menghibur, meski mungkin time paradoksnya agak membingungkan buat anak anak. Saya pribadi tidak terlalu suka, terlalu gurih rasanya. Ringan, tanpa ampas. Yang paling saya suka itu ilustrasinya, serta penempatan jenis dan ukuran font yang berbeda beda. Lebih enak dilihat. Yang masih mengganjal itu sebenarnya judul. Untunglah, Susunya. Semacam tidak enak buat diucapkan, seperti ada yang mengganjal dan tidak kompak. Seperti bait puisi Rako Prijanto; seperti berjelaga jika kusendiri. Entahlah.

Judul: Untunglah, Susunya
Penulis: Neil Gaiman
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman:128
Rate: 2,5

Jpeg

Advertisements

Read Full Post »

 

miror&dreamChitra Banerjee Divakaruni sudah menulis buku trilogi, The Brotherhood of the Conch Trilogy. Buku pertama , buku kedua The Miror of Fire and Dreaming, dan buku terakhir; Shadowland. The Conch Bearer sudah diterjemahkan menjadi Keong Ajaib beberapa tahun lampau, dan buku kedua belum lama diterjemahkan menjadi Cermin Api dan Mimpi. Buku ketiga belum diterjemahkan ke bahasa Indonesia.
Baru ada dua buku yang diterjemahin. Hanya saja, dalam waktu yang cukup lama. Hingga saya jadi tidak tahu kalau, buku berwarna ungu yang saya beli waktu itu adalah buku kedua. Barangkali karena saya enggak terlalu tahu buku buku Divakaruni, barangkali karena di sampul buku tidak ada pemberitahuan apa pun mengenai hal tersebut, barangkali karena buku Cermin Api dan Mimpi itu sudah ditakdirkan untuk menjadi milik saya, enggak kayak dia yang jadi milik orang lain *elaahhhh…
Anyway, meski kemudian jadi agak sedikit kecewa, karena saya lebih suka baca buku dari yang pertama dulu kemudian baru yang kedua, tapi pada akhirnya saya harus belajar untuk menerima kenyataan. Pada awalnya memang jadi agak roaming, ketika sekonyong konyong saya harus dijejali informasi mengenai adanya keong ajaib yang punya kekuatan super serta peristiwa peristiwa yang terjadi di buku pertama yang fantastis ( dikerjar penyihir, ular raksasa merah), tapi lama kelamaan saya cukup enjoy bacanya.
Meski enggak enjoy enjoy banget.
Karena sebagai sebuah novel fantasi, ternyata ceritanya biasa saja, tidak ada hal yang wah banget. Ceritanya sendiri meneruskan kisah Anand yang berhasil menyelamatkan Keong Ajaib, dan kemudian suatu hari harus mencuri Keong Ajaib tersebut untuk menolong gurunya, Abhaydatta yang sedang dalam bahaya sekaligus untuk menyelamatkan sebuah negeri dari cengkeraman penyihir jahat yang dibantu oleh jin maha sakti.
Ceritanya terlalu flat, tokoh tokohnya juga tidak ada yang berkesan. Hanya sekedar numpang lewat saja.
Dan, yang jadi pertanyaan saya adalah mengapa buku pertamanya tidak diterbitkan ulang, lalu ditaruh berdampingan di toko buku? Siapa tahu banyak yang beli dua duanya, atau beli yang pertama dulu, kemudian dilanjut beli yang kedua. Rate  2,5/5

 

kolamdarah
Bisa jadi, Kolam Darah ini adalah buku Abdullah Harahap yang menurut saya tidak semenarik buku buku beliau yang lain. Mungkin karena tebakan saya salah. Jadi begini, pertama kali baca judulnya, saya langsung berpikir bahwa buku ini bakal bercerita banyak mengenai kolam darah, dan yang pasti bakal berdarah darah, karena kalau berlele lele, itu namanya kolam lele. Tapi nyatanya tidak seperti itu.
Kolam darah itu hanya sebagai sebuah mimpi si Agus, yang ia yakini sebagai pertanda.
Dalam mimpi ia melihat ayah serta dua saudara angkatnya Maharani dan Rudi terperosok dalam kubangan darah yang menggeliat serta menyedot liar. Lebih liat daripada lumpur atau pasir hidup yang siap menelan hidup-hidup mangsanya yang terjebak. Agus kemudian melihat dirinya nekat terjun ke tengah kubangan darah, berusaha menyelamatkan ketiga orang anak beranak yang sudah setengah terpejam dan mengggapai ribut serte putus asa itu.
Cerita dimulai dengan terbunuhnya ayah angkat Agus dengan kondisi yang mengenaskan. Sementara polisi menetapkan pembantu laki lakinya yang ternyata ayah Agus juga sebagai tersangka. Tapi kemudian kejadian bertambah semakin buruk. Ada sosok misterius yang dicurigai sebagai tersangka dan melakukan kembali pembunuhan pembunuhan anggota keluarga tersebut. Ternyata itu semua berawal dari sebuah dendam masa lalu yang melibatkan sebuah senjata keris maha sakti, keris Nagapati.
Dengan cover kuning ceria, Kolam Darah secara keseluruhan memang tidak terlalu menakutkan. tidak ada bagian yang benar benar berkesan, dan sinopsis di cover belakang menurut saya agak spoiler. Rate 2/5

jamesAda banyak cara untuk berpetualang, dan James Henry Trotter pergi berpetualang menggunakan buah persik raksasa bersama temannya, serangga yang bisa bicara. James yang yatim piatu tinggal bersama dua bibinya yang jahat. Suatu hari, pria tua misterus memberi James sekantong kristal berwarna hijau yang aneh. “Kekuatan dan kejaiban dalam benda benda ini lebih banyak dari pada seluruh keajaiban di dunia dijadikan satu,” kata pria itu.
Tapi James ceroboh, kristal ajaib itu lalu jatuh ke tanah. Akibatnya, di lain hari, munculah buah persik raksasa. Suatu malam, James menemukan sebuah lubang di buah persik raksasa itu. Ketika ia masuk ke dalam, ternyata di sana ia bertemu dengan sekelompok serangga yang ukurannya lebih besar dari serangga biasa, dan mereka bisa bicara. Ada Kakek Belalang Hijau, Laba Laba besar, Kepik raksasa, Lipan, Cacing Tanah, Ulat Sutra, dan Cacing Cahaya. Bersama mereka, James terlibat petualangan seru melintasi samudera, bertemu dengan Manusia Awan, dan memperdaya burung burung.
James dan Persik Raksasa ditulis oleh Roald Dahl dan ada bayak ilustrasi ilustrasi dari Quentin Blake yang menggambarkan cerita di dalamnya. Buku ini memang buku untuk anak anak, meski ada bagian kekerasan yang di buku lain mungkin bisa terlihat terlalu sadis. Jadi begini, membaca buku ini seperti kita menonton kartun Tom and Jerry, dimana kekerasan tidak terlihat mengerikan, tapi lucu (rrr..mungkin lucu bukan kata yang tepat, tapi tahu kan maksud saya). Hal yang menurut saya janggal adalah kematian orang tua James. Ditelan badak mengamuk di siang hari. Hmm…
Overall, buat saya buku ini biasa saja, faktor U mungkin. Rate 2,5/5

Read Full Post »

the-gates

Jingga duduk mencangkung di dahan pohon nangka. Tangan kirinya memegang buku. Tangan kanannya mengambil buah rambutan, dan melemparnya ke arah Basman yang berdiri di bawahnya.
Pletuk!
Basman mendongak. Melotot.
‘Bas, sini naik!’ Pinta Jingga.
‘Panggil nama saja bisa kali, enggak usah pakai nimpuk segala.’ Balas Basman sewot.

Tapi, ia naik juga ke pohon.
Jingga lalu menggeser tubunya sehingga Basman bisa duduk di sebelahnya. Di dahan paling besar itu, mereka akhirnya duduk berdua.
‘Kamu dapet rambutan dari mana?’ tanya Basman.
‘Apa, Bas?’
‘Itu rambutan yang buat nimpuk aku. Dapet dari mana, khan ini pohon nangka.’
Jingga menolehkan wajah, menunjuk pada tas kresek hitam yang menggantung. Basman meraih tas kresek itu. Di dalamnya terdapat macam macam buah. Ada rambutan, pisang, jeruk, apel dan semangka utuh.
‘Buah semua nih. Enggak ada gorengannya.’
‘Enggak Bas. Aku lagi suka ngemil buah. Biar wajahku jadi kenceng.’ Sambil berkata demikian, Jingga mencubit pipinya sendiri. Basman mengernyit.
‘Ih, kok ngelihatnya gitu. Suka yaa..’
Basman menaruh tas kresek di pangkuan dan memasang ekspresi muntah. ‘Ini kok adasemangka utuh segala?’ tanya Basman kemudian.
‘Oh itu. Tadinya buat nimpuk kamu Bas, kalau saja kamu enggak noleh pas aku timpuk pakai rambutan.’
Basman menarik nafas panjang. ‘Jingga, untuk satu ini aku punya sebuah lagu buatmu.’
‘Apa Bas?’
‘TEGANYA TEGANYA TEGANYA…HOOOO…’
‘Basman tidak!!!!!!!’

Buku yang dipegang Jingga berpindah dengan cepat ke wajah Basman. Dengan sigap Basman menangkisnya dengan tangan. Bahkan Basman berhasil merebut buku itu. Buku itu berjudul The Gates yang ditulis oleh John Connolly. Gerbang neraka, akan segera terbuka. Basman membacanya dalam hati.
‘Bagus enggak?’
‘Bagus dong. Justru aku mau ceritain buku ini ke kamu.’
‘Sekarang?’
‘Bukan, tahun depan.’
‘Oh, kalau gitu aku pergi dulu ya.’
Tangan Jingga mengepal gemas.’ Ya sekarang lah, Basman pinterrr!!!’
Matanya melotot. Tapi Basman tenang tenang saja. Malahan ia kemudian berkata;
Jingga, kalau kamu melotot gitu. Aku jadi ingat sebuah judul buku.’
Jingga melotot semakin lebar. Tapi kali ini bukan karena marah tapi penasaran. ‘Oh ya, judul buku apa?’
‘Judulnya, mata yang enak dipandang. Kaya mata kamu barusan.’
‘Wahahahaha..’
Jingga tergelak. Senang. Tidak jadi marah. ‘Nanti aku ceritain deh bukunya. Yang nulis Ahmad Tohari. Mau enggak?’
Jingga mengangguk. ‘Tapi nanti ya, sekarang aku mau cerita buku The Gates dulu.’
‘Gini ceritanya’, Jingga mulai bercerita,’jadi ada anak kecil namanya Samuel. Samuel punya anjing namanya Boswel. Suatu hari mereka memergoki tetangga mereka, Mr. & Mrs Abernathy berserta temannya sedang melakukan ritual pemanggilan setan.

Ritual tersebut kemudian menjadi pembuka jalan bagi Sang Maha Dengki untuk datang ke bumi. Sang Maha Dengki itu semacam rajanya Iblis. Akibat ritual itu, Mr. & Mrs Abernathy berserta temannya berubah menjadi bukan manusia lagi. Aku bacain quotenya Bas.

Sebuah tentakel, permukaannya dipenuhi organ penghisap tajam yang bergerak gerak bagaikan mulut mulut, membelit kaki sosok itu untuk sesaat. lalu tersedot ke dalam tubuh utama. Kulit manjadi putih, kuku berubah dari kuning menjadi merah cat kuku.
dan sesuatu yang hampir menyerupai Mrs. Abernathy berdiri di depan mereka.’

Jingga berhenti bicara. Ia ingin melihat bagaimana tanggapan Basman terlebih dahulu. Tidak tahu sedang diperhatikan, Basman asik mengambil buah dari tas kresek. Jingga melanjutkan reviewnya.

‘Kemudian Samuel pulang ke rumah. Ketika ia memberitahu ibunya tentang peristiwa itu, ibunya tidak percaya. Hingga kemudian setan setan itu benar benar datang ke bumi. Samuel pun harus berusaha untuk melawan setan setan itu dibantu oleh dua orang
temang bermainnya, dan Nurd. Nurd itu setan yang tertarik ke bumi secara tidak sengaja. Gitu Bas ceritanya.’

Basman sedikit menolehkan kepalanya. ‘Hm, temanya sudah umum ya. Anak kecil yang menyelamatkan dunia.’
‘Memang, tapi tahu enggak Bas..’
‘Enggak.’
‘Yee, main samber aja. Kan aku belum selesai ngomong. Jadi gini, buku ini bagus. Enak dibaca. Ringan gitu, bukan bacaan yang bikin dahi berkerut.’
‘Pasti ringan lah. Beratnya saja enggak sampai seratus kilo..’
Basman menggantung perkataannya. Ia baru menyadari bahwa ia telah mengucapkan kata yang tidak boleh dikatakan kepada Jingga. Ia tidak boleh menyinggung berat di atas 50 kilo. Lebih satu kilo saja sudah gawat. Apalagi sampai seratus kilo.

Tapi semua sudah terlambat.
‘Oh, jadi menurutmu aku gendut gitu Bas!!’
Basman gelagapan.’ Bb..bukan, maksudku buku itu yang beratnya tidak sampai seratus kilo.’
‘Tuh kan. Malah ngatain berat badanku seratus kilo.’
‘Enggak Jingga manis.’
‘Eh ngatain gendut lagi. Dasar kamu yah Bas!!’

Tanpa kompromi.
Basman pusing. ‘Yang ngatain kamu gendut itu siapaaa..
‘Banyak alasan! Kamu ngajak ribut ya Bas!’
Jingga berdiri di dahan pohon, lalu melancarkan tendangan ke muka Basman. Basman menjatuhkan diri ke tanah. Jingga pun turun. Sambil salto ia mengirim tendangan lagi. Basman menghindar lagi. Jingga melayangkan pukulan bertubi tubi. Begitulah
akhirnya mereka berkelahi. Tapi jangan khawatir, mereka baik baik saja kok. nanti juga baikan lagi.

***

Berhubung sedang berkelahi, maka saya yang akan melanjutkan review The Gate. Ini versi saya. Sebenarnya cukup mengejutkan ketika buku ini ternyata mampu tampil jenaka. Kejenakaan itu muncul dari nama nama setan yang lebay, tingkah laku Nurd
dengan bawahannya di negeri pembuangan, Nurd dengan orang orang di bumi. Bahkan setan setan yang seharusnya mengerikan, malah dibikin kocak dengan tingkah lakunya menghadapi orang orang yang ingin dibunuh. Akibatnya ialah, saya kehilangan momen untuk merasa ngeri, meski ada beberapa adegan yang cukup gore.

Di buku ini juga disinggung mengenai penciptaan dunia, serta CERN, tempat penelitian tentang materi. CERN juga ada dibuku Angel & Demon-nya Dan Brown. Hanya menurut saya, adanya plot CERN ini tidak terlalu berpengaruh terhadap jalan cerita. Mungkin dibuat agar terlihat lebih ilmiah. Tidak tahu juga.

Pada akhirnya The Gate termasuk buku yang menarik, meski tidak ada momen momen yang membekas dalam hati. Buku ini ditulis oleh John Connolly. Ia juga menulis The Books OF Lost Things, sebuah fantasi yang dark yang berhubungan dengan dongeng dongeng dunia.

Judul : The Gates
Penulis : John Connolly
Halaman : 320
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Rate: 3.5

Read Full Post »

Review A Tale Dark & Grimm

Judul: A Tale Dark & Grimm
Penulis: Adam Gidwitz

Ada sebuah cerita. Pada suatu malam di sebuah ranjang tempat tidur, seorang anak kecil bernama Mawar meminta kepada ayahnya untuk membacakan sebuah dongeng. Ayahnya kemudian mengambil sebuah buku yang baru saja ia beli: A Tale Dark & Grimm , dan ia mulai membaca.
Tak lama kemudian, Mawar menjerit.
Papah, hentikan! Mawar takut! Mawar.. gak gak gak gak kuat!! Gak gak gak gak level!!

Bertahun tahun kemudian, Mawar menciptakan sebuah lagu berdasarkan pengalaman masa kecilnya berjudul Playboy dan dinyanyikan oleh girl band pendatang baru: 7icon.

Oke, itu semua cerita bohong belaka. Karena lagu Playboy ditulis oleh Dewiq, dan tentu saja tak ada seorang ayah yang tega menceritakan sebuah dongeng yang menakutkan untuk buah hatinya tercinta.
Tapi jangan salah, bahkan di dalam kebohongan pun terkadang ada sebuah kebenaran yang nyata adanya .
Kebenaran yang ada pada cerita di atas ialah adanya sebuah buku berjudul A Tale Dark & Grimm. Dan memang benar, di dalamnya memuat begitu banyak unsur kekerasan yang tidak boleh dibaca oleh anak dibawah umur. Sebut saja pembunuhan, potong jari hingga potong kepala, mutilasi, merebus orang dan lain sebagainya. Keras dan berdarah darah.
Seharusnya menakutkan, ya enggak sih?
Sayangnya, buku ini tidak terlalu menakutkan seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Karena Adam Gidwitz, sang penulis, hanya piawai menggambarkan berbagai kekejaman kekejaman, namun gagal membangun atmosfir kengerian, alih alih terkesan jadi lucu dan terlalu riang. Ibaratkan saja kita menonton film horor di tengah lapangan pada siang hari bolong, ditemani oleh tetangga sekampung plus dukun pengusir setan.
Juga ditambah dengan banyaknya interupsi oleh penulisnya, semakin mengurangi ketegangan yang susah payah dijaga. Interupsi bagaimana maksudnya?
Maksudnya begini. Misalnya kita sedang seru serunya baca, kemudian tiba tiba ada tulisan dari penulisnya (dengan type font yang berbeda) yang memberitahu bahwa kejadian selanjutnya akan menakutkan, atau himbauan agar seandainya ada anak kecil suruh cepat keluar, atau penjelasan mengenai kejadian kejadian sebelumnya yang sayangnya malah tidak menjelaskan apa pun: ‘Jadi apa alasannya, jangan tanya padaku, aku juga tidak tahu’, begitu katanya.
Jadi, membaca buku ini seperti sedang ngabuburit menunggu bedug maghrib tapi tanpa beli makanan buat tajil, atau tamasya bersepeda mengelilingi kompleks rumah tapi tanpa ada yang dikecengin , alias tidak membawa kesan apa pun, kecuali sekedar pengisi waktu yang sedikit menyenangkan tapi tidak cukup kuat untuk membuat diriku terpesona.

Read Full Post »

Review The Hobbit

The Hobbit
Penulis: J.R.R Tolkien

review The Hobbit, dalam sebuah ilustrasi:

Hari ini Bapak akan meriview buku berjudul The Hobbit yang ditulis oleh J.R.R Tolkien. Ada yang sudah baca? Yak, jangan dijawab, karena pokok pembahasan kali ini adalah tentang review buku itu, bukan tentang apakah sudah kalian baca atau belum. Mengerti!
Ngerti Paaakkk!!!
Bagooossss!! Markitmul!
Markitmul apaan Pak?
Mari kita mulai, muridku.
*tepokjidat*
Jadi, The Hobbit itu menceritakan tentang petualangan seorang hobbit, bernama Bilbo Baggins, yang diajak oleh Gandalf, penyihir baik hati, dan tiga belas kurcaci, untuk merebut kembali harta nenek moyang mereka yang dikuasai oleh naga jahat bernama Smaug. Tapi, sebelum mereka sampai di tempat dimana naga itu tinggal, mereka harus mengadakan perjalanan panjang yang tidak hanya melelahkan, tapi juga menakutkan, yang hampir saja merenggut nyawa mereka. Sebab mereka harus melalui tempat tempat yang dihuni oleh makhluk makhluk berbahaya.

Terus, nasib mereka gimana Pak? Apa mereka berhasil dapetin tuh harta, terus gimana caranya mereka menghadapi naga?
Nah, jawaban dari pada pertanyaan itu bisa ditemui di dalam buku ini.
Jadi, bukunya bagus gitu Pak?
Yah, bagus sih, meski tidak bagus banget. Penulis berhasil membawa saya untuk dapat ikut serta menikmati berbagai kisah di dalamnya. Yang diceritakan dengan tepat, tanpa basa basi, tidak ada detail detail yang mengganggu. Semua ditulis dengan ringkas, dan…eh, kamu Saprudin, ngapain kakimu ditaro di atas meja begitu.
Gerah Pak!
Kamu itu aneh. Kalau gerah, ya jendelanya dibuka, bukannya naruh kaki begitu!!
Siap, Pak!!

*Saprudin berdiri hendak membuka jendela, ketika tiba tiba seorang murid yang lain berteriak melarangnya*; ‘Jangan dibukaa!!!
Kenapa? *tanya Pak Guru*
Nanti airnya masuk!!
Oalaha, bocah gemblung. Ngelindur mesti ini. Woi, bangun! Cuci muka sono di kamar mandi. Dasar edun, di kelas bukannya belajar malah tidur, emangnya ini hostes!
Salah Paaak, yang benar hotel!
Jangan dibenerin. Saya lagi emisi!
Emosiiiii Paaakkkk!!!
#@$$&##**??!

*Setelah Pak Guru tenang, kemudian ia melanjutkan*: Nah, sampai dimana tadi. Ah, sudahlah..intinya The Hobbit ini buku yang bagus. Lagipula kalian juga pasti sudah pada tahu khan, kalau buku ini merupakan prekuel dari buku trilogi The Lord Of The Ring. Kalau kalian sudah tahu, pasti penasaran khan gimana sih kisahnya sampai Bilbo Baggins bisa mendapatkan cincin ajaib itu.
Iya Pak. Ntar bulan desember juga keluar filmnya, Pak!!
Oh iya, betul sekali. Nah, berhubung waktu sudah mulai habis. Kalian ada pertanyaan..yak kamu Sumarjo, mau nanya apa?
Bolehkah saya bertanya, Pak?
Oh, tentu saja boleh. Mau nanya apa?
Lha, itu tadi sudah dijawab..saya kan cuma mau nanya; Bolehkan saya bertanya, Pak?
Oalaaah..!!  Murid muridku, kalian sabar yah, punya teman kaya Sumarjo tadi.
Ada juga Bapak kali yang sabarrr..
Bapak mah, sudah sabar dari dulu..Hehehe..Ya sudah, pelajaran kali ini cukup sampai di sini. Sampai jumpa di lain kesempitan.
Kesempatan, Paaaakkkkk!!!!!!!!!

Read Full Post »