Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘manekin’

Ajun Komisaris Bursok Sembiring kembali beraksi. Setelah memecahkan kasus peti mati yang bisa terbang, kali ini ia berurusan dengan pembunuhan dan raibnya sesosok manekin milik korban pembunuhan itu. Sst, konon manekinnya bisa hidup sendiri dan mulai menuntut balas atas kematian Rendi, laki laki pemiliknya yang jatuh cinta padanya. Pembunuhan Rendi bukanlah tanpa saksi. Akan tetapi, saksinya sendiri berada jauh berkilo kilometer dari TKP. Saksi tersebut mengetahui kejadian itu melalui gambaran seperti halnya mimpi. 

Ia melihat melalui mata manekin milik Rendi. Saksi itu tak lain adalah saudari kembarnya, Rinda. Rinda mampu terkoneksi secara gaib ke dalam tubuh padat manekin yang dibuat amat mirip dengan dirinya. Keganjilan itu dimanfaatkan oleh Bursok untuk mencari siapa dalang pembunuhan Rendi. Berpacu dengan kecepatan sang manekin yang mulai menuntut balas atas kematian sang kekasih, Rendi.

Abdullah Harahap kembali menyuguhkan cerita horor mistis yang sedikit erotis dibingkai oleh thriller pembunuhan dan usaha untuk menangkap pelakunya. Bagi yang sudah membaca Misteri Peti Mati, tentu sudah tak asing lagi dengan Ajun Komisaris Bursok, yang punya ‘mata elang’, sanggup mendeteksi gerakan sehalus apa pun dari seseorang yang kemudian akan menuntunnya dalam menyelidiki kasus itu. Tapi bagi yang belum membaca Misteri Peti juga tak masalah. Buku ini bukanlah lanjutan dari buku itu. Ini ceritanya lain sekali.

Ciri khas Abdullah Harahap masih ada disini. Pembunuhan dengan cara cara yang di luar akal sehat. Erotisme. Tapi sayangnya, buku ini tidak terlalu bikin merinding. Hantu manekin bukanlah seperti hantu hantu yang lain. Ia spesial meski enggak pakai telor. Manekinnya sendiri pun acap kali membuat laki laki terpesona. Apalagi bibir merahnya yang membara. Membuat ingin menciumnya. Meski kerasss terasa. (Kalau pas ‘hidup’ sih, lembut.) Horornya dibuat dari kematian kematian yang membikin ngilu. Tsadis. 

Apa yang kini terlihat adalah sesosok monster yang berwujud manusia duduk, dengan kedua lengan menyilang di depan wajah. Duduk diam dan kaku, tak begerak gerak. Dengan sekujur tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki semuanya terbuat dari lapisan fiberglass. Sesosok monster tanpa wajah.

Yang menarik dari buku ini ialah wujud sang manekin. Disamping wajahnya yang dibuat sangat mirip Rinda, ternyata bagian dalamnya terdiri dari rangkaian kabel kabel laksana robot. Manekin ini tak hanya diam, namun juga bisa bergerak. Meski terbatas dalam gerakan merangkul dan menjepit. Bahkan pahanya juga bisa hangat. Jangan heran, karena sejatinya manekin ini merangkap pula jadi boneka seks. Ini dalam kondisi normal. 

Dalam kondisi yang tak normal, atau dirasuki, manekin itu akan berlaku bak penyihir. Membuat kepalanya melayang layang, membuat kursi kursi bergerak sendiri. Serta bisa jalan lenggang kangkung seperti manusia. Manekin itu seperti dapat kekuatan super, dan digunakan untuk membalas kematian Rendi. Sayangnya, kekuatan super itu tidak meliputi sinar laser yang keluar dari telapak tangan, atau terbang ke langit seperti Iron Man. 

Manekin tidak ubahnya seperti manekin di toko yang memakai baju tidur. Bukan untuk semua orang meski banyak orang menyukai tidur. Tapi, ada orang yang enggak suka tidur. Yaitu, orang enggak ngantukk weee… Intinya ialah buku ini bisa mengobati dahaga atas cerita kriminal berbalut mistis dengan selimut erotis yang tipis. Bukan yang terbaik dari seorang Abdullah Harahap. Bukan pula yang buruk. Yang sedang sedang saja. 

Manekin | Abdullah Harahap | Paradoks | Jumlah halaman: 520 | Rate: 3

Advertisements

Read Full Post »