Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Paradoks’

Ajun Komisaris Bursok Sembiring kembali beraksi. Setelah memecahkan kasus peti mati yang bisa terbang, kali ini ia berurusan dengan pembunuhan dan raibnya sesosok manekin milik korban pembunuhan itu. Sst, konon manekinnya bisa hidup sendiri dan mulai menuntut balas atas kematian Rendi, laki laki pemiliknya yang jatuh cinta padanya. Pembunuhan Rendi bukanlah tanpa saksi. Akan tetapi, saksinya sendiri berada jauh berkilo kilometer dari TKP. Saksi tersebut mengetahui kejadian itu melalui gambaran seperti halnya mimpi. 

Ia melihat melalui mata manekin milik Rendi. Saksi itu tak lain adalah saudari kembarnya, Rinda. Rinda mampu terkoneksi secara gaib ke dalam tubuh padat manekin yang dibuat amat mirip dengan dirinya. Keganjilan itu dimanfaatkan oleh Bursok untuk mencari siapa dalang pembunuhan Rendi. Berpacu dengan kecepatan sang manekin yang mulai menuntut balas atas kematian sang kekasih, Rendi.

Abdullah Harahap kembali menyuguhkan cerita horor mistis yang sedikit erotis dibingkai oleh thriller pembunuhan dan usaha untuk menangkap pelakunya. Bagi yang sudah membaca Misteri Peti Mati, tentu sudah tak asing lagi dengan Ajun Komisaris Bursok, yang punya ‘mata elang’, sanggup mendeteksi gerakan sehalus apa pun dari seseorang yang kemudian akan menuntunnya dalam menyelidiki kasus itu. Tapi bagi yang belum membaca Misteri Peti juga tak masalah. Buku ini bukanlah lanjutan dari buku itu. Ini ceritanya lain sekali.

Ciri khas Abdullah Harahap masih ada disini. Pembunuhan dengan cara cara yang di luar akal sehat. Erotisme. Tapi sayangnya, buku ini tidak terlalu bikin merinding. Hantu manekin bukanlah seperti hantu hantu yang lain. Ia spesial meski enggak pakai telor. Manekinnya sendiri pun acap kali membuat laki laki terpesona. Apalagi bibir merahnya yang membara. Membuat ingin menciumnya. Meski kerasss terasa. (Kalau pas ‘hidup’ sih, lembut.) Horornya dibuat dari kematian kematian yang membikin ngilu. Tsadis. 

Apa yang kini terlihat adalah sesosok monster yang berwujud manusia duduk, dengan kedua lengan menyilang di depan wajah. Duduk diam dan kaku, tak begerak gerak. Dengan sekujur tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki semuanya terbuat dari lapisan fiberglass. Sesosok monster tanpa wajah.

Yang menarik dari buku ini ialah wujud sang manekin. Disamping wajahnya yang dibuat sangat mirip Rinda, ternyata bagian dalamnya terdiri dari rangkaian kabel kabel laksana robot. Manekin ini tak hanya diam, namun juga bisa bergerak. Meski terbatas dalam gerakan merangkul dan menjepit. Bahkan pahanya juga bisa hangat. Jangan heran, karena sejatinya manekin ini merangkap pula jadi boneka seks. Ini dalam kondisi normal. 

Dalam kondisi yang tak normal, atau dirasuki, manekin itu akan berlaku bak penyihir. Membuat kepalanya melayang layang, membuat kursi kursi bergerak sendiri. Serta bisa jalan lenggang kangkung seperti manusia. Manekin itu seperti dapat kekuatan super, dan digunakan untuk membalas kematian Rendi. Sayangnya, kekuatan super itu tidak meliputi sinar laser yang keluar dari telapak tangan, atau terbang ke langit seperti Iron Man. 

Manekin tidak ubahnya seperti manekin di toko yang memakai baju tidur. Bukan untuk semua orang meski banyak orang menyukai tidur. Tapi, ada orang yang enggak suka tidur. Yaitu, orang enggak ngantukk weee… Intinya ialah buku ini bisa mengobati dahaga atas cerita kriminal berbalut mistis dengan selimut erotis yang tipis. Bukan yang terbaik dari seorang Abdullah Harahap. Bukan pula yang buruk. Yang sedang sedang saja. 

Manekin | Abdullah Harahap | Paradoks | Jumlah halaman: 520 | Rate: 3

Advertisements

Read Full Post »

Misteri Ratu Cinta

ratucinta

Seperti lagunya Rosa, kecantikan seorang wanita pasti akan pudar seiring dengan berlalunya waktu. Karena ada yang bilang, lelaki jatuh cinta dengan melihat, maka kecantikan menjadi krusial, apabila ingin mendapatkan lelaki pujaan. Oleh karena itulah, berbagai hal sering ditempuh agar wajah mereka terlihat cantik. Mulai berdandan secara sederhana, minum jamu, operasi plastik hingga memakai jalur klenik.

Jalur klenik inilah yang dipakai oleh Sukmarani.

Ia adalah seorang tabib yang menempuh cara yang tak lazim agar dirinya tetap awet muda, montok dan menggairahkan suaminya, Rusman. Ia tidak memakai susuk, melainkan menjalankan semacam ilmu hitam yang mengharuskannya bercinta dengan suaminya setiap hari selama ia tidak sedang berhalangan. Kenapa harus bercinta? Karena kalau harus begadang itu melelahkan, dan harus ada artinya, kata bang Roma. Tapi, tentu saja alasan sebenarnya ialah seperti apa yang dikatakan oleh Miranda.

“Sel sel kehidupan dalam spermamu yang memasuki tubuhnya. Itulah yang dimanfaatkan istrimu untuk melawan proses menuanya fisik yang muncul bersamaan dengan merambatnya waktu.”

Yang dijelaskan lebih detail oleh kakek kakek yang ditemui oleh Rusman:

“Karena unsur kehidupan dalam spermamu diambilnya sebagai penangkal proses menuanya tubuh. Sebaliknya, unsur unsur kehidupan dalam sel sel telur Sukmarani sendiri ia pancarkan ke dalam tubuhmu melalui kejantananmu. Itu akan menolongmu untuk tetap perkasa dan sanggup melayani istrimu di tempat tidur, meski tanpa ada hari yang terlewatkan… “

Itulah yang harus dilakukan oleh Sukmarani agar tetap awet mudah. Tapi, dalam waktu waktu tertentu masih ada ritual lain yang harus dilakukannya. Ritual yang melibatkan dupa dupa, lilin, dan darah ayam pelung.

Cerita bermula ketika Rusman kembali bertemu dengan Miranda, mantan kekasihnya yang telah ia campakkan begitu saja demi Sukmarani. Dari Miranda itulah, Rusman tahu kenyataan yang sebenarnya mengenai istrinya. Mulanya Rusman tidak percaya, tapi ketika kemudian terjadi hal hal yang persis seperti apa yang dikatakan oleh Miranda, Rusman pun mulai percaya. Rusman lalu diajak Miranda bertemu kakek kakek, yang ternyata adalah mantan suami Sukmarani sebelumnya, yang masih muda ketika dulu menikah dengan Sukmarani. Rusman pun menyadari bahwa istrinya ternyata sudah berusia sangat tua. Tidak tahu berapa pastinya. Bisa ratusan, bahkan lebih.

“Yang kau lihat itu Rusman,” menggema suara Miranda di telinga Rusman. “Adalah tubuh perempuan tua jompo. Perempuan yang pantas jadi nenekmu, bahkan mungkin juga nenek buyutmu!”

Rusman pun meminta bantuan agar ia terbebas dari permasalahannya itu.

Sementara itu, seorang wanita bernama Astuti dicegat oleh seseorang ketika akan pergi kuliah. Orang itu mengatakan bahwa Astuti harus ikut dengannya ke rumah sakit. Astuti pun menurutinya karena mengira kekasihnya, Hendra, kecelakaan. Tapi, ternyata ia dibawa oleh orang itu beserta dua orang temannya ke sebuah vila di puncak. Astuti, yang sedang hamil muda, disekap agar tidak mengganggu jalannya upacara pernikahan Hendra dengan istrinya. Hubungan Astuti dengan Hendra memang tidak direstui oleh kedua orang tua Hendra, yang menginginkan anaknya punya istri dari kalangan bangsawan.

Tapi penyekapan itu ternyata tidak berjalan sesuai dengan rencana semula. Bencana.

Dua kisah yang tampak tak punya hubungan itu kemudian terhubung dengan jalan yang tidak diduga duga. Mistis. Tapi tidak terkesan dipaksakan. Mengalir begitu saja. Keseruan yang sebenarnya pun dimulai. Abdullah Harahap membangun suspen dengan tidak terburu buru, tapi tetap terjaga hingga akhir, dan ditutup dengan ending yang cukup mengharukan, a bittersweet ending. Akhir yang menurut saya sempurna buat buku ini. Diantara buku Abdullah Harahap yang pernah saya baca, inilah ending yang paling saya suka.

Misteri Ratu Cinta dibagi penceritaanya menjadi dua bagian, dan untungnya perpindahan kisah tersebut dilakukan dengan begitu baik dan semakin membikin penasaran. Jadi tidak main asal putus saja. Meski secara keseluruhan tidak ada tokoh yang benar benar berkesan, tapi Abdullah Harahap menceritakan perubahan karakter tokoh Rusman dengan baik, meski tak terlalu banyak dikisahkan. Mengenai keraguannya kepada istrinya, ketakutannya, hingga rasa cinta yang ternyata masih tetap ada.

Seperti halnya novel Abdullah Harahap yang lain, Misteri Ratu Cinta juga terdapat pembunuhan secara mengerikan yang dilakukan oleh makhluk bukan manusia. Keuntungan pembunuhan oleh makhuk gaib ialah, tidak punya batasan imajinasi. Bisa dilakukan dengan cara apa pun akan tetap diterima. Dibuku ini, misalnya, ada tokoh yang dibunuh dengan dililit pagar kawat yang tiba tiba hidup seperti ular. Dan masih ada yang lebih mengerikan lagi.

Pada akhirnya Misteri Ratu Cinta tidak hanya memberikan sebuah kisah misteri, horror dengan aroma balas dendam, tapi juga berhasil menyelipkan sebuah kisah cinta yang tak biasa, manis tapi getir terasa.

Judul: Misteri Ratu Cinta
Penulis: Abdullah Harahap
Jumlah Halaman: 251
Penerbit: Paradoks
Rate: 3,75

Read Full Post »

misteri-penunggu-jenazah

Pada jaman dahulu kala yang tidak dulu dulu banget, ada orang yang sedang duduk di kursi sambil mengetik sebuah review. Ketika review itu sudah tertulis banyak, tiba tiba mati lampu. Orang itu kaget karena keadaaan menjadi gelap gulita dan ia sedang menulis review buku horor. Semacam takut ada yang meluk dari belakang, begitu.Tapi, tidak terjadi apa apa.
Lampu menyala kembali dan hilanglah rasa cemasnya. Hilang pula review yang belum sempat disimpan olehnya.

Seperti celana kolor, hari pun berganti. Orang itu kembali menulis ulang reviewnya, dan kejadian yang sama pun terulang kembali. Orang itu memang tidak menyimpannya lebih dulu karena ia menganggap cukup tampan untuk tertimpa nasib sial yang sama kedua kali. Tapi ia lupa, nasib sial tidak mengenal ketampanan.

Tapi karena kegagalan menulis review tidak terlalu menyakitkan seperti halnya kegagalan cinta, maka orang itu pun mulai menulis lagi reviewnya.  Menggali sedikit demi sedikit kenangan dengan buku itu dengan hati hati karena takut menyentuh kenangan yang lain.

Judul bukunya Penunggu Jenazah yang ditulis oleh Abdullah Harahap. Penunggu Jenazah bercerita mengenai seorang penunggu jenazah bernama Kurdi. Profesinya yang ganjil menjadikannya tidak punya teman dekat, apalagi teman tapi mesra.
Ternyata proses menunggu jenazah yang dilakukan Kurdi tidak sesederhana menunggu jenazah pada umumnya. Bisa dibilang Kurdi hendak menolong jenazah tersebut atau ahli warisnya untuk menyelesaikan segala persoalan yang belum selesai. Misalnya, ada seorang ayah yang meminta Kurdi untuk mencari kepala anaknya yang hilang. Dan karena pekerjaannya sering bersinggungan dengan kepentingan orang lain, Kurdi jadi punya musuh yang tidak segan segan untuk menghilangkan nyawanya.

Buku itu lebih banyak bercerita mengenai keseharian Kurdi, bagaimana harus menjadi penunggu jenazah, atau alasannya mengapa ia suka bercinta dengan jenazah. Iya, jenazah yang akan ditolong biasanya akan ia hidupnya kembali lalu disetubuhi. Kurdi adalah tokoh yang bisa membuatmu jijik, kemudian bersimpati atas nasib malangnya menjadi penunggu jenazah.

“Kita mewarisi kutuk yang ditimpakan pada nenek moyang kita, anakku. Kita ditakdirkan menjadi penunggu jenazah, seperti juga sudah ditakdirkan padaku, pada kakekmu. Takdir kedua yang harus kau jalani: membujang seumur hidupmu, atau istrimu mati ketika kau masih sayang-sayangnya padanya…!”

Overall, buku ini tidak terlalu menegangkan meski ada beberapa perkelahian. Justru penggambaran karakter Kurdi lah yang menarik. Dan.. begitulah orang itu menulis review meski bukunya dibaca sudah lama.
Sebenarnya siapakah orang itu? Kalau kamu bisa menebaknya, mungkin kamu bisa mendapatkan hadiah menarik, yaitu (pilih salah satu):
1. Menarik gerobak
2. Menarik odong odong
3. Menarik becak

Judul : Penunggu Jenazah
Pengarang : Abdullah Harahap
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 352 hal
Rate : 3

Read Full Post »

Misteri Peti Mati 2

misteri-sebuah-peti-mati2

Kisah Ajun Komisaris Bursok mengungkap teror peti mati terus berlanjut. Korban korban sudah berjatuhan. Kecurigaan Bursok terhadap Herman, suami Juarsih yang mayatnya dibawa lari peti mati, semakin bertambah. Keadaan semakin runyam ketika anak buahnya ditemukan tewas tertembus peluru ketika sedang mengintai Ranggadi, petani tua yang dicurigai  terlibat dalam kejadian peti mati itu.

Di sisi lain, benang benang kusut mulai terurai. Bursok mulai memahami maksud dari semua kejadian itu dengan dibantu oleh Linda dan kakeknya yang bernama Abimanyu. Abimanyu ternyata seorang yang punya ilmu gaib. Melalui dirinyalah kemudian terangkai cerita mengenai tragedi cinta dan perebutan kekuasaan di masa lalu yang sekarang akan berlanjut lagi menimpa anak keturunannya.

Dibagi menjadi 2 buku, Misteri Sebuah Peti Mati tidaklah berubah menjadi buku yang panjang dan melelahkan. Pacenya berlalu dengan cepat. Ada banyak misteri yang menunggu untuk dipecahkan. Tentang siapa korban selanjutnya, apakah alasan sebenarnya dibalik pembunuhan itu, serta misteri misteri yang tak kasat mata; rahasia mengejutkan tentang monyet monyet desa Cikeruh, sosok penunggang kuda, dan lainnya.

Wujud leher serta kepala ular berwarna merah membara, dengan moncong yang menganga terbuka. Memperlihatkan sepasang taring runcing serta juluran lidah yang juga merah membara. Yang terus turun memanjang sampai mendekati janin di rerumputan. Dimana moncong sang ular membuka lebih lebar. Lalu dengan cepat dan sangat tiba tiba, bergerak mematuk. Mematuk sang janin tak berdaya.

Dan seperti buku Abdullah Harahap yang lain, selain mistis, buku ini juga mengandung erotisme yang lumayan banyak. Ada beberapa adegan panas, serta kata kata berlebihan yang menjurus, meski seharusnya bisa ditulis biasa saja.

Secara keseluruhan, Misteri Sebuah Peti Mati (1&2) adalah sebuah buku yang menghibur, penuh misteri dan hal hal gaib yang tak masuk akal, ditambah dengan penyelidikan polisi membuatnya seperti cerita detektif, dan  adegan panas yang menyatu dengan cerita, tidak dibuat buat hanya untuk sekedar fan service belaka. Dan buku ini tidak bikin merinding, tapi penasaran pada hal hal ganjil yang ada di dalamnya.

Judul: Misteri Sebuah Peti Mati 2
Penulis: Abdullah Harahap
Penerbit: Paradoks
Jumlah Halaman: 517
Rate: 4

 

Read Full Post »

misteri-sebuah-peti-mati

Karena ini baru buku pertama,(total ada 2 buku), maka saya tidak akan membahas tentang endingnya karena sudah dapat dipastikan endingnya akan seperti buah pepaya di dahan pohon rambutan; menggantung. Belum selesai. Mengapa buah pepaya sampai di pohon rambutan itu tidak usah dipikirkan, karena pepaya itu ada di pohon manapun akan sama saja menggantung. (intinya sama saja kan?) Tapi kamu bisa memikirkan alasannya sendiri kalau kamu memang menginginkan demikian. Tidak ada paksaan di sini.

Mengapa saya harus menjelaskan tentang pembahasan ending, karena biasanya bagus tidaknya ending akan mempengaruhi penilaian akhir sebuah buku. Tak jarang buku yang bagus akan jadi jelek hanya karena endingnya. Ini seperti peribahasa karena nila setitik, rusak susu sebelahnya.  Dan dibuku ini poin itu tidak disertakan.

Lanjut.

“Ada yang tiba tiba menerobos masuk,” salah seorang warga memberi tahu.
“Siapa?” tanya sang komandan regu.
Pertanyaan yang jelas keliru. Karena jawaban yang kemudian mereka dengar, memang sungguh di luar dugaan.
“Sebuah peti mati!”

Misteri Sebuah Peti Mati memulai kisahnya dengan adegan tabrak lari dengan korban bernama Juarsih yang waktu itu sedang bersama suaminya. Juarsih meninggal dunia. Kemudian mayat Juarsih dimasukkan ke dalam peti mati. Di sinilah letak masalahnya.
Secara ajaib peti mati berisi mayat Juarsih terbang dan menghilang. Hal ini tentu saja membuat terkejut semua orang. Termasuk Bursok dan anak buahnya. Polisi yang menangani kasus tersebut.
Di lain tempat, seorang yang merupakan pelaku tabrak lari ditemukan meninggal. Menurut saksi, ia diculik oleh peti mati Juarsih yang masuk lewat jendela. Hingga kemudian korban korban berjatuhan. Bursok pun menyelidiki kasus ini. Dan ternyata hal ini menyangkut dendam masa lalu yang belum terbalaskan. Seperti yang dikeluhkan oleh Bursok “Sepertinya aku akan memasuki sebuah lorong waktu, ”

Dari buku Abdullah Harahap yang pernah baca, boleh jadi inilah buku paling menarik yang saya baca. Juga paling panjang karena terbagi menjadi 2 buku. Mulanya ini seperti kisah detektif, Bursok dengan keahliannya berusaha untuk memecahkan kasus itu. Meneliti detail demi detail. Menggabungkan fakta demi fakta. Kemudian perlahan menjadi thriller pembunuhan yang ganjil. Serta nilai mistik yang tak kurang kurang. Urban legend yang tiba tiba menjadi nyata. Ritual aneh yang menjijikan.

Buku pertama ini menjelaskan hampir semua tanda tanya yang hadir ketika saya membaca buku ini. Hampir. Karena ada satu pertanyaan yang belum saya temukan jawabannya. Mungkin di buku selanjutnya bakal ada.

Pada akhirnya buku ini menarik untuk diikuti. Cerita yang bergerak cepat, meski disertai beberapa cerita masa lalu. Serta erotisme yang biasanya ada di buku Abdullah Harahap. Tapi kali ini tidak terlalu diceritakan secara gamblang dan panas. Tapi bikin melongo. Misalnya ketika bagian mayat Juarsih yang hidup kembali harus bersetubuh dengan empat puluh ekor monyet jadi jadian di tanah lapang di bawah naungan bulan purnama.
Nggilani.

Judul buku: Misteri Sebuah Peti Mati buku 1
Penulis: Abdullah Harahap
Jumlah halaman: 352
Penerbit: Paradoks
Rate: 4

Read Full Post »

manusia_serigala

 

Ingatan saya mengenai manusia serigala ialah seperti ini: ia laki laki yang dikutuk jadi serigala ketika bulan purnama tiba. Serigala jadi
jadian itu kemudian pergi meneror orang orang. Membunuh dengan cakar  gigitannya yang tajam. Ia menyeramkan. Namun manusia serigala dalam persepsi Abdullah Harahap tidaklah persis demikian. Ia memang tetap menyeramkan, tapi perubahan yang terjadi tidak disebabkan oleh bulan purnama.  Setiap malam ia selalu berubah. Kemudian ia akan membunuh manusia dengan cara dicakar dan digigit, setelah itu lalu hati korbannya akan dimakan mentah mentah sebab kalau dimasak lebih dulu bakal kelamaan.

Manusia Serigala memulai kisahnya dengan sebuah adegan kecelakaan tragis yang merenggut nyawa ibu dari Mia. Gadis remaja itu menyaksikan sendiri bagaimana ibunya tewas diterjang mobil yang dikendarai oleh Edi, anak orang kaya. Ternyata pengadilan membuat keputusan yang menyakiti hati Mia. Dendam pun membara di hati Mia. Waktu berlalu, Mia sudah besar sekarang. Ia menjadi wartawati dengan nama samaran Sum Kuning, karena nama aslinya adalah Sumiyati dan kulitnya kuning langsat. Kalau kulitnya putih, mungkin jadi Sum Putih. Kalau kulitnya merah, jadi Sum Merah. Kalau kulitnya hijau, jadi Hulk.

Mia mempunyai ayah bernama Suharyadi yang mempunyai kelainan aneh. Tubuhnya berubah menjadi makhluk penuh bulu ketika hari sudah gelap. Untuk itu ia harus dipasung. Tapi pada suatu hari ia lepas.
Sementara itu di sebuah tempat ditemukan mayat dengan kondisi mengenaskan. Mayat itu kemudian diselidiki oleh Rukmana, seorang Komisaris polisi. Mia, sebagai seorang wartawan ikut datang ke tempat kejadian. Mia curiga kejadian ini ada hubungannya dengan ayahnya. Kecurigaannya bertambah ketika ia mengetahui mayat itu ternyata punya hubungan dengan kejadian di masa lalu yang telah merenggut kebahagian milik Mia. Meski demikian, ia tak melaporkan kecurigaannya kepada Komisaris Rukmana.
Hingga suatu malam ayahnya mendatangi Mia dengan wujud serigalanya. Dan, korban korban pun berjatuhan.

Bagian bagian awal buku ini merupakan yang terbaik. Bagian itu mampu membuat saya tak nyaman, hal yang seharusnya memang terjadi ketika membaca buku dengan genre semacam ini. Abdullah Harahap menuliskan kecelakaan yang menimpa ibu Mia dengan begitu menyentak. Seperti nonton film Final Destination.

Perempuan itu tak sempat menoleh. Bahkan barangkali ia juga tidak tahu apa yang sekonyong konyong menghantam pahanya begitu keras. Sangat keras, sehingga ia terangkat seketika dari tanah, terbang melewati selokan, lalu hinggap di pagar bambu pekarangan rumah terdekat. Pagar tersebut langsung pecah berantakan. Sebilah di antara pecahan bambu itu menghujam langsung ke lambung si perempuan.

Tapi horor yang sebenarnya terjadi ketika si perempuan sudah ada di rumah sakit. Salah satu bagian  paling seram di buku ini. Dengan nuansa gore melodramatis yang membuat dada dan perut sesak; ini akan mengaduk perutmu sementara dadamu dipenuhi rasa haru. Dan ini bahkan masih di bab 1.
Permulaan yang baik.
Kemudian tempo berubah menjadi pelan, dan semakin misterius. Kisah dibalik perubahan manusia serigala perlahan terungkap. Penyelidikan Komisaris Rukmana pun semakin dalam. Menghasilkan twist yang tak terduga. Dan ditutup dengan ending yang kembali memunculkan ketegangan seperti awal cerita.

Ini ketiga kalinya saya membaca buku karangan Abdullah Harahap. Beliau adalah penulis yang kebanyakan mengusung genre horor dengan balutan erotisme. Karya karyanya sempat booming pada tahun 80an, sebelum beliau berhenti menulis sekitar tahun 90an. Meski beliau menulis buku horor, ternyata beliau adalah seorang penakut juga. Tapi itu justru menguntungkan, sebab dengan demikian ia jadi tahu tulisan seperti apa yang bakal menakutkan. Katanya, seperti dikutip dari Wikipedia, kalau kita tidak takut saat menulis bagian seramnya, maka itu berarti novel tersebut gagal. Kalau sang pengarang saja tidak takut, apalagi yang
membacanya?

Manusia Serigala tampil dengan cover yang keren. Sesosok manusia serigala berdiri sambil memamerkan giginya yang runcing. Matanya merah menyala, membelakangi rembulan yang sedang purnama. Seperti tokoh superhero luar negeri. Salah satu cover buku Abdullah Harahap yang saya suka. Dan seperti buku beliau lainnya, yang dicetak kembali oleh penerbit Paradoks,
Manusia Serigala dicetak dalam ukuran buku saku. Lebih kecil dari buku novel lainnya. Seukuran dengan novel Agatha Christie cetakan baru.
Manusia Serigala akan membuat perasaanmu tak enak, yang perlahan hilang karena terlampau asik mengurai misteri yang ada di dalamnya, sampai kemudian ketegangan memuncak, dan membuatmu merenungi nasib tokohnya.

Pipi jenazah itu ia usap dengan penuh kasih sayang dan mulutnya berkata penuh cinta, “Kita tidur, Ibu? Kita tidur, ya?”

Judul: Manusia Serigala
Penulis: Abdullah Harahap
Jumlah Halaman: 320
Penerbit: Paradoks

 

Rate

Rate

 

Read Full Post »

misteri_kalung_setan

“Ceritakan padaku tentang kolang kaling!”  pinta seorang wanita.
Kemudian si lelaki membacakan tulisan ini:

Anton punya istri namanya Eliza. Anaknya bernama Amelia. Suatu malam Eliza terbunuh dengan misterius. Kalungnya jadi hidup dan mencekik lehernya. Sejak kejadian itu, Amelia mentalnya jadi terganggu. Tak bisa bicara dengan baik, hanya keluar suara; shiisisii..taa..ta….
Kemudian Anton punya istri baru. Ningsih namanya. Punya anak lagi. Solavina dan Rudi. Ningsih gila harta, begitu pula Solavina. Suatu ketika Anton pergi mengambil kalung yang masih melingkar di leher Eliza, istrinya. Malam malam, ia pergi ke kuburan Eliza, membongkar, dan mengambil kalungnya, dan diakhiri dengan mengencingi kerangka Eliza.
Yah, semua itu dilakukan atas perintah dukun sakti, sebagai syarat agar Anton bisa menguasai harta Amelia.
Dan, mulai saat itulah, teror kemudian menghantui kehidupan Anton.

Misteri Kalung Setan ibaratnya kisah perebutan harta dengan bumbu supranatural. Mainannya setan. Sayangnya, tidak ada perkelahian antara setan dan manusia, seperti di buku Abudllah Harahap yang saya baca sebelumnya, Misteri Perawan Kubur. Yang ada hanya manusia yang dimangsa setan, ini pun caranya tidak terlalu kreatif. Mengapa harus berhubungan dengan birahi? Nanggung pula.  Mungkin ini memang disengaja, sebab penulis dikenal sering menyisipkan erotisme ke dalam buku bukunya.

Buku ini tidak berhasil membuat saya ngeri dan takut, tapi pertanyaan pertanyaan yang timbul ketika membaca buku ini sudah cukup untuk menggantikan kekurangan tersebut. Siapa yang membunuh Eliza. Apakah sebenarnya setan yang ada di kalung itu. Mengapa Amelia diberi obat telur mentah, lalu dimakan dengan cangkangnya. Berpihak kepada siapakah setan itu. Dan semua pertanyaan itu terjawab ketika buku ini selesai dibaca.

Kemudian yang menarik lagi ialah bentuk asli setan kalung itu sendiri. Namanya Kolang Kilung. Kalau melihat covernya, bentuknya seperti ular betulan yang mengerikan. Tapi aslinya sama sekali lain.

Ujung yang satu sama besar dengan ujung yang lainnya. Hanya jika salah satu ujung itu terangkat, dan tampak bintik bintik merah kehijuauan, dapat ditebak, ujung itulah kepalanya. Dan ketika ujung lainnya yakni ekornya mengibas ngibas, terdengarlah suara berdesis samar samar dari lubang kecil menganga pada bagian bawah. Lubang duburnya.

Misteri Kalung Setan ialah kisah umat manusia yang takluk oleh nafsu dunia sehingga menghalalkan berbagai cara yang justru menjadi bumerang. Kemudian semua i..


“Cukup!! Mana kolang kalingnya?”, tanya si wanita.
“Kolang kaling?”, si lelaki balas bertanya.
“Iya, kolang kaling!”
“Bukan kolang kilung?”
“Bukaaannn!!” *gebrak gebrak meja*

Judul Buku: Misteri Kalung Setan
Penulis: Abdullah Harahap
Jumlah Halaman:336
Penerbit: Paradoks

Rate

Rate

Read Full Post »

Older Posts »