Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘PT Gramedia Pustaka Utama’

Ketika seseorang ditanya bagaimana kesannya terhadap buku yang telah dibaca, kalian tentu pernah mendengar jawaban ini: ‘oh, kalimatnya mengalir’, ‘bukunya menghanyutkan’, ‘unputdownable’, ‘bikin lupa waktu tapi enggak bikin lupa sama kamu uwuwuwuwu’, dan lain lainnya, endesbra endesbre. Mungkin tak sama persis, tapi intinya seperti itu. Begitulah kira kira saya akan memberi penilaian atas buku ini. Isabel Allende begitu piawai merangkai kata. Lembar demi lembar terangkat dengan ringannya. Tahu tahu sudah setengah buku. Tahu tahu sudah mau habis. Tahu tahu..tararahu..tararahu.. how deep is your love…tararahu..

Saya akan membahas covernya terlebih dahulu. Terlihat feminim dan cantik. Bunga mawar putih mengembang di dekat dinding biru muda yang penuh dengan totol totol hijau seperti wijen pada kue onde onde. Konon bunga mawar putih melambangkan cinta yang tulus dan murni. Ini sedikit banyak sesuai dengan apa yang terpapar di dalam buku. Jadi, gambar bunga mawar itu sudah tepat. Namun, akan lebih afdol jika ditambahi juga dengan duri. Karena akan lebih terasa simbolisnya, mawar dan duri, keindahan dan kesakitan. Selain itu mawar juga identik dengan duri, meski duri tidak selalu identik dengan mawar. Khan bisa saja itu duri ikan, duri kaktus, duri landak, atau duri duri dam dam duri duri dam… duri duri dam dam.. duri duri dam.. kamu makannya apa?!!! TEMPE

The Japanese Lover atau Kekasih Jepang dibuka dengan diterimanya Irina Bazili untuk bekerja di panti wreda bernama Lark House. Ia bertugas melayani penghuninya agar merasa nyaman. Disitu ia berkenalan dengan Alma Belasco yang meminta Irina untuk menjadi asisten pribadinya. Irina kemudian berkenalan juga dengan cucu Alma, Seth, yang kemudian menyuruh Irina untuk mematai matai neneknya. Irina yang juga penasaran pun menyetujui. Dengan dalih ingin menyusun buku, Irina dan Seth meminta neneknya untuk bercerita mengenai masa lalunya. Yang berhubungan dengan datangnya surat surat misterius dan juga bunga gardenia. Cerita Alma Belasco mengalir dari masa kanak kanaknya yang terpaksa berpisah dari orang tuanya karena perang, hingga ia bertemu dengan Ichimei Fukuda, putra tukang kebun di rumahnya. Jalinan pertemanan itu mengembang jadi cinta. Tapi jalan cinta mereka penuh dengan lubang, hingga mobil cintanya kadang jatuh dan tak bisa bangkit lagi.. aku tenggelam dalam luka dalam..

Buku ini mungkin tak sampai membuat hati pembacanya bengkak oleh rasa sedih, karena prahara cinta Alma dan Ichimei memang tak setragis kisah Romeo dan Juliet. Bahkan ada tokoh lain yang punya cerita lebih menyedihkan. Saya tidak akan memberitahu siapa. Ini kejutan. Kisah cinta di dalam buku ini juga tak hanya milik mereka berdua saja. Ada beberapa kisah cinta lainnya yang membuat saya takjub. Tak hanya cinta, ada pula kisah lain yang menarik, persahabatan ganjil, hidupnya kembali orang yang sudah mati, alasan mengapa kucing Alma diberi nama Neko, kehidupan di kamp konsentrasi dan lainnya. Semua itu membawa saya dalam petualangan kecil menyusuri tempat tempat jauh, dari Moldova, San Francisco, Topaz di tengah gurun Utah, hingga kota di Mexico, Tijuana meski tak sampai Havana oh na na… Half of my heart is in Havana, ooh na-na 

Jalan cerita buku ini tak mudah ditebak. Memberi kejutan kejutan kecil semisal tentang nasib kisah cinta sepihak Irina dengan salah satu penghuni panti wreda, hingga kejutan kejutan yang mengguncang. Membuat saya sedih dan terharu. Terbagi dalam 31 bab pendek yang ditulis dalam dua bagian, masa lalu dan masa kini secara bergantian. Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil, bahwasanya sedekah bisa membuka pintu rejeki, berbuat baiklah sebanyak banyaknya terutama jika kalian orang kaya, dan cinta janganlah sampai menikam logika meski cinta ini kadang kadang tak ada logika.. berisi smua hasrat dalam hati… 

Saya juga ingin berterima kasih kepada mbak Tanti Lesmana yang sudah menerjemahkan buku ini dengan super sekali, sehingga rasanya sama seperti saya membaca The House of the Spirit & Daughter of Fortune yang diterjemahkan orang lain. Akhirnya, membaca Kekasih Jepang tidak seperti sedang arung jeram melainkan mengambang di kolam arus yang santai. Buku yang memikat saya sejak halaman pertama. Sayang, bagi yang mengharap kata kata romantis mungkin akan kecewa. Kalimat kalimat romantis sedikit ada di dalam surat surat Ichimei kepada Alma. Sayang, surat surat yang ditampilkan kurang banyak. Tapi jangan khawatir, romantisme itu ada dalam bentuk perbuatan tokoh tokohnya dalam rangka untuk menunjukkan cinta dan kasih sayang, opo kowe krungu jerit e ati ku.. Mengharap engkau kembali…Sayang, Nganti memutih rambutkuu….

The Japanese Lover/ Kekasih Jepang | Isabel Allende | Halaman: 408 | Rate: 4

Advertisements

Read Full Post »

Ditemukan mayat aneh dan mengerikan. Mayat bocah laki laki, bagian pinggang ke bawah menyambung dengan tubuh rusa. Setengah manusia setengah rusa. Detektif Gabriella Versado ditugaskan untuk menemukan pelakunya. Belum ketemu, eh jatuh korban lagi dengan kondisi lebih mengerikan. Hayo lho…
Gaby, begitu biasanya si detektif dipanggil, punya anak perempuan remaja bernama Layla. Keduanya tinggal berdua serumah ditambah Nyancat, si kucing. Ayahnya bercerai dan sudah menikah lagi. Kesibukan Gaby membuat mereka jarang kumpul berdua. Layla, punya teman bernama Cassandra, panggilannya Cas.

Sementara itu, di sisi lain kota ada seorang pemuda bernama Jonno Haim, yang terpaksa pindah ke Detroit demi hidup yang lebih baik. Bersama pacarnya, Jen yang seorang DJ, mereka berniat untuk membuat sebuah video berita terkini dan menguploadnya di youtube. Mereka ingin terkenal dengan cara itu. Lalu ada Thomas Keen, alias TK. Laki laki tua yang bertugas mengawasi para tunawisma.

Selain tokoh tokoh itu masih ada tokoh lain, tapi inti buku ini menceritakan tokoh tersebut dan tokoh lainnya. Tentang bagaimana mereka kemudian terhubung dengan kasus pembunuhan aneh itu meski awalnya tidak saling kenal dalam sebuah jalinan cerita yang membutuhkan kesabaran. Cenderung lambat. Apalagi dengan jumlah halaman yang lumayan gendut, 600an halaman lebih. Bukan buku yang oleh saya mudah untuk diselesaikan.

Menurut saya, ada beberapa cerita yang seharusnya tidak terlalu detail dan lama. Contohnya mengenai hubungan Layla dan Cas, dan permasalahannya. Juga tentang masa lalu Cas. Seharusnya cukup diceritakan keduanya teman baik saja. Teman curhat. Teman sepermainan. Itu saja sudah cukup. Karena bagian waktu mereka berurusan dengan pedofilia malah menurunkan tempo. Hasrat ngin mengetahui bagaimana kasus pembunuhan itu jadi tertunda. Sesuatu yang tertunda kan biasanya menyebalkan, kecuali sesuatu yang tertunda punya Padi. Top markotop lah itu.

Selain itu, cerita awal mula tokoh tokohnya juga tidak terlalu menarik. Jonno Haim dan pacarnya Jen biasa saja. Justru bagian Jonno dan Cate sedikit lebih menarik. Lebih ada ‘percikan’. Padahal cuma sekilas. Tokoh antagonisnya pun tidak berkesan sama sekali.

Bagian akhir yang seharusnya menegangkan justru dirusak oleh adanya halusinasi halusinasi yang tidak benar benar diberi tahu dari mana asalnya. Halusinasi itu memang mengerikan, cuma masalahnya saya sudah terlanjur tahu bahwa itu tak nyata. Jadi jatuhnya ilfeel. Halah, cuma boongan, gitu kata saya. Juga mengenai pintu pintu simbolis yang kurang jelas gunanya apa. Mungkin saya kurang piknik, jadi enggak terlalu nangkep maksudnya. Terus, biasanya kalau membaca buku atau menonton film yang ada bagian menangkap pembunuhnya kan kadang suka deg degan sendiri ya, saat penjahatnya akan tertangkap, atau waktu bertarung, atau menyelamatkan seseorang. Waktu saya baca buku ini tidak begitu. Lempeng aja. Pasrah tokohnya mau diapain juga. Yang penting cepat selesai. Mungkin buku ini telanjur membosankan, tidak punya sesuatu yang menggetarkan hati. Mungkin karena hati saya yang sudah terlalu keras. Seperti kehidupan. Jeng jeng!

Mungkin juga karena harapan saya terlalu tinggi. Salah saya juga sih, tak baca sinopsis dengan lengkap. Saya hanya tahu ada mayat setengah manusia setengah rusa, dan detektif yang memburu pembunuhnya. Saya kira, ini bakal berbau fantasi dimana mayat aneh itu adalah semacam makhluk fantasi betulan, bukan manusia biasa yang dilem ditubuh rusa. Pembunuhnya juga kurang jelas. Jadi begini, pembunuh sebenarnya ialah mimpi. Mimpi menjadi entitas yang berdiri sendiri, mengontrol manusia untuk membunuh. Alasan kenapa ia harus menyiarkan ke seluruh dunia juga saya gagal paham. Kalau misalnya semua orang tau terus apa. Paling juga gempar sebentar saja. Masalah lainnya ialah sebenarnya mimpi ini siapa? Apakah ia cuma karangan si pembunuh(semacam kepribadian ganda), apakah juga semacam makhluk lain. Alien. Makhluk halus. Tapi kalau makhluk lain, kenapa tidak diceritakan lebih dalam. Heuu.. saya gagal paham. Mungkin juga karena otak saya sudah buntu dan keras. Seperti kehidupan. Jeng jeng!

Akhir kata, Broken Monsters atau Monster Monster Rusak akan sulit memuaskan kalian yang mencari cerita menegangkan, dengan alur yang cepat. Buku ini lambat, cerita cerita pendukungnya juga biasa saja. Seandainya saja bisa diringkas,mungkin akan jadi lebih baik. Buku ini juga sepertinya ingin menunjukkan bahaya media sosial yang telah mengubah tingkah laku manusia dan bisa menjadi alat yang berbahaya; sebuah alat bagi pembunuh mewujudkan tujuannya. Cara penyampaiannya saja yang terlalu bertele tele. Ada quote menarik yang sedikit meluruskan apa yang dulu dinyanyikan Ahmad Albar, Nicky Astri dan Nike Ardila.

Panggung sandiwara bukanlah dunia, melainkan media sosial, tempat segalanya dipertunjukkan. Sisa kehidupan kita hanya latihan, dipersiapkan untuk tampil menakjubkan secara online.

Sesudah menamatkan buku ini, saya membaca di bagian belakang ada kata kata dari Stephen King; “Sangat menakutkan dan mencekam.” Menurut saya itu terlalu berlebihan. Sama seperti berat buku ini yang berlebih. Tapi ada yang bilang buku tebal itu seksi. Bisa multi fungsi pula. Jadi bantal, ganjel pintu (belum pernah nyoba keduanya). Sekaligus ada makna filosofisnya. Buku yang tebal sebenarnya melambangkan kehidupan. Karena buku yang tebal itu keras. Seperti kehidupan. Jeng jeng!

Broken Monsters | Monster Monster Rusak |Lauren Beukes | PT Gramedia Pustaka Utama | 656 Halaman | Rate: 2

Read Full Post »

Jpeg

Apa kamu tahu mengapa gajah hidungnya panjang? Ceritanya begini. Pada suatu waktu, hiduplah seorang laki laki yang miskin. Ayah ibunya miskin. Istri pertamanya miskin. Istri keduanya ikut ikutan miskin. Anak laki laki itu punya asisten pribadi yang juga miskin. Ia juga punya tukang kebun, yang juga ikut ikutan miskin. Pokoknya semuanya miskin. Suatu hari, laki laki itu pergi ke gunung mencari batu akik. Di tengah perjalanan, kebetulan ia bertemu dengan seekor gajah. Lalu laki laki itu bertanya kepada gajah mengapa hidungnya begitu panjang. Si gajah pun menjawab sambil tersenyum; sudah dari sananya, Dik. Sejak saat itu, laki laki itu pun tahu alasannya mengapa si gajah hidungnya panjang.

Begitulah ceritanya, mengapa gajah hidungnya panjang. Ternyata sudah dari sananya. Heuheuheu. Tapi kalau kamu tidak puas dengan cerita ini, kamu bisa menemukan cerita yang lainnya. Carilah cerpen dengan judul Kisah Si Anak Gajah.

Sudah pernah lihat unta? Apa kamu ingin tahu dari mana unta mendapatkan punuknya? Jaman dulu kala, punggung unta masih mulus dan rata. Suatu hari seekor unta sedang berjalan di pasang pasir. Tiba tiba ia menemukan botol kecap. Si unta yang suka main bola kemudian menendang botol kecap itu hingga pecah. Lalu dari botol kecap itu keluarlah putri yang cantik. “Oh kuda yang baik, terima kasih sudah menolong aku”, kata si putri. “Saya bukan kuda, tapi unta,” jawab si unta meralat.

Tapi putri itu keukeuh bilang bahwa itu kuda. Mungkin kelamaan di dalam botol kecap membuat otaknya sedikit kongslet. “Kamu itu kuda, bukan unta!”

“Saya unta keles.” Unta juga ikut ngotot.

“Kamu tuh kuda, kamu tuh enggak ada bedanya sama kuda, tahu!”

Demi menuntaskan perdebatan, si unta kemudia berusaha agar ia beda dengan kuda. Si unta mengepalkan dua kaki depannya, merapal ilmu kanuragan yang baru saja ia pelajari. Dan, pluk! Dari punggungnya muncullah tonjolan dua biji. Dengan peluh membasahi dahi, unta berkata kepada putri; “lihat, aku sudah beda kan dengan kuda?”

Si putri mengangguk, kemudian pamit pulang. Si unta kemudian ingin mengembalikan punggungnya seperti semula. Tapi tidak bisa. Karena tekniknya ternyata berbeda. Sejak itulah unta punya punuk di punggungnya. Begitulah ceritanya, darimana unta mendapatkan punuknya. Tapi kalau kamu masih menginginkan kisah yang lain, kamu bisa membacanya di cerpen Bagaimana Unta Mendapatkan Punuknya.

Apa kamu juga ingin tahu kenapa ikan paus tidak memakan manusia? Kisahnya bergulir sewaktu ikan paus masih hidup di darat. Suatu hari, seekor ikan paus melihat ada pesawat jatuh di hutan. Semua orang tewas, kecuali bayi perempuan. Merasa iba, si ikan paus lalu merawat bayi itu. Bayi itu diberi nama Tarsanda. Bertahun tahun kemudian, ikan paus memutuskan hidup di laut. Perpisahan pun terjadi. “Selamat tinggal, paus. Paus teman Tarsanda.”,kata Tarsanda. Itulah sebabnya mengapa paus kemudian tidak memakan manusia. Karena manusia mengingatkannya kepada si Tarsanda. “Tarsanda teman paus. Paus teman Tarsanda.”

Begitulah ceritanya. Paus tidak memakan manusia karena mereka berteman. Teman seharusnya tidak makan teman. Betul tidak? Tapi, kalau kamu ingin versi yang lain dari cerita paus, kamu bisa membaca cerpen Kenapa Paus Tidak Bisa Memakan Manusia. Ada di urutan pertama buku kumpulan cerpen Just So Stories karangan Rudyard Kipling.

Just So Stories, atau Sekadar Cerita memang kumpulan dongeng yang berusia sangat tua, ditulis oleh penulis yang juga menulis The Jungle Book. Kisah kisah di buku ini mengambil tema tema yang barangkali tidak terpikirkan oleh kita. Misalnya saja mengapa gajah hidungnya panjang, mengapa ikan paus tidak makan manusia, awal mula unta mendapatkan punuknya, bahkan ada sejarah lahirnya huruf huruf alphabet. Total ada dua belas cerpen. Sebagian besar tema ceritanya memang berkisar mengenai awal mula, kejadian kejadian yang menimpa hewan hewan sehingga mereka berperilaku atau berpenampilan seperti sekarang.

Buku ini mengingatkan saya pada dongeng dongeng lokal, semacam Kancil Nyolong Timun, Bawang Merah Bawang Putih. Oleh karena ini Just So Stories cocok sebagai bacaan untuk adik atau pun keponakan. Ditambah dengan adanya ilustrasi ilistrasi yang menarik di setiap cerita. Salah satu kelebihan buku ini adalah karena ilustrasinya yang sangat nyeni, tidak seperti ilustrasi buat anak anak, tapi tetap seperti ilustrasi anak anak. *hammer*

Jpeg

Kenapa Paus Tidak Bisa Memakan Manusia

Overall, karena ini dongeng, maka banyak hal hal yang tak masuk akal yang terjadi, seolah olah hanya untuk mencocok cocokan supaya hasil akhirnya sesuai dengan cerita. Meski demikian, ada juga cerita yang rasanya dipikirkan dengan masak masak, yaitu cerpen tentang bagaimana huruf alphabet itu di buat. Mengapa huruf A bentuknya seperti itu, huruf B, dan seterusnya. Just So Stories, ialah buku yang harus kamu ambil, seandainya kamu ingin membacakan dongeng untuk adik kecilmu dan kamu sudah tak tahu lagi harus mendongengkan apa. Masa kamu tega mendongengkan kisah cintamu yang menyedihkan itu sama adikmu itu sih?
Judul: Just So Stories
Penulis: Rudyard Kipling
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 158
Rate:3,5

Read Full Post »

jamur

Sayangnya, kelereng milik Aldi yang sudah ia kumpulkan harus ia simpan rapi di kaleng roti, karena tren permainan sedang mengalami perubahan. Teman temannya tak lagi menggemari gundu, dan beralih mengadu jangkrik. Jangkriknya pun spesial dan mereka harus mencari sendiri. Karena tidak sembarang jangkrik bisa tahan untuk diadu. Biasanya ada dua jenis yang sering dijadikan aduan, jangkrik jeliteng dan jelabang. Suatu hari Aldi menemukan jangkrik jeliteng. Ia lalu membawa jangkriknya untuk diadu dengan jangkrik temannya yang sudah berulang kali memenangkan pertandingan. Apakah jangkrik Aldi akan menang?

Sebenarnya pertanyaan itu masih kurang tepat, karena isi cerpen pertama yang diberi judul Ode Untuk Jangkrik ini tidak melulu bercerita mengenai jangkrik siapa yang menang atau kalah. Ini adalah kisah Aldi, yang sedang dibutakan oleh permainan adu jangkrik sehingga mengindahkan himbauan orang tuanya. Barangkali nasib yang menimpa Aldi adalah buah dari apa yang telah ia tanam. Cerpen ini, secara samar ingin mengingatkan bahwa mengadu jangkrik itu tidak baik. Secara luas juga dapat diartikan bahwa tidak hanya jangkrik, kita pun tidak boleh mengadu binatang. Ingat lagu Adu Domba milik Kak Rhoma, adu domba mengadu domba, perbuatan tercela.., atau lagu Ayam Jago punya Aida Saskia, ayam jago jangan diadu, kalau diadu jenggernya merah.

Lebih baik mengadu kepintaran atau ilmu kenuragan sahaja. Melalui Ode Untuk Jangkrik, Ratih Kumala berhasil membawa kembali permainan yang sempat menjadi hits di tahun 90an(atau 90an ke bawah) dengan baik, dan akan sedikit membawa nostalgia bagi siapa saja yang pernah mengalaminya.

Sayangnya, persahabatan Aida (bukan yang nyanyi dangdut tadi) dengan Nonik menimbulkan masalah. Aida dinterogasi oleh polisi perihal Nonik. “Sejak kapan kamu kenal Nonik?” tanya polisi. Aida pun menceritakan awal mula ia kenal dengan Nonik. Nonik menganggap Aida sebagai guardian angelnya, yang menjaga Nonik agar tidak kebablasan sewaktu sedang mabuk. Mengapa Aida diinterogasi polisi? Apa yang terjadi dengan Nonik? Melalui cerita Aida, pelan pelan semua akan terungkap. Sesuai judulnya, Nonik, cerpen ini berkisah tentang kehidupan Nonik melalui kacamata sahabatnya, Aida. Tentang nasib Nonik, mungkin mudah untuk ditebak, tapi yang menarik ialah alasannya dibalik semua kejadian itu.

 

Sayangnya, nasib telah menakdirkan Ah Kauw sebagai tukang gali kubur. Tapi bukan tukang gali kubur biasa, karena ia menggali kuburan yang ada isinya. Ah kaw menggali pemakaman, membongkar kuburan. Upahnya lumayan menguntungkan baginya. Apalagi terkadang ia juga mengambil barang perhiasan yang ikut terkubur jika kebetulan ia menggali kuburan orang Cina atau Belanda. Tapi pekerjaannya membuat hubungan dengan orang tuanya renggang. Dan ketika ia juga tak kunjung dikaruniai anak, ia dan istrinya pun berpikir ada yang tidak beres dengan pekerjaannya.

 

Sayangnya, cerpen yang menjadi judul buku ini, Bastian dan Jamur Ajaib, tidak seperti yang saya bayangkan. Ternyata bukan cerita dongeng, atau apa pun yang berbau fantasi, melainkan cerita tentang Bastian yang sedang patah hati, dan berkelana mencari pil lupa cinta. Cerpen ini terjadi pada masa ketika orang orang menganggap biasa pada sebuah pertanyaan; “Kamu jual pil lupa cinta?” Suatu hari seorang bartender member Bastian minuman yang berwarna kecoklatan atau abu abu, tak jelas karena lampunya remang remang.

“Apa ini” Jus eek?” tanya Bastian.

Ketika diminum, ternyata rasanya mengerikan. Tapi, tak lama setelah kejadian itu sesuatu yang aneh terjadi dengan Bastian. Ia bertemu dengan Raquel, perempuan yang dicintainya. Kemudian diketahui itu adalah efek dari jus eek yang ia minum. Jus itu rupanya berasal dari jamur. Bastian pun ketagihan, dan berusaha menemui seorang tabib yang punya persediaan jamur tersebut, tanpa Bastian ketahui bahwa itu bukanlah jalan yang baik.

Cerpen ini menjadi yang terakhir, dan sedikit kurang nendang kalau dijadikan sebagai penutup. Meski dari seluruh cerpen di buku ini, sebenarnya memang tidak ada yang benar benar nendang. Ceritanya biasa saja. Tak ada yang benar benar menonjol. Bukan berarti jelek, hanya saja terlalu biasa, tidak ada yang membekas begitu selesai membacanya. Buku ini terdiri dari tiga belas cerpen, beberapa sudah pernah terbit di koran. Sebagian besar bercerita mengenai ketidakbahagiaan dengan tema yang beragam, mulai dari penggali kubur sampai putri duyung. Dan, meski gagal untuk memberikan kesan yang mendalam Bastian dan Jamur Ajaib masih bisa dinikmati dengan lezat.

Judul: Bastian dan Jamur Ajaib
Penulis: Ratih Kumala
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman:130
Rate:2,5

 

Read Full Post »

milk3

Untunglah, ayah di buku ini bukan Bang Toyib, jadi si adik dan kakak tak perlu menunggu hingga tiga kali lebaran tiga kali puasa sampai ayah mereka pulang dari membeli susu. Susu di rumah habis, dan makan sereal tak bisa tanpa susu. Si ayah pun pergi beli susu. Karena menunggu adalah pekerjaan yang membosankan, apalagi kalau lagi lapar, maka kepergian si ayah terasa lama sekali. Seperti halnya bertahun tahun, bahkan berabad abad. Padahal tidak selama itu. Jelas, masih lamaan Bang Toyib. Hingga si adik dan kakak berpikir untuk makan acar saja sebagai sarapan.

Untunglah, sebelum kedua anak tersebut benar benar makan acar, si ayah pulang. Ayah kemana saja, kok lama, begitu tanya si adik. Kemudian si ayah pun merasa perlu untuk menjelaskan. Daripada mengeluarkan alasan yang umum, misalnya:

  1. Oh, ayah tadi ketemu teman lama, terus ngobrol keterusan.
  2. Tadi si pemilik tokonya lagi pergi, jadi ayah terpaksa menunggu.
  3. Begini Nak, ayah lupa bawa uang, jadi ayah tadi nyuci piring, nyapu nyapu, sama nguras bak mandi dulu sebagai pengganti uang buat beli susu.

Si ayah malah bercerita seperti ini:

“Aku membeli susu,” kata Ayah. “Dan ya, aku menyapa Mister Ronson dari seberang jalan yang akan membeli Koran. Aku keluar dari took pojok, dan mendengar suara aneh seolah datang dari atasku, suaranya seperti: dhum… dhumm… Aku mendongak, dan kulihat piringan perak besar menggantung di atas jalan Marshal.”

Dengan kata lain, si ayah melihat UFO.

Untunglah, si kakak tidak langsung menuduh si ayah banyak alasan. Ia malah berkata bahwa hal itu belum aneh. Lalu si ayah pun melanjutkan ceritanya, yang tambah lama tambah aneh. Si ayah di angkat masuk ke dalam piring terbang yang ternyata berisi alien yang ingin menata ulang bumi. Sebelum disiksa oleh alien itu, si ayah keburu kabur lewat sebuah pintu aneh. Pintu itu ternyata kalau dibuku bisa mengacaukan ruang dan waktu. Dan dimulailah petualangan si ayah, yang setelah membuka pintu darurat itu malah kecebur ke laut di jaman bajak laut. Lalu di selamatkan oleh seorang professor dengan mesin waktunya. Profesor itu bernama Steg, dan ia seekor dinosaurus.

Untunglah, meski Neil Gaiman menceritakan petualangan si ayah dengan begitu absurd, dan tidak masuk akal, tapi  ceritanya sungguh fresh dan orisinil. Profesor dengan tubuh dinosaurus, alien yang hoby renovasi planet dengan mengganti semua tumbuhan dengan flamingo plastik, dan awan awan dengan lilin plastik, dan botol susu yang menyelamatkan alam semesta.

Untunglah, imajinasi seliar itu dilengkapi dengan ilustrasi yang hampir ada di setiap halaman. Dan ilustrasinya itu keren keren. Bisa melihat bagaimana bentuk Profesor Steg dan mesin waktunya, si ayah dan botol susunya, alien alien peñata lingkungan dan lainnya. Bukunya termasuk tipis, enggak perlu waktu lama untuk menyelesaikannya.

Untunglah, Susunya secara keseluruhan cukup menghibur, meski mungkin time paradoksnya agak membingungkan buat anak anak. Saya pribadi tidak terlalu suka, terlalu gurih rasanya. Ringan, tanpa ampas. Yang paling saya suka itu ilustrasinya, serta penempatan jenis dan ukuran font yang berbeda beda. Lebih enak dilihat. Yang masih mengganjal itu sebenarnya judul. Untunglah, Susunya. Semacam tidak enak buat diucapkan, seperti ada yang mengganjal dan tidak kompak. Seperti bait puisi Rako Prijanto; seperti berjelaga jika kusendiri. Entahlah.

Judul: Untunglah, Susunya
Penulis: Neil Gaiman
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman:128
Rate: 2,5

Jpeg

Read Full Post »

kakiygterhormat

Judulnya ngingetin saya sama puisinya Pablo Neruda yang kira kira begini bunyinya:

But I love your feet /only because they walked /upon the earth and upon /the wind and upon the waters, /until they found me

Keduanya sama sama menjunjung tinggi kaki, ketimbang bagian tubuh lain yang sering kali dijadikan sebagai inspirasi sebuah karya sastra. Puisinya Neruda tentu saja romantis, dan hal itu membuat saya jadi punya pemikiran bahwa jangan jangan Kaki yang Terhormat juga tak berbeda meski kaki yang terhormat tentu saja agak sedikit berbeda dengan kaki yang dicintai.

Kaki yang dicintai adalah milik sang kekasih, sementara kaki yang dihormati bisa milik siapa saja. Milikmu, milikku, milik kita semua berhak untuk mendapatkan penghormatan, apalagi jika kamu adalah seorang pembina upacara.

Cerita tersebut ada di urutan ketujuh dari dua belas cerpen yang ada di buku kumpulan cerpen yang ditulis oleh Gus Tf Sakai ini. Saya belum kenal beliau secara mendalam, tapi saya tahu cerpen cerpen beliau sudah wara wiri di surat kabar, dan saya pun meyakini bahwa saya sudah pernah membaca salah satu cerpen itu, meski saya gagal untuk mengingat apa judul cerpennya. Terus terang saya lupa. Enggak apa apa ya saya lupa, dari pada saya joget.

Cerpen pertama judulnya Kulah. Kulah bisa disebut juga mata air. Mengisahkan tentang Marni yang hendak pergi ke mata air yang dulunya sering disebut sebagai mata air Marni. Marni ingin tahu, mengapa tempat itu bisa menjadi penyebab keponakannya meninggal. Cerpen ini adalah sebuah kritik terhadap pengrusakan lingkungan yang disebabkan oleh kemajuan jaman. Dengan flashback yang bergantian, saya jadi ikut merasakan kegelisahan yang dialami Marni, serta rasa kehilangannya.

Lalu ada Upit yang dipaksa oleh orang tuanya untuk menikah di usia muda meski ia masih ingin bersekolah. Upit dinikahkan dengan majikannya yang umurnya hampir empat puluh. Kehidupan rumah tangga Upit terusik ketika ada seorang laki laki yang mengontrak di depan rumahnya. Mulanya saya mengira akan membaca sebuah kisah cinta segitiga, tapi saya salah. Cerpen dengan judul Upit ini ternyata tak hanya berkisah tentang cinta, tapi juga tentang perilaku orang orang yang masih melihat bukan ‘apa’ tapi ‘siapa’?

Cerpen Kaki yang Terhormat sendiri berkisah tentang seorang nenek yang begitu menghargai kakinya. “Kaki! Lebih penting pelihara kaki!” katanya kepada cucu cucunya. Kemana mana nenek lebih suka jalan kaki. Suatu hari ada kabar bahwa anaknya Harun, sudah menjadi orang kaya di kota. Bahkan naiknya pakai helikopter. Nenek pun senang, dan kabar itu cepat tersebar di kampungnya. Hingga kemudian terdengar kabar yang mengejutkan.

Kurang dahsyat sebenarnya cerpen ini sebagai sebuah cerpen yang jadi judul buku. Biasa saja. Saya lebih memilih cerpen Kak Ros sebagai cerpen yang paling saya suka. Kak Ros ceritanya tentang penulis yang menginap di kos kosan temannya. Suatu hari ia melihat Kak Ros, perempuan setengah baya sedang membungkuk menyemprot rimbun daun. Tapi, anehnya wajahnya nampak sangat dekat dengan daun itu, dan bibirnya terbuka seperti sedang bicara. Kata temannya, Kak Ros memang sedang bicara dengan daun daun. Tentu saja penulis itu enggak percaya dan perlahan ia terus memikirkan Kak Ros.

Saya suka ide perempuan yang bisa bicara dengan tanaman. Dan, endingnya membuat cerpen ini jauh lebih baik. A dark twist. Cerpen terbaik di buku ini. Dan, judulnya memang kelewat sederhana. Mungkin akan lebih greget kalau judulnya diganti jadi ‘Perempuan yang Bicara Dengan Daun’.

Dan ada cerpen cerpen lainnya yang semuanya sudah pernah dimuat di surat kabar pada rentang waktu 1986 – 2011. Cerpen cerpennya kebanyakan mengambil budaya Sumatra, lengkap dengan istilah istilahnya. Ditulis dengan kalimat yang cenderung pendek pendek, dengan tema yang tidak jauh dari masalah kehidupan sehari hari. Kaki yang Terhormat sayangnya gagal untuk menjadi sebuah buku yang memorable secara keseluruhan. Alur cerita mau pun pemilihan kata terkesan biasa saja. Untungnya cerpen tersebut tidak terlalu panjang sehingga dengan cepat bisa diselesaikan.

 

Judul:  Kaki yang Terhormat
Penulis: Gus Tf Sakai
Penerbit:  Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 117
Rate: 2.5

Read Full Post »

dekutburugnkukut

Lula Landry ditemukan tewas terjatuh. Polisi menetapkannya sebagai bunuh diri. Beberapa bulan kemudian, John Bristow, kakaknya mendatangi Cormoran Strike, seorang detektif partikelir, untuk mengusut kematian Lula Landry sebab ia kukuh pada pendiriannya bahwasanya adik perempuannya itu mati dibunuh.

Cormoran Strike, yang sedang paceklik uang akhirnya menyetujui permintaan John Bristow. Kemudian, Strike pun mulai menyelidiki penyebab sebenarnya kematian model terkenal itu dibantu oleh karyawan sementaranya, Robin Ellacott.

Apakah Lula Landry mati dibunuh, atau memang murni bunih diri?

Satu pertanyaan besar itu terus saja berputar mengelilingi kepala, bersamaan dengan beberapa pertanyaan kecil, misalnya apakah alasan Robin mendadak berhenti kuliah psikologi? Apakah akan tumbuh benih benih cinta antara Strike dan Robin? Dan, apakah rambut Strike benar benar seperti jembut?

Novel ini dikarang oleh Robert Galbraith, tapi semua tahu belaka bahwa itu adalah nama samaran milik JK Rowling. Sebagai sebuah novel criminal, The Cuckoo’s Calling tampil dengan tempo yang lambat. Tapi masih dapat untuk dinikmati tanpa rasa bosan.  Robert Galbraith menuliskannya dengan deskripsi yang mampu memikat saya dari awal. Sehingga seperti apa pun jalan ceritanya nanti, tetap bisa saya nikmati.

Kemudian, saya juga menemukan ada beberapa terjemahan yang terbaca lumayan ganjil, dan bikin senyum senyum sendiri.   Tapi saya tak terlalu suka dengan ukuran bukunya yang terlalu besar (mungkin Guy Some akan suka).  Jadi kurang nyaman buat dibawa bawa.

Pada akhirnya, buku ini sedikit kurang mempermainkan emosi pembaca, rasa penasaran yang terbentuk biasa saja, tapi  justru tokoh tokoh di dalamnya mampu tampil tak terlupakan.

Judul: The Cuckos’s Calling / Dekut Burung Kukut
Penulis: Robert Galbraith
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 517
Rate: 4

Read Full Post »

Older Posts »