[Review] Endless Night Tragedi di Villa Horor

endles night
Dalam dunia film, ada istilah film popcorn, mengacu kepada jenis film film yang murni untuk hiburan. Dan buku Endless Night Tragedi Villa Horor ini bisa dikatakan termasuk dalam golongan itu. Dari judulnya mungkin kita akan langsung bisa menebak bagaimana jalan ceritanya. Yap, buku ini bercerita tentang pembunuhan di sebuah vila. Seperti yang tertulis dalam sinopsis di belakang buku. Pernah nonton film Scream? Kira kira seperti itu.

Berkisah mengenai tujuh orang yang memutuskan untuk merayakan tahun baru di sebuah villa. Mereka adalah Ricky, sang pemilik villa, Nirina, pacar Ricky, dan Edi, Aryo, Jefry, Heru, Renata, dan Cheryl. Agak susah untuk membedakan mereka berdasarkan karakter karena karakterisasi tidak terlalu ditonjolkan dalam buku ini.
Mereka adalah tipikal remaja remaja yang kuliahan kebanyakan. Ah, barangkali seperti ini saja. Jefry berpacaran dengan Renata. Renata sebenarnya tidak ingin pergi bersama mereka tapi dipaksa oleh Jefry. Heru, ialah playboy kampus yang suka ganti ganti wanita. Mencari wanita hanya untuk kesenangannya dia. Heru membawa Cheryl untuk menemaninya ke villa itu. Cheryl, hampir mirip dengan Heru, wanita yang hanya ingin bersenang senang. Lalu ada Aryo, salah satunya yang nasibnya tidak seberuntung yang lain. Ia tidak kaya, dan kalau ngomong suka gagap. Bagaimana dengan Edi? Edi ya, teman mereka. Titik. Atau, anggap saja ia pemain figuran. Karena karakternya terlau biasa. Bukan jenis tokoh yang akan dikenang. :D
Pada hari yang ditentukan, mereka menginap di villa. Dan menjelang tengah malam, teror pun dimulai. Pertanyaannya ialah, siapa yang melakukan hal itu, dan mengapa? Siapa dan Mengapa.
Dua pertanyaan itu yang menjadi modal penting bagi buku ini untuk tetap menjadi menarik untuk diikuti. Membuat aku penasaran, dan pada akhirnya aku gagal untuk menebak siapa yang membunuh dan motif pembunuhan tersebut. Buku ini banyak pembunuhan. Seperti halnya film film psikopat. Meski demikian, buku ini sedikit gagal untuk membangun atmosfer kengerian. Rasanya biasa saja membaca bagian bunuh bunuhan itu. Barangkali metodenya terlalu standar. Tapi misterinya tetap terjaga hingga akhir cerita. Inilah yang membuatku betah, dan terhibur.
Hoeda Manis, penulis buku ini, telah melakukan tugasnya dengan baik dalam membuat sebuah buku yang menghibur. Tanpa membuat pembacanya berpikir keras lalu kemudian bosan. Hal ini ditunjang dengan penulisan yang tidak terlalu dibuat sastra, sehingga mudah untuk dimengerti.

Endless Night Tragedi di Villa Horor memang bukan buku yang dinilai berdasarkan kualitas penokohan, tema atau pun gaya penulisan. Ini bukan jenis buku yang biasanya akan masuk dalam nominasi penghargaan tertentu. Tapi ini adalah buku yang akan menghibur semua orang. Ah, dari tadi aku berkali kali bilang buku ini menghibur, menghibur dari mana memangnya? Sudah pernah nonton film Scream. Itu lho yang anak anak remaja pada dibunuh. Ketika menonton film Scream, biasanya kita akan sibuk menerka siapa yang bakal (lebih dulu) dibunuh, siapa pembunuhnya, dengan cara apa korban akan dibunuh, serta apa sih sebenarnya motif dari si pelaku. Tak terkecuali buat mereka yang nonton matanya ditutup bantal.
Nah, hal seperti itu juga menimpa padaku. Bukankah menyenangkan, menebak nebak seperti itu. Buku ini cocok untuk kamu yang mencari bacaan ringan. Meski temanya tentang pembunuhan, tapi masih bisa untuk teman minum teh di kala sedang santai. Empat bintang untuk buku ini.

Judul : Endless Night Tragedi Villa Horor
Penulis: Hoeda Manis
Penerbit: Jenius Publiser
Jumlah Halaman: 227

Advertisements