Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2014

Lost

lost

Seperti judul lagunya Zaskia Gotik yang judulnya 1000 Alasan, ada seribu alasan mengapa saya harus membaca buku ini. Pertama tentu saja karena saya suka novel horor, kedua karena sinopsisnya yang ngeri ngeri sedap, alasan ketiga dan sembilan ratus sembilan puluh tujuh alasan lain yang sama yaitu; karena saya kepengen. Itu saja.
Mungkin ada yang bertanya, sinopsis yang ngeri ngeri sedap itu yang kayak gimana?
Seperti ini:

Maura mengucek mata. Tempat tidur ini dibawa dari apartemen lama dan sudah tidak baru. Tapi pasti belum reyot sampai berbunyi tiap kali ia bergerak. Maura mulai menegakkan badan untuk memeriksa kerangka tempat tidur, lalu terkesima.

Di ujung tempat tidur duduk seorang perempuan berambut panjang, memunggungi Maura….

Kenapa bisa ngeri ngeri sedap, kenapa enggak ngeri ngeri geli, atau ngeri ngeri teuing?
Karena sinopsis tersebut telah berhasil menumbuhkan perasaan ngeri, serem yang pakai bingit.
Dimana seremnya? Coba perhatikan kalimat terakhir sinopsis tersebut, terus bayangkan betapa mengerikannya kalimat itu. Tempat tidur adalah tempat paling nyaman di dalam rumah, tempat kau merasa aman dan tentram melepas lelah. Bahkan Toni Stark pun tidur enggak pakai baju Iron Man. Ini membuktikan kalau tempat tidur itu seharusnya menjadi tempat paling aman di rumah, disamping ribet juga kali ya tidur pakai baju besi. Nanti kegencet.

Nah sekarang, tiba tiba ada seorang perempuan berambut panjang yang duduk di tepi tempat tidur, malam malam, dan kau tahu perempuan itu bukan ibumu, adikmu, kakakmu, tantemu, asisten pribadimu, tukang jamu langgananmu, atau siapa pun itu. Kamu tidak kenal.
Tapi  kamu tahu bahwa perempuan itu adalah setan.
Bayangkan di tempat tidur kamu didatangi setan perempuan rambut panjang.
Serem bingit bukan? Tapi bikin penasaran juga.

Itulah sebabnya saya menyebutnya ngeri ngeri sedap. Seandainya Maura tidak didatangi setan perempuan, tapi didatangi oleh Cak Lontong, maka itu akan menjadi ngeri ngeri geli, kalau didatangi artis OM Palapa, ya jadi ngeri ngeri teuing

Ternyata buku ini tidak sengeri yang saya kira. Tapi untungnya sama sekali tidak mengecewakan. Ini buku horor pertama yang saya baca dimana tokohnya masih sekolah. Dan yup, ada masalah cinta cintaan di sini, jadi bumbu penyedap bagi masalah utama yaitu setan setan di apartemen Maura. Maura baru saja pindah bersama kakak laki lakinya, Ryan, ke sebuah apartemen dengan nama keren Ilustra Casa. Di sana, Maura mendapatkan gangguan dari setan. Bukannya kabur, cewek itu malah penasaran. Masalah itu membuatnya berdekatan dengan Julian, cowok sepantarannya yang bertetangga dengan Maura.
Maura kemudian mulai menyelidiki keganjilan apartemen tersebut, yang mau tak mau melibatkan orang orang terdekatnya.

Sebagai buku horor, ada beberapa penampakan yang cukup mengerikan tapi tak ada yang baru. Maksudnya, saya pernah melihatnya di film film horor asia. Ada beberapa twist yang cukup mengejutkan. Dan saya suka interaksi Maura dengan tetangga tetangganya, terutama tante Nila dimana menyumbang satu buah twist yang tak terduga.
Meski demikian, menurut saya buku ini kurang tebal. Ada beberapa hal yang seandainya diceritakan lebih detail mungkin akan lebih mengikat emosi pembaca, tentang masa lalu Julian misalnya. Sedih memang, tapi belum bisa menyayat hati merobek jiwa, hanya sampai dalam tahap cukup-tahu-saja. Cukstaw.
Justru hal hal yang tidak penting (menurut saya) malah diceritakan. Misalnya konfilk anggota Girl Band White Juliet. Dan konflik menjelang ending yang anti klimaks, tidak ada ketegangan. Tapi untungnya, endingnya bukan rasa Holywood.

Pada akhirnya, Lost yang ditulis oleh Eve Shi ini memang masih kurang sempurna, tapi sebagai sebuah novel horor, buku punya potensi untuk membuat orang ketakutan, atau pun kalau tidak takut, mungkin akan terhibur dengan beberapa kejutan di dalamnya.

Judul: Lost
Penulis: Eve Shi
Penerbit: Gagas Media
Jumlah Halaman:310
Rate: 3

Advertisements

Read Full Post »