Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘depresif’

Judul: Metamorfosis
Penulis: Franz Kafka
Penerbit: Homerian Pustaka
Jumlah Halaman: 154

Entah dosa apa yang telah dilakukan oleh Gregor Samsa atau ia hanya sedang bernasib sangat sial sehingga suatu hari ketika ia bangun tidur, didapatinya dirinya telah berubah menjadi seekor kutu besar. Hal ini tentu sangat mengejutkan Gregor Samsa. Tapi yang lebih mengejutkan ialah, Gregor Samsa sama sekali tidak berlebihan dalam menghadapi masalah tersebut. Ia hanya berkata, “apa yang terjadi padaku?”. Tadinya ia berpikir ini cuma mimpi, dan ia hendak melanjutkan tidurnya ketika ia menyadari bahwa ia memang telah berubah menjadi kutu besar. Dan, sekali lagi, ia tidak histeris atau pun panik. Ia malah kemudian curhat masalah kerjaan, “Oh Tuhan,” gumamnya, “Begitu besar pekerjaan yang telah kupilih, melakukan perjalanan seharian.”
Kemudian reaksiku ialah: Laahh, kenapa jadi ngomongin kerjaan sih!
Aku membayangkan seandainya aku bernasib sama dengan Gregor, tentu aku sudah panik bukan main. Celaka dua belas. Apa yang harus kulakukan? Maksudku, ini mengerikan. Aku bahkan belum kawin. Eaaa.
Lalu bagaimana nasib Gregor Samsa selanjutnya? Apa yang akan dilakukan oleh keluarganya?

Buku ini tipis, hanya 154 halaman, tapi ketika dibaca terasa begitu melelahkan. Aku berpikir tentang kata kata yang digunakan. Tidak begitu enak waktu dibaca. Dan ceritanya yang menyedihkan, semakin membuat buku ini tidak nyaman untuk dibaca. Tapi anehnya, tepat setelah aku selesai membaca, aku baru menyadari, aku menyukai buku ini. Aku menyukai aura depresif yang mengusik ketenangan hidupku. Yang membuat aku sejenak merenungkan nasib Gregor Samsa, dan ingin memberi sedikit penghiburan padanya seandainya hal itu memang bisa dilakukan.
Jadi inti buku ini ialah perubahan. Bagaimana perubahan yang dialami oleh Gregor Samsa kemudian mempengaruhi kehidupan kedua orang tua serta adik perempuannya.

Buku ini mengingatkanku pada In A Strange Room karangan Damon Galgut. Sama sama depresif dan melelahkan untuk dibaca. Tapi bukan berarti tidak bagus. Buku ini bagus. Yang diperlukan hanyalah kesabaran, karena mungkin kata kata yang dipilih oleh Kafka( atau terjemahannya) tidak begitu enak untuk dibaca (terlalu baku). Yang jelas, buku ini bukan untuk anda yang sedang mencari hiburan. Meski tidak ada salahnya jika dibaca ketika sedang tidak ada kerjaan, sedang dalam perjalanan, menunggu bis kota, atau menunggu jodoh anda. Eaaa.
Rating 3 of 5

Advertisements

Read Full Post »