Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘terjemahan’

Ketika seseorang ditanya bagaimana kesannya terhadap buku yang telah dibaca, kalian tentu pernah mendengar jawaban ini: ‘oh, kalimatnya mengalir’, ‘bukunya menghanyutkan’, ‘unputdownable’, ‘bikin lupa waktu tapi enggak bikin lupa sama kamu uwuwuwuwu’, dan lain lainnya, endesbra endesbre. Mungkin tak sama persis, tapi intinya seperti itu. Begitulah kira kira saya akan memberi penilaian atas buku ini. Isabel Allende begitu piawai merangkai kata. Lembar demi lembar terangkat dengan ringannya. Tahu tahu sudah setengah buku. Tahu tahu sudah mau habis. Tahu tahu..tararahu..tararahu.. how deep is your love…tararahu..

Saya akan membahas covernya terlebih dahulu. Terlihat feminim dan cantik. Bunga mawar putih mengembang di dekat dinding biru muda yang penuh dengan totol totol hijau seperti wijen pada kue onde onde. Konon bunga mawar putih melambangkan cinta yang tulus dan murni. Ini sedikit banyak sesuai dengan apa yang terpapar di dalam buku. Jadi, gambar bunga mawar itu sudah tepat. Namun, akan lebih afdol jika ditambahi juga dengan duri. Karena akan lebih terasa simbolisnya, mawar dan duri, keindahan dan kesakitan. Selain itu mawar juga identik dengan duri, meski duri tidak selalu identik dengan mawar. Khan bisa saja itu duri ikan, duri kaktus, duri landak, atau duri duri dam dam duri duri dam… duri duri dam dam.. duri duri dam.. kamu makannya apa?!!! TEMPE

The Japanese Lover atau Kekasih Jepang dibuka dengan diterimanya Irina Bazili untuk bekerja di panti wreda bernama Lark House. Ia bertugas melayani penghuninya agar merasa nyaman. Disitu ia berkenalan dengan Alma Belasco yang meminta Irina untuk menjadi asisten pribadinya. Irina kemudian berkenalan juga dengan cucu Alma, Seth, yang kemudian menyuruh Irina untuk mematai matai neneknya. Irina yang juga penasaran pun menyetujui. Dengan dalih ingin menyusun buku, Irina dan Seth meminta neneknya untuk bercerita mengenai masa lalunya. Yang berhubungan dengan datangnya surat surat misterius dan juga bunga gardenia. Cerita Alma Belasco mengalir dari masa kanak kanaknya yang terpaksa berpisah dari orang tuanya karena perang, hingga ia bertemu dengan Ichimei Fukuda, putra tukang kebun di rumahnya. Jalinan pertemanan itu mengembang jadi cinta. Tapi jalan cinta mereka penuh dengan lubang, hingga mobil cintanya kadang jatuh dan tak bisa bangkit lagi.. aku tenggelam dalam luka dalam..

Buku ini mungkin tak sampai membuat hati pembacanya bengkak oleh rasa sedih, karena prahara cinta Alma dan Ichimei memang tak setragis kisah Romeo dan Juliet. Bahkan ada tokoh lain yang punya cerita lebih menyedihkan. Saya tidak akan memberitahu siapa. Ini kejutan. Kisah cinta di dalam buku ini juga tak hanya milik mereka berdua saja. Ada beberapa kisah cinta lainnya yang membuat saya takjub. Tak hanya cinta, ada pula kisah lain yang menarik, persahabatan ganjil, hidupnya kembali orang yang sudah mati, alasan mengapa kucing Alma diberi nama Neko, kehidupan di kamp konsentrasi dan lainnya. Semua itu membawa saya dalam petualangan kecil menyusuri tempat tempat jauh, dari Moldova, San Francisco, Topaz di tengah gurun Utah, hingga kota di Mexico, Tijuana meski tak sampai Havana oh na na… Half of my heart is in Havana, ooh na-na 

Jalan cerita buku ini tak mudah ditebak. Memberi kejutan kejutan kecil semisal tentang nasib kisah cinta sepihak Irina dengan salah satu penghuni panti wreda, hingga kejutan kejutan yang mengguncang. Membuat saya sedih dan terharu. Terbagi dalam 31 bab pendek yang ditulis dalam dua bagian, masa lalu dan masa kini secara bergantian. Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil, bahwasanya sedekah bisa membuka pintu rejeki, berbuat baiklah sebanyak banyaknya terutama jika kalian orang kaya, dan cinta janganlah sampai menikam logika meski cinta ini kadang kadang tak ada logika.. berisi smua hasrat dalam hati… 

Saya juga ingin berterima kasih kepada mbak Tanti Lesmana yang sudah menerjemahkan buku ini dengan super sekali, sehingga rasanya sama seperti saya membaca The House of the Spirit & Daughter of Fortune yang diterjemahkan orang lain. Akhirnya, membaca Kekasih Jepang tidak seperti sedang arung jeram melainkan mengambang di kolam arus yang santai. Buku yang memikat saya sejak halaman pertama. Sayang, bagi yang mengharap kata kata romantis mungkin akan kecewa. Kalimat kalimat romantis sedikit ada di dalam surat surat Ichimei kepada Alma. Sayang, surat surat yang ditampilkan kurang banyak. Tapi jangan khawatir, romantisme itu ada dalam bentuk perbuatan tokoh tokohnya dalam rangka untuk menunjukkan cinta dan kasih sayang, opo kowe krungu jerit e ati ku.. Mengharap engkau kembali…Sayang, Nganti memutih rambutkuu….

The Japanese Lover/ Kekasih Jepang | Isabel Allende | Halaman: 408 | Rate: 4

Advertisements

Read Full Post »

Yang memutuskan untuk menjadi vegetarian ialah Young Hye, perempuan, yang menurut suaminya biasa biasa saja. Keputusannya menjadi vegetarian mengejutkan suaminya beserta keluarga besarnya. Young Hye benar benar tidak ingin makan daging. Bahkan saat keluarganya memaksa. Penyebabnya ialah mimpi. Suatu hari Young Hye mimpi, bangun dan menjadi vegetarian. Itu saja. Mimpinya apa, nanti diceritakan, tapi ga terlalu jelas juga. Jadi kalau kamu semalam mimpi liat semangka, terus pas bangun kamu pengin jadi semangka maka kamu mirip Young Hye. Rada sableng. Cuma kalau kamu mimpi kawin, terus kamu pengen kawin, hmm ya itu wajar sih. Ehehehe. Tapii, Young Hye mimpinya bukan lihat semangka lho ya.
Yang kemudian menjadi masalah ialah kelakuan Young Hye yang tambah ajaib sejak jadi vegetarian. Stock daging sekulkas dibuang semuanya. (Buat pecinta daging, ini horor banget ya. Bayangin aja sesuatu yang disayang banget malah dibuang gitu aja. Dibuangnya sama orang yang disayang juga. Double ngenesnya.) Memaksa suaminya yang bukan vegeterian ikut tidak makan daging. Tidak hanya itu, ia kadang jadi lebih suka tidak pakai baju. Hingga kemudian terjadi hal yang tragis dan menyedihkan.

Yang menjadi pencerita ialah suami Young Hye, kakak perempuan Young Hye, dan suami kakak perempuan Young Hye alias kakak iparnya. Buku ini memang terbagi menjadi 3 bagian sesuai dengan siapa yang bercerita. Bagian pertama (Suami Young Hye) mengisahkan awal mula Young Hye jadi vegetarian dan kelakuan ajaibnya. Bagian kedua (kakak ipar Young Hye) ialah bagian mesum tapi (anggap saja) nyeni yang melibatkan tubuh tubuh yang dilukis seluruhnya kemudian ena ena. Bagian terakhir diceritakan melalui sudut pandang kakak perempuan Young Hye. Bagian ini mungkin yang paling menyedihkan, dan mbingungi, lantas ditutup dengan ending yang menyebalkan. Potato. Kentang. Mungkin lebih tepatnya, i want more..

Yang sedikit mengejutkan ialah Vegetarian ternyata tidak segore dugaan saya. Mulanya saya berpikir ceritanya tentang seorang yang menjadi vegetarian kemudian jadi gila dan mulai bunuh bunuhin orang, lantas dimakan. Vegetarian lebih ke sisi psikologis, bagaimana perilaku aneh Young Hye mempengaruhi kehidupan mereka. Meski demikian, Vegetarian tetap punya hal hal yang bisa membuat kening berkerut sampai syok ringan. Keadaan Young Hye menjelang akhir itu memang sungguh membuat tidak nyaman.

Yang membuat buku ini menarik untuk dibaca ialah gaya Han Kang dengan mengambil 3 sudut pandang yang membuat novel ini menjadi seperti 3 cerita yang tidak berhubungan satu sama lain. Meski sayangnya, sudut pandang tokoh Young Hye justru malah tidak ada. Padahal ini yang saya tunggu untuk menjelaskan secara langsung fenomena yang ada padanya. Menyelesaikan buku ini jadi semacam ada yang kurang. Untungnya terjemahannya asik, enak untuk dibaca sampai habis. Terima kasih ya kakak penerjemah. Apa yang kamu lakukan itu… keren. Ngikutin gaya Cinta eh kakak Young Hye di buku ini. Ada perkataan kakaknya Young Hye yang sama dengan kata Cinta di film AADC 2. Dua duanya lagi disakitin lelakinya. Lebih jahat lakinya kakaknya Young Hye tapi.

Yang terakhir dari review buku ini, Vegetarian ialah sebuah dongeng yang gelap, aneh dan menyedihkan tanpa menyisakan sedikit pun ruang untuk bahagia. Bagi yang merasa cocok, buku ini akan membiusmu sampai akhir meski bukan dokter. Apa sih.

Buku ini akan menghipnotismu sampai akhir meski bukan Tommy Rafael. Apa lagi ini.

Buku ini akan mengoyak rasa nyamanmu meski bukan bayangan masa lalu. Apa pula ini. Hentikan!

Buku ini.. Sudah cukup, Hayati lelah bang.

4/5

Read Full Post »