Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘yusi pareanom’

Salah satu cover favorit. Mengingatkan saya dengan film filmnya Wes Anderson. Dua ekor musang dan satu rubah (atau ketiganya musang?). Salah satu musang sedang mandi kopi dalam sebuah cangkir. Sungguh elok dilihat. Tak jemu jemu aku memandangmu. Begitu mungkin Nini Carlina akan mengucap. Kekurangannya mungkin tulisan Muslihat Musang Emas yang berwarna putih. Tidak terlalu mentereng dengan background kuning. Mengapa bukan hitam? Kenapa ada sang hitam, bila putih menyenangkan? Begitu mungkin jawaban Duta So7 yang menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.

Muslihat Musang Emas dan Elena menjadi pembuka. Kukira musang emasnya itu semacam benda sakti buat menggaet perempuan. Tapi ternyata tidak benar. Muslihat Musang Emas ialah nama perkumpulan pemburu teman kencan. Hingga kemudian, Dhony, tokoh utama kita, bertemu Elena, lantas jatuh cinta. Tapi jalan cinta tak selamanya mulus. Lubang cinta Donny ada pada wujud asli Elena. Bagaimana nasib percintaan Donny?

Kids jaman now mungkin tak tahu siapa Hengky Tornando. Tapi perempuan yang sedang duduk di cafe bersama ayahnya itu tahu. Bahkan, Ia Pernah Membayangkan Ayahnya adalah Hengky Tornando. Karena sedari lahir ia belum pernah bertemu sang ayah. Pertemuan itu pun mengenangkan kembali kisah masa lalu, sejarah mengapa ia dan ayahnya terpisahkan. Cerita yang hangat dan mengharukan.

Sabda Dhani Wibisono boleh jadi kepingin terlahir kembali atau Samsara ketika ia dengan teguh mengganti namanya menjadi Amin Khadafi di Pakistan. Ia kabur dari rumahnya di Jawa Timur karena tak kuat menanggung perihnya luka batin demi mengetahui bahwasanya ia anak dari hubungan saudara sekandung. Baginya, incest is not wincest, sebab ia terlahir di ras jawa, bukan Targaryen. Di Pakistan ia berjuang bersama gerilyawan Afghanistan untuk mengejar terciptanya mati sahid. Ia memang ingin mati. Tapi, yang ia dapatkan ternyata lebih buruk dari yang ia harapkan. Dari Pakistan,petualangan dan nasib buruknya yang lain dimulai  hingga menyebabkan ia ganti nama dua kali lagi. Samsara ialah cerita dengan setting tempat paling banyak dan jauh. Seperti membaca sebuah biografi tokoh tidak terkenal yang selalu diintai nasib buruk. Bad luck Bryan versi lokal. Dan ditutup ending yang ngenes bagi pembaca, tapi lega buat tokoh utamanya.

Alfion ditulis dengan unik sekali. Mengingatkan saya dengan Memento dari sutradara Christopher Nolan. Alurnya tersusun kebalik. Dimulai pada tanggal 19 April 2005, tepat pada hari ulang tahunnya yang keempat puluh satu, Alfion mati ditembak polisi di gerbong kereta Jayabaya Utara. Tiga bulan sebelum Alfiom ditembak… Sebulan sebelum… Lima tahun sebelum merampok pelancong… Sembilan tahun sebelum menikmati es dawet… dan seterusnya.

b.u.d
ialah cerita yang menambah wawasan baru. Palindrom. Yaitu sebuah kata atau kalimat yang kalau dibaca dari depan atau belakang bunyinya sama. Misalnya kodok. Kodok dibalik kodok juga. Katak, Iri, Makam,atau yang lebih panjang; ira hamil lima hari. Yang keranjingan paliandrom namanya Budi. Meski ia terlihat tak punya bakat sama sekali. Meski demikian paliandrom seolah olah tak mau lepas dari hidupnya. Di dalam cerita ini ada beberapa contoh paliandrom yang mungkin bisa digunakan untuk memikat lawan jenis seperti yang dilakukan budi waktu masih kelas tiga SD. Paliandrom tidak harus satu kata, bisa berwujud satu kalimat. Misal; Maya, ini ayam. Dibaca dari belakang tetap sama. B.u.d tidak selalu tentang paliandrom, disana ada kisah tentang kelompok pengajian yang menyalahi kaidah agama hingga perkawinan dua agama yang berbeda. Diaku sebagai kisah nyata, jalan hidup Budi memang lumayan tak biasa.

Muslihat Musang Emas terdiri dari kisah kisah yang akan membuatmu melalui berbagai macam emosi. Tersenyum. Tertawa. Sedih. Jengkel. Dua puluh satu ceritanya mampu memberikan sajian yang lezat dan gurih untuk dinikmati. Tentu saja, levelnya berbeda beda tiap judulnya meski tetap lezat. Cerita Benalu Tak Pernah Malu akan memberikan kelezatan berupa tawa yang renyah seperti mendengar joke joke receh antar teman setongkrongan atau joke ala stand up comedi di TV semisal kamu jarang nongkrong sama temanmu karena lebih banyak gaul sama kucing. Ceritanya mengenai Berto, pelawak yang lagi kesal karena dimintai bantuan uang melulu sama kakaknya. Berto yang tidak terlalu kaya sebenarnya keberatan, tapi ia terpaksa membantu karena ibunya selalu turun tangan. Kakaknya Berto jadi benalu  baginya. Sebuah kejadian pahit akhirnya membuka jalan baginya agar terbebas dari kakaknya itu. Jalan ceritanya memang tak lucu, endingnya pun demikian. Tapi, bahan lawakan Berto yang bikin lucu.

“Ada cowok masuk ke sebuah toko kue. Ia mengambil satu lemper, satu wajik, satu carabikang, satu kue lumpur, satu kroket, satu risoles, dan satu botol air minera. Ia membawa semuanya ke kasir. Mbak mbak kasirnya nanya, ‘Masnya jomblo, ya?’ Si cowok bilang, ‘Kok mbaknya tahu?’ Mbak kasirnya nyahut, ‘Habis wajah masnya jelek banget sih.'”

Itu salah satu contohnya. Masih ada contoh lain. Misalnya tentang bagaimana cara Heru membedakan dua saudara kembar yang menjadi pacarnya? Penasaran kan apa jawabannya. Jawabannya ada di halaman 84. Asli ngakak.

Bangsawan Deli dan Delia. Cerita pertama, Bangsawan Deli memberikan sebuah misteri tumpasnya seluruh penumpang dan tenggelammya kapal di Selat Malaka. Rumor pun merebak. Ada yang bilang karena kapal itu mengangkut bahan kimia berbahaya. Ada yang bilang karena kerusakan sistem uap. Kejadian ini menarik minat Inspektur Hamid. Polisi playboy yang pacarnya banyak. Analisisnya akhirnya menguak apa yang terjadi dengan kapal itu. Cerita kedua mengenai Delia. Anak perempuan enam tahun ditemukan tewas dengan kepala berdarah. Sebelumnya telah terjadi pembunuhan anak kecil sebanyak lima kali. Apakah ini korban pemubunuh berantai? Inspektur Hamid kembali menyelidiki. Dan kebenaran yang terungkap jauh lebih menggguncang ketimbang kasus kapal tenggelam tempo hari. Salah satu cerita dengan ending yang bikin saya melongo dengan hati yang berat.

Pergi ke Malang. Seperti pergi ke nikahan mantan, ini juga suram dan menyedihkan. Mengingatkan saya dengan film film thriller Korea Selatan. Alangkah senangnya jika suatu hari adaptasi filmya ada yang mewujudkan, dengan si ayah diperankan Reza Rahadian. Begitu pula dengan si anak, kakak ipar dan si tetangga. Kisahnya mengenai seorang ayah yang pergi bersama anakanya menjenguk kakaknya yang sakit. Setiba di rumah kakaknya, ia mendapat kabar mengejutkan. Saya tidak menceritakan lebih jauh lagi karena kejutannya bakal berkurang. Semakin sedikit tahu ceritanya, semakin aduhai rasanya.

Pak Pendek Anggur Cap Orang Tua Terakhir di Dunia menjadi cerita paling pungkas. Jarwo yang terlahir cebol didapuk menjadi penampil dalam acara promosi Anggur Cap Orang Tua. Jarwo tinggal di sebuah rumah besar bersama orang cebol lainnya. Mereka disebut Pak Pendek. Ada tujuh pak pendek tinggal disana termasuk Jarwo. Hubungan Jarwo dengan teman barunya itu menjadi sajian utama, dan itu lebih dari menarik dan brutal. Ada drama rumah tangga plus orang ketiga, tinju dengan hadiah menggiurkan, pembunuhan, dan lebih menarik dengan datangnya sirkus dari Eropa Timur. Tidak hanya Jarwo, masing masing tokoh punya ceritanya sendiri yang menunjang berkembangnya karakter Jarwo. Cerita ini mengingatkan saya dengan Water For Elephant dari Sara Gruen. Ada kesamaan kejadian yang melibatkan gajah dan sirkus.

Yusi Avianto Pareanom kembali menyuguhkan cerita cerita yang berkesan, yang sejenak akan membuatmu terdiam begitu satu cerita terselesaikan. Sama sekali tidak mengecewakan. Rasanya sama seperti membaca Rumah Kopi Singa Tertawa. Dulu penasaran judulnya kok aneh bener. Dilihat dari sudut pandang manapun jelas tidak nyambung. Rumah Kopi Singa Tertawa. Rumah kopi mungkin tak asing, tapi singa tertawa? Rasanya tak tak ada. Kalau singa tersenyum mungkin ada. Yaitu singa yang melihat senyumanmu. Eaa. Meski demikian saat bukunya dibaca ‘lho kok bagus ini!’ lalu dilanjutkan dengan Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi yang epik, dan malah bikin laper. Nyai Manggis aku padamu.

Yang terakhir, Muslihat Musang Emas punya satu cerita yang bakal cocok buat kalian yang perlu nasihat dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Ada di cerita kedua puluh, Ular Ular Temanten. Temanten artinya pengantin. Ular ya ular. Cuma maksudnya bukan ular beneran di perkawinan orang. Meski konon ada satu jenis ular yang muncul sehabis resepsi yaitu ular kepala gundul. Mbuh lah gak tahu. Maksud ular ular temanten disini ialah nasihat perkawinan yang diberikan seseorang kepada kedua mempelai. Di ujung cerita kalian akan menemukan resep jitu agar perkawinan jadi langgeng. Saya akui cukup jitu. Kelak akan  melakukannya meski tidak janji bakal istiqomah. Hehehe. Tapi saya yakin, para istri akan senang sekali mendengarnya. Mirip mirip dengan Sekarang Bayar Besok Gratis.

Muslihat Musang Emas | Yusi Avianto Pareanom | Penerbit Banana | 246 Halaman | Rate: 4

Advertisements

Read Full Post »

Judul: Rumah Kopi Singa Tertawa
Penulis: Yusi Avianto Pareanom
Jumlah Halaman: 172 halaman
Penerbit: Banana

Rumah Kopi Singa Tertawa. Eww, apaan tuh yak? kira kira kaya gitu deh, reaksi awal saya ketika pertama kali baca judul. Aneh. Semakin aneh karena saya malah jadi keingetan judul film horseks Hantu Puncak Datang Bulan. Keduanya punya judul yang sekilas kagak
nyambung sama sekali. Untungnya, dari segi kualitas Rumah Kopi Singa Tertawa jauh mengungguli film horseks tersebut. Kemudian saya mulai mencoba menebak apa sebenarnya arti dari judul absurd itu.

Tebakan pertama, Rumah Kopi Singa Tertawa, bisa berarti sebuah rumah kopi yang di dalamnya ada singa yang lagi tertawa. Jadi kalau kamu kebetulan lagi minum kopi di situ, jangan kaget kalau menjumpai singa yang lagi duduk ngopi ngopi, sambil tertawa. Aum..aum..aumumuum..<=== kira kira kaya gini ketawanya.
Tebakan kedua, Rumah Kopi Singa Tertawa bisa berarti sebuah rumah yang jual kopi khusus buat singa, manusia dilarang masuk. Karena khusus buat singa, tentu saja di dalamnya bakal ada singa singa yang tertawa. Jadi kalau kamu ingin minum kopi di sana, pasti
tidak boleh.
Penjaga: kamu tidak boleh masuk. Ini khusus singa!
Kamu: *brb berubah jadi singa* udah boleh masuk kan?
Penjaga: Tetep gak boleh!
Kamu: Lho, kan udah jadi singa.
Penjaga: Tapi hari ini khusus singa betina doang. Kamu kan jantan. Mending beli kopi di toko sebelah aja tuh!
Kamu: Gak jadi deh. Mo gantung diri ajah!! *ngambek*

Rumah Kopi Singa Tertawa sebenarnya sebuah kumpulan cerpen dari penulis Yusi Avianto Pareanom. Di dalamnya terdapat 18 cerpen, termaasuk cerpen Rumah Kopi Singa Tertawa yang sekaligus menjadi judul buku ini. Tidak usah panjang lebar lagi, markitbahsatsat, alias mari kita bahas satu satu. Setuju? Yang setuju angkat tangan. Yang tidak setuju angkat barbel.

Tapi, setelah dipikir pikir, kalau semuanya dibahas, nanti jadi kepanjangan. Sedikit saja kalau begitu. Jadi, intinya semua cerpen di buku ini, bisa bikin tertawa sekaligus mikir. Cerpen Cara Cara Mati Yang Kurang Aduhai misalnya. Ada banyak kematian di sini, tapi dibawakan dengan cara yang jenaka. Sampai sampai membuat saya sedikit merasa berdosa, sebab dengan enaknya menertawakan nasib buruk orang lain. Lain lagi cerpen Dosa Besar no 14. Bercerita tentang Malik, yang sedang menulis daftar dosa yang pernah ia lakukan sepanjang hidupnya. Lalu, dosa apakah yang menempati posisi 14 itu? Selain menggelitik, cerita ini juga sedikit mengingatkan saya akan dosa dosa saya sendiri. Jika ditulis satu persatu, berapa banyak dosa saya? Ah, tak mampu saya bayangkan…
Dan, cerpen Rumah Kopi Singa Tertawa, menurutmu memang ada singanya atau tidak? Tapi,saya beritahu, cerpen ini unik, dan aduhai.

Buku ini lucu, sekaligus kritis dengan caranya sendiri. Ada beberapa isu isu sosial yang dihadirkan dengan pas, tanpa ada kesan menggurui, yang ditulis dengan gaya penceritaan yang begitu enak buat dibaca. Kemudian ditutup dengan ending yang mengguncang. Pada akhirnya, Rumah Kopi Singa Tertawa telah membuat saya tertawa dengan cara yang aduhai.

Rating 5 out of 5

Read Full Post »